alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dari Tewasnya Fajar di Pantai Dreamland

Sebelum Nahas, Korban Sempat Ajak Muridnya Berenang karena Ombak Bagus

15 September 2021, 09: 45: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

korban hilang, hilang terseret arus, pantai dreamland, Basarnas Bali, warga surabaya, tim SAR gabungan, pencarian korban hanyut, korban ditemukan,

Petugas dari tim SAR gabungan saat mengevakuasi jasad Fajar, kemarin (Istimewa)

Share this      

KEPERGIAN Fajar, 23, pria asal Surabaya, Jawa Timur yang tewas terseret ombak saat mandi di Pantai Dreamland, di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Mingu (12/9) lalu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.

Datang ke pantai dengan niat bersenang-senang bersama temannya dalam kondisi sehat, namun nahas harus menimpa korban.

Fajar terseret arus dan hilang. Setelah tiga hari, jasad Fajar, Selasa (14/9) akrinya ditemukan.

Baca juga: Selain Waktu Dipangkas Sejam, Saat Ujian Peserta juga Ditakut-takuti

ANDRE SULLA, Badung

PERASAAN haru dan sedih campur aduk dirasakan rekan, murid dan keluarga korban tenggelam di Pantai Dreamland, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, kemarin.

Haru karena akhirnya, jenazah pria 23 tahun asal Surabaya itu ditemukan petugas di hari ketiga sejak dinyatakan hilang.

Sementara perasaan sedih karena Fajar harus pergi untuk selama-lamanya.

Kepala Basarnas Bali, Gede Darmada saat dikonfirmasi menerangkan, sebelum ditemukan, sekitar pukul 08.30 WITA, korban yang semasa hidup berprofesi sebagai guru home shooling Anak Pintar Bali tersebut sempat terlihat sekitar 500 meter di sebelah barat Pantai Dreamland.

"Saat ditemukan, korban hanya menggunakan celana pendek. Selanjutnya jasad korban langsung dievakuasi oleh tim SAR Gabungan dan dibawa menuju kamar jenazah RSUP Sanglah Denpasar menggunakan ambulance Balawista Badung," tutupnya.

Sementara itu, dari informasi sebelumnya, sebelum ditemukan meninggal karena terseret arus dan hanyut. Awalnya, ketiga murid menyewa papan boogie board atau papan surfing.

Rencananya mereka menyewa papan untuk belajar surfing.

Namun saat para murid belajar surfing, korban tidak ikut dan hanya duduk saja di tepi pantai.

Kemudian usai muridnya bermain surfing, sekitar pukul 11.00, pemuda yang tinggal di mess Home Schooling Anak Pintar, di Jalan Prof Dr. Supardjata, Jimbaran itu mengajak untuk berenang di pantai.

Ia mengatakan pada muridnya jika ombaknya lagi bagus.

Fajar langsung berenang dan selang beberapa saat  diikutimurid-muridnya.

Hanya saja, saat itu, murid korban hanya berada di pinggiran tidak sampai ke tengah.

Namun ketika sedang asik berenang, tiba-tiba datang ombak yang cukup besar menggulung mereka.

Beruntung ketiga murid korban bisa menyelamatkan diri. Namun nahas, menimpa Fajar. Dirinya terseret ke tengah laut dan hilang tenggelam, hingga ditemukan tewas tiga hari kemudian.

(rb/dre/pra/JPR)

 TOP