alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Di Balik Cerita Meninggalnya Gadis di Gianyar

Berkebutuhan Khusus, Semasa Hidup Sering Lari Tanpa Diketahui Keluarga

15 September 2021, 12: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

temuan mayat, gadis berkebutuhan khusus, orang hilang, tewas di jurang, BPBD Gianyar, Ni Putri Oka Ari Dapitri, jasad membusuk,

Petugas dari kepolisian dan tim medis saat memeriksa jasad Ni Putu Oka Ari Dapitri di rumah duka, kemarin (Istimewa)

Share this      

MENINGGALNYA Ni Putri Oki Ari Dapitri benar-benar menyisakan duka mendalam bagi keluarganya.

Sempat dilaporkan menghilang tiga hari, gadis berusia 20 tahun itu ditemukan meninggal dengan kondisi memprihatinkan.

Selain jasad sudah membengkak, tubuh gadis berkebutuhan khusus ini juga mulai membusuk.

Baca juga: Bikin Resah Pedagang, Disperindag Panggil Kepala dan Keamanan Pasar

Lalu bagaimana hingga korban menghilang dan ditemukan dalam kondisi meninggal?

IB INDRA PRASETYA, Gianyar

TANGIS keluarga langsung pecah ketika jasad Ni Putri Oki Ari Dapitri tiba di rumah duka. Mereka tak mampu membendung air mata ketika gadis kesayangan mereka harus ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Di tengah proses pencarian karena menghilang tiga hari, gadis asal Banjar Celuk Desa Buruan, Blahbatuh, Gianyar itu pulang dalam kondisi tak bernyawa.

Gadis malang ini ditemukan warga di dasar jurang yang berada sekitar 100 meter dari tempat tinggalnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencara Daerah Gianyar, Ida Bagus Suamba, menjelaskan jasad Putri pertama kali diketahui oleh warga sekitar pukul 15.00.

"Jasad dilihat berada di bawah jurang sedalam 15 meter. Mendapat laporan tersebut, kami pun datang dengan peralatan keamanan lengkap," ujar Suamba didampingi Kabid Kedaruratan BPBD Gianyar IGN Dibya Presasta.

Kata Suamba, curamnya jurang membuat tim sempat kesulitan melakukan evakuasi.

Selain itu sampah yang menumpuk dan derasnya air juga menjadi tantangan dalam evakuasi.

Beruntung setelah hampir 1,5 jam dengan gotong royong dibantu warga akhirnya jasad bisa dievakuasi.

Lebih lanjut, dari ciri-ciri jazad, kata Suamba memang mengarah ke salah satu warga yang dilaporkan hilang sejak tiga hari lalu.

Hal itu dikuatkan dari ciri korban yang tidak mengenakan busana dan potongan rambut.

"Sebelum penemuan ini, kami sejak tiga hari lalu telah mendapatkan laporan adanya warga hilang. Memang dari laporan tersebut, anak tersebut berkebutuhan khusus.

Korban memang sering berlari-lari tanpa sepengetahuan keluarga," ungkapnya.

Sementara itu, setelah jasad dievakuasi ke permukaan dengan kantong jenazah, pihak keluarga meminta dibukakan kantong jenazah.

Hak itu untuk memastikan bahwa jasad itu benar bagian dari keluarga mereka.

Setelah dipastikan kebenarannya jasad korban akhirnya langsung dipulangkan ke rumah duka di Banjar Celuk, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh Gianyar.

Sementara itu, bibi korban, Putu Ariani yang ikut dalam proses evakuasi mengatakan menerima dengan ikhlas kejadian tersebut.

"Kami keluarga mengikhlaskan, karena ini namanya musibah, semoga anak kami mendapat ketenangan," ujar Ariani dengan mata terlihat berkaca-kaca. 

(rb/dra/pra/JPR)

 TOP