alexametrics
Minggu, 26 Sep 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa
Dari Heboh Postingan “Mimi” Milik Giri Prasta

BKSDA Bali Sebut Siamang Milik Bupati Badung Masuk Satwa Dilindungi

15 September 2021, 16: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

viral,  korban bully, artis, netizen, bupati di-bully, Bupati Giri Prasta, Siamang, Pemkab Badung, BKSDA Bali, serahkan siamang, hewan dilindungi, mim

MIMI: Owa Siamang (Symphalangus syndactylus) peliaraan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta usai dikembalikan ke BKSDA Bali, Rabu (15/9) (Wayan Widyantara)

Share this      

DENPASAR – Gegara memelihara Owa Siamang dan memposting di akun Instagram (IG) miliknya, Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta mendadak viral di media sosial.

Bully-an dan cercaan warganet ini setelah Giri Prasta dengan bangga menampilkan “Mimi” nama Owa Siamang peliharaannya ke akun Instagramnya @giri.prasta.

Sontak atas banyaknya komentar miring di akun IG @giri.prasta, bupati “Gumi Keris” ini langsung meminta maaf dan menyerahkan Owa Siamang ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali.

Baca juga: BRI Bantu Perbaikan Pura Pemastuan

Kepala BKSDA Bali R. Agus Budi Santosa saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima Satwa dilindungi Undang-Undang dari I Nyoman Giri Prasta.

Owa Siamang itu diserahkan Giri Prasta ke kantor Balai KSDA Bali pada Rabu (15/9/2021).

Diketahui, satwa yang diserahkan berupa Owa Siamang (Symphalangus syndactylus) sebanyak 1 (satu) ekor berjenis kelamin betina dengan umur 2 bulan.

Menurut Agus Budi, satwa ini dilindungi Undang-Undang berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan Dan Satwa Yang Dilindungi

Selanjutnya, sesuai dengan Peraturan Perundangan yang berlaku, 1 (satu) ekor Owa Siamang tersebut akan dilepasliarkan di hábitat aslinya di Provinsi Sumatera Barat dengan terlebih dahulu dilakukan rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Owa di Kalaweit Sumatera Barat.

Nantinya, imbuh Agus Budi, sebelum dilaksanakan translokasi ke habitan asalnya, satwa ini juga terlebih dahulu dilaksanakan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan bahwa satwa tersebut dalam kondisi sehat.

"Satwa Owa Siamang ini adalah salah satu satwa yang dilindungi Undang-Undang. Untuk itu masyarakat yang memiliki atau merawat agar menyerahkan atau melaporkan kepada Balai KSDA Bali," pinta Agus Budi.

(rb/ara/pra/JPR)

 TOP