alexametrics
Senin, 18 Oct 2021
radarbali
Home > Features
icon featured
Features
Oyagi Shuka, Gadis Jepang yang Ingin Jadi WNI

Fasih Mebasa Bali, Suka Babi Guling, Lawar, dan Nasi Men Weti

21 September 2021, 04: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Oyagi Shuka wna Jepang,  Ingin Jadi WNI, Fasih Mebasa Bali, Bahasa Indonesia, Lagu Kembangsaan,

Oyagi Shuka (kanan) menyanyikan lagu Indonesia Raya di hadapan tim verifikasi Kanwil Hukum dan HAM Bali. (Istimewa)

Share this      

Seni, budaya, kuliner, dan keramahan orang Bali telah memikat hati Oyagi Shuka. Agar cintanya tak bertepuk sebelah tangan, gadis 22 tahun itu kini sedang berjuang menjadi WNI.

MAULANA SANDIJAYA, Denpasar, Radar Bali

MENGENAKAN rok hitam dan kemeja putih panjang dengan bagian lengan dilipat setengah, Oyagi terlihat bersemangat menyanyikan lagu Indonesia Raya di Ruang Sahadewa, Kanwil Hukum dan HAM Bali, Senin (20/9).

Baca juga: Bisnis BRI Didorong dari Mikro, Oleh Mikro, Dan untuk Mikro

Selain harus melengkapi sederat persyaratan administrasi, orang asing yang ingin menjadi WNI wajib hafal lagu kebangsaan ciptaan WR Supratman itu.

Lagu Indonesia Raya dilantunkan Oyagi di hadapan Kepala Kanwil Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk selaku ketua tim verifikasi. Hadir juga Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Constantinus Kristomo. Selain itu, hadir perwakilan Polda Bali dan Ditjen Pajak Kanwil Bali.

Meski berdiri di depan para pejabat, perempuan yang berdomisili di Jalan Mertasari, Sanur, Denpasar Selatan, itu tampil sukses menyanyikan lagu Indonesia Raya, tanpa mengulang. Pengakuan disampaikan langsung Jamaruli Manihuruk.

“Yang bersangkutan (Oyagi) menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan sangat baik,” puji Jamaruli.

Oyagi sejatinya tidak asing dengan Bali. Ia lahir hingga besar di Denpasar. Oyagi saat ini berstatus sebagai mahasiswa.

“Tidak hanya pandai berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesa, Oyagi juga sangat fasih mebasa Bali,” imbuh Humas Kanwil Hukum dan HAM Bali, I Putu Surya Dharma.

Bahkan, Oyagi juga piawai menari Bali dan aktif berorganisasi di Sekaha Truna-Truni atau STT (organisasi muda-mudi tingkat desa) di salah satu banjar di wilayah Sanur, Denpasar.

Tim verifikasi dalam sidang tersebut mengajukan beberapa pertanyaan untuk menguji seberapa besar pengetahuan Oyagi tentang Indonesia. Di antaranya pertanyaan terkait wawasan kebangsaan serta alasan memilih menjadi WNI. Semua dijawab tuntas oleh Oyagi.

Oyagi sendiri mengaku sangat menyukai situasi keamanan dan kedamaian Bali. “Alam (Bali) yang asri dan warganya bersahabat,” tutur gadis manis berkacamata itu.

Ditanya cita-cita jika permohonan WNI-nya kelak dikabulkan, Oyagi ingin menjadi pengajar dan peneliti. Yang menarik, saat ditanya tentang makanan favorit, ternyata ia menyukai hampir semua kuliner lokal di Bali.

“Saya suka babi guling, lawar, tum, betutu,” jawabnya semringah.

Karena lama tinggal di kawasan Sanur, lidah Oyagi juga tertambat pada dua warung yang sudah melegenda di Sanur, yaitu nasi Men Weti dan Mak Beng. “Saya juga suka bakso,” imbuhnya bersemangat.

Nah, kalau tempat favorit, Oyagi suka jalan-jalan ke Nusa Penida, Pantai Tegal Wangi di Uluwatu, Badung, dan Pantai Sanur. Tidak hanya di Bali, ia juga suka traveling ke luar Bali. “Saya suka Jatim Park di Batu, Malang,” ungkapnya.

Di sisi lain, permohonan Pewarganegaraan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12/2006 tentang Kewarganegaraan, pada Pasal 8 berbunyi Kewarganegaraan Republik Indonesia dapat juga diperoleh melalui pewarganegaraan. Selain itu juga diatur dalam Pasal 3 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2/2007.

Menurut Jamaruli, verifikasi formil terhadap Oyagi hasilnya baik. Selanjutnya tim verifikator akan melakukan verifikasi lebih lanjut kelengkapan berkas. “Setelah itu hasil verifikasi dikirim ke pemerintah pusat,” tukas Jamaruli.

(rb/don/san/yor/JPR)

 TOP