alexametrics
Senin, 18 Oct 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dari Polemik Mahasabha Luar Biasa PHDI Pusat

Persadha Nusantara Dukung Sikap PHDI Pusat, Minta Putu Dunia Mundur

21 September 2021, 09: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

PHDI bergejolak, PHDI pusat, Mahasabha Luar Biasa, IB Putu Dunia, Wisnu Bawa Tenaya, kisruh PHDI, Persadha Nusantara, kudeta kepengurusan PHDI, desak

DENPASAR-Munculnya hasil Mahasabha Luar Biasa tak hanya membuat gejolak dan polemik di tubuh PHDI Pusat.

Atas kisruh dan aksi “kudeta” kepengurusan PHDI Pusat ini juga menuai respon dari DPP Persadha Nusantara. Sebagai organisasi kemasyarakatan, DPP Persadha Nusantara mendukung langkah PHDI Pusat yang tidak mengakui mahasabha luar biasa PHDI.

Selain itu, Persadha Nusantara juga mendesak agar Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia yang disebutkan sebagai ketua Pengurus Harian PHDI Pusat versi abal-abal tersebut menolak dan mengundurkan diri.

Baca juga: Pastikan Bunuh Diri, Polisi Temukan Banyak Luka Sayat dan Pisau Cutter

“Persadha Nusantara mendesak agar Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia yang disebutkan sebagai ketua Pengurus Harian PHDI Pusat versi abal-abal tersebut menolak jabatan itu serta segera mengundurkan diri,” kata Wakil Ketua Umum DPP Persadha Nusantara Gede Suardana kepada wartawan, Senin (20/9) kemarin.

Suardana mengatakan, Persadha Nusantara berharap Ia untuk menolak jabatan tersebut agar jangan membuat cacat sejarah di internal umat setelah sebelumnya berhasil menorehkan sejarah positif sebagai KSAU pertama dari umat Hindu.

“Jika ingin ngayah di PHDI untuk memajukan umat maka sebaiknya mengikuti proses mahasabha yang legal dan sesuai aturan organisasi.

Memalukan jika pihak-pihak yang mengaku ingin ngayah tetap menempuh jalan yang tidak sah sesuai aturan, AD/ART organisasi,” tandas mantan ketua KPU Buleleng ini.

Suardana mengatakan bahwa DPP Persadha Nusantara mendukung dengan tegas pernyataan sikap resmi PHDI Pusat yang ditandatangani, oleh Dharma Adhyaksa Ida Pedanda Gede Bang Buruan Manuaba,

Ketua Sabha Walaka I Nengah Dana dan Ketua Umum Pengurus Harian Wisnu Bawa Tenaya pada tanggal 20 September 2021 yang menyatakan “Mahasabha Luar Biasa Parisadha Hindu Dharma Indonesia” yang diselenggarakan oleh Lembaga Forum Komunikasi (Forkom) Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Se-Indonesia, adalah kegiatan Ilegal/Tidak SAH, karena tidak sesuai dengan AD/ART PHDI;

Persadha Nusantara menyatakan prihatin dengan perilaku para petualang politik berbaju kemasan sebagai pejuang Dresta Bali yang ujung-ujungnya merusak keadaban dan etika berorganisasi di internal umat Hindu.

Mendukung sikap Mayjen TNI (Purn) Sang Nyoman Suwisma S.Ip yang mengundurkan diri dari GKHN dan Brigjen Pol (Purn) Drs I Gede Alit Widana,SH.,M.Si, yang mengundurkan diri dari jabatan Ketua Sabha Walaka PHDI “abal-abal” Hasil Mahasabha Luar Biasa Ilegal/tidak sah.

Meminta kepada mereka-mereka yang mengaku pejuang Dresta Bali yang berada di balik kudeta PHDI ini kembali sadar dan meminta maaf kepada umat Hindu, serta jika berkeinginan ngayah dengan tulus mengikuti agenda resmi Mahasabha PHDI.

“Silakan berkompetisi di sana untuk dipercaya memimpin PHDI oleh para pemilik suara,”tukasnya.

(rb/feb/pra/JPR)

 TOP