alexametrics
Senin, 18 Oct 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Muncul Klaster di Provinsi Lain, PTM di Buleleng Terancam Ditunda

24 September 2021, 06: 51: 05 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

pembelajaran Tatap Muka, Disdikpora Buleleng, klaster baru, PTM terancam tertunda, Satgas Covid-19,

Suasana simulasi pembelajaran tatap muka di SMPN 1 Singaraja (Eka Prasetya)

Share this      

SINGARAJA– Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Buleleng meninjau ulang wacana pembukaan belajar tatap muka pada awal Oktober 2021 mendatang.

Penyebabnya muncul klaster sekolah di provinsi lain. Tak pelak satgas pun dibuat galau dan was-was dengan hal tersebut.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa mengatakan, rencana membuka sekolah pada awal Oktober mendatang belum final.

Baca juga: Warga Sumberklampok Ucapkan Terima Kasih ke Gubernur Koster

Satgas masih menanti skema pembelajaran tatap muka yang disusun oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng.

Nantinya skema yang disodorkan Disdikpora akan dipelajari oleh satgas. Sehingga satgas dapat melakukan manajemen risiko pencegahan penularan covid-19.

“Skema sedang disusun Disdik. Nanti skema akan dibahas di tingkat satgas,” kata Suyasa saat dikonfirmasi Kamis (23/9) kemarin.

Lebih lanjut Suyasa mengatakan, pihaknya masih melihat eskalasi di daerah lain, setelah belajar tatap muka dilakukan. Pasalnya dari informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ada 1.296 klaster sekolah yang mencuat.

Menurutnya kondisi di daerah lain menjadi salah satu kajian satgas.

“Ini sedang kami kaji. Kenapa ada klaster. Jangan-jangan prokesnya tidak ketat. Tapi kalau prokesnya ketat, masih ada klaster, tentu akan kami kaji lagi. Orang tua mengizinkan tidak. Kami berani tidak membuka dengan kondisi risiko seperti itu,” imbuhnya.

Mantan Kadisdikpora Buleleng itu menegaskan, seluruh satuan pendidikan harus memiliki satgas aman bencana. Manajemen sekolah juga wajib menyusun protokol kesehatan, alur dan skema kegiatan siswa, serta standar prosedur dan mitigasi apabila ditemukan kasus covid-19.

Untuk diketahui, Pemkab Buleleng awalnya berencana membuka belajar tatap muka pada awal Oktober mendatang.

Hal ini dilakukan guna mencegah potensi learning loss pada siswa. Rencana belajar tatap muka itu juga dilakukan setelah Buleleng masuk dalam PPKM Level 3.

Selain itu dalam peta risiko yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Buleleng berada kini berada pada zona kuning. 

(rb/eps/pra/JPR)

 TOP