alexametrics
Senin, 18 Oct 2021
radarbali
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Datang ke Tenganan, Sandiaga Uno Borong Ratusan Kain Tenun Untuk G-20

25 September 2021, 16: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Kementerian Parekraf, Sandiaga Uno, borong tenun, tenun bali, tenganan, pegringsingan, Bali,  KTT G-20 2022,,

Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno saat melihat proses pengerjaan kain tenun gringsing di Desa Tenganan, Jumat kemarin (24/9). (Zulfika Rahman)

Share this      

AMLAPURA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memesan 120 kain tenun gringsing untuk dihadiahkan kepada para pemimpin dunia yang akan hadir pada perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Bali tahun depan.

Pesanan tenun ini ternyata bisa memperkerjakan satu desa untuk mengerjakannya.

Pasalnya, selama pandemi, Desa Tenganan di Kecamatan Manggis, Karangasem yang sebelumnya terkenal memiliki teknik tenun spesial tersebut tidak berproduksi lagi.

Baca juga: Kiat Kantongi Izin Edar Kosmetik

Hal itu ia sampaikan saat berkunjung ke Desa Bali Aga Tenganan, Kecamatan Manggis, Jumat (24/9) kemarin.

“Saya order 120 kain tenun untuk dikerjakan selama satu tahun, jadi tahun depan sudah siap ya untuk saya hadiahkan kepada para pemimpin dunia peserta KTT G-20.

Semoga pesanan ini menjadi penyemangat ibu-ibu penenun sekaligus bisa membantu para pengrajin di sini," katanya.

Dia menegaskan, selama pandemi tidak hanya pengrajin di desa Tenganan saja yang terdampak.

Melainkan seluruh pengrajin juga terkena dampak dari pandemi. Selain itu Bali yang juga mengandalkan wisatawan tentu dampaknya akan terkena ke semua sektor termasuk pengrajin tenun di Desa Tenganan.

"Dampaknya memang sangat besar dan saya harapkan ini segera berakhir," harapnya.

Sandi sangat bangga dengan berbagai kerajinan yang dihasilkan masyarakat Desa Tenganan ini.

Salah satunya, kain tenun gringsing yang memakai teknik double ikat yang hanya ada di tiga negara di Dunia.

Seperti Jepang, India dan di Indonesia yakni Desa Tenganan. Sehingga dapat dipastikan produksi kain tenun desa Tenganan sangat spesial dan terbaik.

“Kami akan mendaftarkan kain tenun gringsing ini ke Unesco sebagai warisan budaya tak berbenda. Kalau nasional kan sudah diakui sebagai warisan budaya oleh Kemendikbud. Nanti tim akan turun agar segera bisa didaftarkan,” kata Sandi.

Dalam kunjungan itu, Sandi menyempatkan diri untuk berkeliling ke rumah-ruma warga Desa Tenganan. Dia juga menyempatkan diri untuk melihat langsung para perajin lontar dan kain gringsing. Selain itu, dia juga mencoba permaianan tradisional di sana.

Salah satu perajin yang ditemui Sandi bernama Susi menjelaskan, permintaan Sandiaga Uno tidak hanya membantu dirinya saja melainkan bisa membuat satu desa bergelora kembali.

Pasalnya, dari permintaan Sandi yaitu sebanyak 120 kain tenun selama satu tahun maka akan memperkerjakan 400 pengrajin, jadi hampir satu desa yang bisa bekerja. "Untuk membuat 1 kain bisa melibatkan 3-5 orang.

Jadi untuk membuat 120 kain kurang lebih 400 orang terlibat dalam pembuatan kain dari proses penggilasan kapas, proses pemintalan benang, pewarnaan sampai proses tenun," jelasnya.

Usai mendapat penjelasan dari Susi, Sandi meminta mereka untuk mengerjakannya dan meminta untuk bisa memberikan laporan pengerjaan kain istimewa tersebut.

“Saya doakan pak Sandi menjadi pemimpin yang amanah, mampu memberikan solusi langsung terhadap permasalahan kaum kecil dan tetap charming dan menjadi idola emak-emak”, ucapnya.

Sementara itu, Bupati Karangasem I Gede Dana yang hadir mendampingi mengucapkan rasa terimakasihnya bisa berkunjung ke Karangasem.

Dengan adanya kunjungan dan bentuk perhatian dari Kementerian Pariwisata ini diharapkan ada dampak peningkatan geliat pariwisata ke Karangasem.

“Mungkin kalau mas menteri Sandi melihat ada kekurangan bisa dibantu juga. Kami berharap kunjungan ini tidak pertama dan terakhir, tapi bisa beberapa kali,” kata Gede Dana. 

(rb/zul/pra/JPR)

 TOP