alexametrics
Sabtu, 16 Oct 2021
radarbali
Home > Metro Denpasar
icon featured
Metro Denpasar
Soal Ganjil Genap Kendaraan Bermotor di Bali

Dewan Badung: Jangan Sakiti Masyarakat

19 September 2021, 18: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

ganjil genap kendaraan, pariwisata bali, dprd badung, dishub bali, pemprov bali, polda bali,

Anggota DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Ngurah Sudiarsa (Wayan Widyantara/Radar Bali)

Share this      

Pemerintah Provinsi Bali telah merancang pengaturan lalu lintas dengan sistem ganjil genap kendaraan bermotor di sejumlah daerah wisata seperti di kawasan tujuan wisata Sanur, Legian, Kuta.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi tidak terjadi lonjakan wisawatan di sejumlah tempat tujuan wisata. Rencananya Minggu depan akan diterapkan. Namun, hingga kini minim sosialisasi.

Anggota DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Ngurah Sudiarsa meminta pemerintah melakukan uji coba dahulu kebijakan ganjil genap. Bukan menerapkan secara resmi.

Baca juga: Pengguna Medsos Pertanyakan Peraturan Ganjil-Genap Kendaraan Bermotor

"Sebaiknya diuji coba dahulu sebelum diterapkan secara permanen. Kan tujuannya agar dapat mencegah wisatawan tidak terlalu ramai. Disisi lain, masyarakat setempat ingin mendatangkan orang lebih banyak," ujar Sudiarsa Minggu (19/9).

Hal ini memang menjadi dilema. Disatu sisi, masyarakat sudah merindukan wisatawan untuk berkunjung, disatu sisi pemerintah mencoba membatasi wisatawan datang dengan menerapakan sistem ganjil genap.

"Jangan sampai masyarakat tersakiti karena 20 bulan mereka paceklik untuk pemasukan. Kalau tujuannya (ganjil-genap) baik, kita mendukung, tapi perlu uji coba dahulu. Kita evaluasi nanti, apakah banyak manfaat atau tidak," tegas Sudiarsa.

Pantauan di lapangan, kondisi di sepanjang pantai Legian dan Kuta memang sudah mulai ramai. Namun, untuk daya belanja wisatawan masih rendah. Sejumlah pedagang yang ditemui radarbali.id mengatakan belum mendapatkan penghasilan yang cukup.

"Kan baru buka tiga hari. Tapi, ya masih sepi. Jualan aja, tapi belum ada yang beli. Ya bersyukur aja pantai bisa dibuka, karena ada harapan buat jualan," ujar Ibu Wayan, salah seorang pedagang di pantai Kuta.

(rb/ara/don/yor/JPR)

 TOP