alexametrics
Selasa, 21 Sep 2021
radarbali
Home > Radar Jembrana
icon featured
Radar Jembrana

Musim Hujan, Demam Berdarah Mengancam

15 September 2021, 18: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

demam berdarah, petugas fogging, dinas kesehatan jembrana,

Petugas saat melakukan fogging (M. Basir/Radar Bali)

Share this      

NEGARA –Memasuki musim hujan, masyarakat diminta lebih waspada dengan demam berdarah dengue (DBD). Karena meskipun pada tahun 2021 ini ada penurunan kasus DBD dibanding tahun lalu, potensi kasus DBD masih tetap terjadi karena musim hujan masih akan terjadi dalam beberapa bulan kedepan.

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata menjelaskan, setiap tahun puncak terjadinya kasus berbeda. Pada tahun 2021, puncak kasus DBD terjadi pada bulan Januari hingga 27 kasus. Bulan Juli hingga Agustus hanya 2 kasus. “Bulan September ini, hingga hari ini tidak ada kasus DBD,” jelas Parwata, Rabu (15/9).

DBD merupakan penyakit yang berbasis lingkungan, upaya pencegahan dimulai dari masyarakat dengan menjaga kebersihan lingkungan. Di antaranya dengan melakukan kegiatan 3 M secara rutin, yakni menguras, menutup, dan mengubur tempat yang menampung air, sehingga mencegah nyamuk berkembang biar.

Baca juga: Dipinjam Bali United Hingga Akhir Musim, Berharap Bisa Gantikan GDC

Disamping itu, pihaknya sudah menggelar fogging atau pengasapan rutin setiap hari. Tidak hanya di daerah yang terjadi kasus DBD, tetapi juga daerah zona merah atau daerah yang pernah terjadi kasus DBD sebelumnya. Kegiatan pengasapan ini hanya untuk membunuh nyamuk dewasa, sedangkan untuk pencegahan harus melakukan 3 M. “Kami tetap di zona merah untuk menggelar fogging, yang kasusnya banyak. Juga dengan menggalakkan Jumat bersih. Gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk,” ungkapnya.

(rb/bas/don/yor/JPR)

 TOP