alexametrics
Senin, 18 Oct 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa
Menilik Kondisi Perusda Jembrana

Bangkrut Sisakan Hutang, Aset Mangkrak Tersebar Dimana-mana

16 September 2021, 13: 45: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

perusda jembrana, pembentukan perumda, DPRD Jembrana, Pemkab Jembrana, perusda bangkrut, aset mangkrak,

Kondisi bekas kantor Perusda Jembrana yang selalu tertutup karena sudah bangkrut (M.Basir)

Share this      

BANGKRUTNYA perusahaan daerah (Perusda) Jembrana hingga kini masih menyisakan masalah. Selain masalah asset, Perusda Jembrana juga menyisakan hutang sesuai hasil audit independen.

Akibat bangkrut, kantor Perusda Jembrana yang berada di atas Perumda Air Minum sudah tidak terawat. Bahkan ironisnya lagi, kantor baru yang dibangun sekitar tahun 2018 juga tidak digunakan lagi alias mangkrak.

M. BASIR, Negara

Baca juga: Didorong Beralih ke Pertalite, Nelayan Klungkung Berharap Ada Subsidi

ASISTEN Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Sekretaris Daerah Jembrana I Gusti Ngurah Sumber Wijaya saat dikonfirmasi membenarkan dengan kondisi mangkraknya asset perusda Jembrana lama.

Hanya saja mengenai aset dari Perusda Jembrana, ia menegaskan bukan tidak ada.

Kata Sumber Wijaya, berdasarkan hasil audit independen, aset perusda ada di beberapa tempat terpisah. 

Aset perusda Jembrana lama itu, diantaranya mobil, baik untuk operasional kerja seperti mobil untuk sedot WC dan aset lain yang dimiliki perusda.

"Hasil investigasi audit independen seluruh asetnya ada, sudah ditemukan tersebar. Tetapi tidak di satu lokasi,"ungkap Wijaya, Rabu (15/9) kemarin.

Karena sudah tidak memungkinkan lagi dijalankan dan pemerintah kabupaten Jembrana akan membentuk Perumda Jembrana, selanjutnya masalah ini akan menjadi tanggung jawab dari Perumda Jembrana yang baru untuk tindak lanjut asetnya.

"Direksi perumda sebagai kelanjutan dari perusda akan mengambil langkah-langkah. Mungkin saja nanti akan melakukan penghapusan daripada mengeluarkan biaya pemeliharaan," ujarnya.

Sementara itu, mengenai Perumda Jembrana yang akan didirikan saat ini masih dalam pembahasan di dewan. Karena untuk membuat perumda Jembrana, harus ada payung hukum berupa peraturan daerah. "Pendirian Perumda Jembrana masih dalam proses," ungkapnya.

Seperti diketahui, Perusda Jembrana sebelumnya berdasarkan audit independen 2020, hasil audit Perusda Jembrana masih memiliki tunggakan utang piutang baik pada internal Perusda maupun pihak ketiga. 

(rb/bas/pra/JPR)

 TOP