alexametrics
Senin, 18 Oct 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dari Penangkapan Selebgram Bugil di Bali

Sederet Alasan Selebgram Cantik Rani Rahmawati Rela Live Bugil

21 September 2021, 11: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

selebgram, live bugil, Rani Rahmawati, alasan live bugil, uang,

Selebgram cantik, Rani Rahmawati di Mapolresta Denpasar Senin (20/9) setelah ditangkap karena live bugil di media sosial. (ADRIAN SUWANTO/ RADAR BALI)

Share this      

Melakukan aksi bugil di Indonesia masih menjadi hal yang tabu. Bahkan perbuatan pidana. Namun, Rani Rahmawati rela melakukan itu. Apa yang melatari tindakannya tersebut?

MADE DWIJA PUTRA, Denpasar  

Baca juga: Saat Live Bugil Selebgram Rani Pakai Nama Kuda Poni dan Bintang Live

RANI Rahmawati, selebgram cantik asal Cianjur yang ditangkap di Bali sebetulnya bukan pemain lama dalam dunia live bugil di medsos. Ia baru menekuni bisnis ini sejak Sembilan bulan terakhir.

Sejumlah hal menjadi alasan selebgram yang menggunakan nama samaran Kuda Poni dan Bintang Live di aplikasi Mango dan Bigo ini. Dirangkum dari rilis yang disampaikan Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Senin (20/9), ini sejumlah alasan Rani terjun di dunia pornografi tersebut.

Pertama, Rani Rahmawati merupakan seorang mantan pemandu lagu di sebuah tempat hiburan karaoke di Bali. Namun saat awal pandemi, tempat karaoke tempatnya bekerja sepi pengunjung. Bahkan, tutup.

Rani kemudian memutuskan untuk melakukan aktivitas live bugil di aplikasi Mango untuk meraup uang.  

“Dia dulunya bekerja sebagai LC di salah satu tempat karaoke. Karena Pandemi, tempat hiburan tutup dan sepi pengunjung,” terang Jansen.

Kedua, Rani terjun ke dunia hiburan malam hingga pornografi di medsos karena harus memenuhi nafkah keluarganya. Ia merupakan single parent, yakni berstatus sebagai seorang janda yang memiliki satu orang anak.

“Usia anaknya 8 tahun dan yang bersangkutan sendiri usianya 32 tahun,” terangnya.

Ketiga, Setelah berhenti dari tempat hiburan karaoke, Rani menekuni dunia pornografi selama sembilan bulan terakhir. Ia live bugil di aplikasi Mango dan Bigo sebanyak empat kali dalam seminggu. Penontonnya ribuan. Dalam sebulan rata-rata dia dapat Rp25 juta hingga Rp50 juta.

“Yang bersangkutan tidak terima booking order. Banyak penonton saat live yang menawarkannya. Tapi dia tidak mau,” jelas Jansen.

Sekadar diketahui, selebgram Rani Rahmawati ditangkap di salah satu kamar apartemen di Jalan Taman Pancing, Denpasar Selatan pada Jumat (17/9) sekitar pukul 02.00 Wita.

“Tim Sat Reskrim  Polresta Denpasar melakukan penggerebekan aktivitas selebgram tersebut  yang mana saat penggerebekan pelaku sedang melakukan live pornografi dalam keadaan telanjang bulat (bugil) di medsos  Mango,” terang Kombes Jansen, di Mapolresta Denpasar, Senin (20/9).

Saat didatangi polisi, wanita berusia 32 tahun itu langsung  gelagapan. Rani tak berkutik saat polisi langsung menggeledah isi kamarnya. Di sana ditemukan sejumlah barang bukti. 

Barang bukti yang diamankan, berupa tiga kartu ATM dari tiga bank berbeda, lampu penerangan yang dipakai saat live video.  

Juga ditemukan alat bantu seks berupa dildo, hingga kursi gaming yang dipakai oleh Rani saat live. Serta disita baju daster yang dipakai oleh pelaku ini saat live di aplikasi Mango.

“Dia digeledah oleh anggota Polwan kami,” tandas Jansen.

Dari penyelidikaan, terungkap bahwa Rani memiliki nama lain saat live bugil. Yakni Kuda Poni alias Bintang Live. Dua nama  itu merupakan identitas yang dipakainya saat live di aplikasi Mango.

Atas tindakan tersebut pelaku dijerat Pasal 4 ayat (1) UU No 44 Tahun 2008 tentang pornorafi dan atau pasal 45 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun.

(rb/dwi/yor/JPR)

 TOP