alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dari Geger Temuan Mayat di Klungkung

Terungkap, Jasad Mengapung Ternyata Warga Kusamba

15 September 2021, 13: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

geger temuan mayat, mayat mengambang, Balawista Gianyar, BPBD Klungkung, mr X, temuan mayat, perairan Batu Timpeng, Pantai Klotok Klungkung, BPBD Gian

Petugas saat mengevakuasi jasad Koat yang ditemukan mengapung di tengah laut (Istimewa)

Share this      

SEMARAPURA-Sempat dititip di kamar jenasah RSU Sanjiwani, mayat tanpa identitas yang ditemukan nelayan asal Desa Lebih, Gianyar di perairan Jumpai, Klungkung, Selasa (14/9) terungkap.

Informasi terbaru, jasad yang ditemukan mengambang, itu ternyata jasad warga Dusun Bingin, Desa Kusamba, Klungkung.

Korban diketahui bernawa I Wayan Koat, 60.

Baca juga: Bank Indonesia: Saatnya Digitalisasi Hulu-Hilir Pertanian Bali Nusra

Sebelum ditemukan meninggal, korban sempat berpamitan mandi ke pantai.

Perbekel Kusamba, Nengah Semadi Adnyana saat dikonfirmasi membenarkan bahwa penemuan jenazah oleh nelayan Desa Lebih, Gianyar itu merupakan warganya.

Dijelaskannya, Koat memang kerap mandi di pantai sehari-harinya.

Dan seperti hari biasanya, Koat berpamitan kepada keluarganya untuk mandi di Pantai Monggalan, Kusamba.

Namun usai berpamitan mandi, korban tidak kunjung pulang hingga siang hari.

Sehingga pihak keluarga menyusul Koat ke pantai. “Tapi saat keluarga korban mencari korban ke pantai, korban hanya menemukan pakaiannya saja,”terang Semadi.

Selanjutnya, keluarga korban mencari Koat dengan menanyakan keberadaan Koat ke tetangganya.

Singkat cerita, setelah sempat berusaha mencari, pihak keluarga mendengar bahwa ada penemuan mayat di perairan Klungkung yang kemudian dibawa ke Pantai Lebih.

Setelah dipastikan, diketahui bahwa mayat itu merupakan warga Desa Kusamba.

Pihak keluarga kemudian memastikan dan membenarkan bahwa jenazah tersebut adalah yang bersangkutan (Korban Koat).

“Jenazah saat ini sudah berada di rumahnya,” terang Semadi.

Lebih lanjut diungkapkannya, kondisi ombak pada saat kejadian terbilang normal. Sehingga dimungkinkan Koat meninggal dunia dan terseret ke tengah laut lantaran faktor usia. 

(rb/ayu/pra/JPR)

 TOP