alexametrics
Senin, 18 Oct 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Gubernur Koster: KPID Strategis Menuju Digitalisasi Penyiaran

Sebut Seleksi Tanpa Intervensi

25 September 2021, 07: 45: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

pemprov bali, gubernur bali wayan koster, kpid bali, digitalisasi penyiaran,

KOMISIONER BARU: Gubernur Bali Wayan Koster (tengah) bersama Komisioner KPID Bali masa bakti 2021-2024 di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, (24/9). (Humas Pemprov Bali for Radar Bali)

Share this      

DENPASAR, Radar Bali- Gubernur Bali Wayan Koster mengajak anggota komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali berperan strategis di masa transisi siaran analog ke digital sesuai yang diamanatkan undang-undang.

“KPID Bali punya peran sangat strategis untuk melakukan sosialisasi tentang digitalisasi penyiaran. Ini termasuk menyiarkan peluang dan tantangan yang dihadapI pemerintah bersama masyarakat ke depan,” tandas Gubernur dalam arahan resmi saat melantik anggota KPID Bali masa jabatan 2021-2024 di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, Jumat, Sukra Pon wuku Kulantir, (24/9).

Gubernur Koster menegaskan digitalisasi penyiaran berdampak positif bagi dunia penyiaran. Pertama, pada efisiensi penggunaan spektrum frekuensi untuk penyiaran dan kualitas teknis penyiaran dalam bentuk gambar yang diterima masyarakat akan jadi lebih baik.

Baca juga: Motif Saling Ejek, Pisau Untuk Tikam Korban Habis Dipakai Kupas Mangga

Jumlah saluran televisi akan semakin banyak dan memungkinkan lebih banyak pilihan siaran televisi termasuk televisi lokal.

KPID Bali diharapkan menguatkan fungsi pengawasan siaran televisi dan radio, termasuk penguatan lembaga penyiaran lokal dalam rangka optimalisasi konten siaran lokal sebagai implementasi sistem stasiun jaringan.

 “KPID sebagai regulator penyiaran ke depan harus membangun kerja sama dan sinergi dari berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, DPRD, maupun organisasi keagamaan, organisasi sosial kemasyarakatan dan organisasi yang lainnya sebagai upaya bersama dalam mewujudkan konten siaran yang sehat untuk masyarakat,” jelasnya.

Gubernur Koster juga berharap KPID dapat mengarahkan lembaga penyiaran untuk lebih berperan serta dalam menyukseskan agenda pembangunan di Provinsi Bali yang dituangkan dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali  melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Khusus komisioner yang baru dilantik, Gubernur Koster menegaskan seluruhnya betul-betul hasil saringan dengan mengikuti seleksi ketat berbasis kompetensi dan psikologi.

“Saya ini guru. Saya lama jadi guru dan seorang guru selalu jujur memberikan nilai kepada muridnya. Kalau (nilai, red) 8, ya 8 kalau 7 ya 7 tidak mungkin nilai 5 tiba-tiba jadi 10 atau sebaliknya yang 10 jadi 5.Jadi yang berbicara di sini adalah hasil tes murni dari yang Anda lakukan,” tegasnya.

“ (Anggota komisioner, red) Bisa lolos bukan karena ditolong siapa-siapa, tapi lolos karena memang mengikuti seleksi dan lolos hasil seleksi dengan nilai yang memenuhi syarat, di-ranking murni. Itu adalah kebiasaan saya sebagai dosen,” tuturnya lagi

Gubernur melanjutkan, latar belakang seorang guru membuatnya terbiasa objektif dalam penilaian dan hal tersebut telah diterapkan secara ketat misalnya dalam pemilihan pejabat di lingkungan Pemprov Bali.

 “Jangankan selisih 5, selisih 0,5 saja saya nggak bisa ganti. Tetap berdasarkan nilai, dipertanggungjawabkan secara sekala-niskala. Buang jauh-jauh pikiran yang terpilih dan tidak itu karena ada intervensi. Saya bertanggung jawab penuh (atas pemilihan anggota KPID, red),” katanya, meyakinkan.

Untuk itu dirinya yakin mereka yang terpilih adalah orang-orang yang kompeten dan profesional. “Banyak tantangan yang kita hadapi berkaitan dengan lembaga penyiaran baik nasional maupun lokal. Supaya betul- betul sesuai dengan kehidupan, alam, dan budaya Bali. Sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Agar media penyiaran jadi media pembelajaran, mencerdaskan masyarakat sekaligus membangun kehidupan masyarakat yang sehat dan berkualitas. Agar tetap menerapkan nilai-nilai kehidupan yang beretika dan santun.  Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga penyiaran ini memiliki fungsi nyata bagi bangsa dan negara,” urai Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.

Jajaran komisioner KPID BAli periode 2021-2024 adalah Ida Bagus Agung Ketut Ludra, Ida Bagus Gede Yogi Jenana Putra, Ni Wayan Yudiartini, I Gede Agus Astapa, I Wayan Suyadnya, I Gusti Agung Gede Agung Widiana Kepakisan, dan I Nyoman Adi Sukerno.

Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda I Gede Indra Dewa Putra,  Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana, dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali, Ketut Lihadnyana. (arb)

(rb/ken/pra/JPR)

 TOP