alexametrics
Senin, 18 Oct 2021
radarbali
Home > Radar Buleleng
icon featured
Radar Buleleng

Guru Kewalahan Didik Siswa, Warga Giri Emas Usulkan Sekolah Baru

25 September 2021, 21: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

SDN 5 Sangsit ,tergolong kelas gemuk, dinas pendidikan buleleng, pemkab buleleng,

SDN 5 Sangsit di wilayah Banjar Dinas Segara, Desa Giri Emas, saat ini tergolong kelas gemuk. (dok.radarbali)

Share this      

SINGARAJA– Warga di Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, mengusulkan pengadaan sekolah baru di wilayah mereka. Saat ini di wilayah Desa Giri Emas hanya terdapat satu sekolah dasar. Jumlah itu dianggap tak memadai. Karena jumlah anak-anak yang masuk jenjang sekolah dasar terus meningkat.

Perbekel Giri Emas Wayan Sunarsa mengatakan, saat ini hanya ada satu unit sekolah dasar (SD) saja di wilayah Giri Emas. Yakni SDN 5 Sangsit di wilayah Banjar Dinas Segara, Desa Giri Emas.

Menurut Sunarsa tiap tahun sekolah itu menerima hingga 40 orang siswa SD. Dampaknya guru-guru di sekolah itu kewalahan mendidik siswa. Karena sekolah tergolong kelas gemuk.

Baca juga: Hasil Penjualan Untuk Umat Hindu Dharma, Korban Banjir di Kalteng

Beberapa siswa yang tidak terdampung akhirnya dialihkan ke sekolah lain. Di antaranya ke SDN 1 Sangsit dan SDN 3 Bungkulan. Apabila tak segera ditindaklanjuti, ia khawatir sekolah tak mampu lagi menampung siswa.

“Apalagi di wilayah kami sekarang ada perumahan. Jumlah penduduknya lumayan banyak. Kalau tidak ada sekolah baru, kami khawatir nanti akan ada masalah baru di desa kami. Makanya kami harap ada tambahan sekolah di sini,” kata Sunarsa.

Sunarsa berharap sekolah baru dapat dibangun di lahan milik Pemkab Buleleng yang ada di sisi barat RSUD Giri Emas. Ia mengklaim ada lahan seluas 34 are di wilayah tersebut yang dapat dimanfaatkan untuk membangun gedung sekolah baru.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Made Astika mengungkapkan, peluang membangun sekolah baru di Desa Giri Emas sulit terealisasi. Sebab tak ada tanah milik pemerintah yang bisa dimanfaatkan untuk membangun sekolah.

Bagaimana dengan lahan di sisi barat RSUD Giri Emas? Astika menyebut tak ada lahan yang tersisa. Sebagian lahan sudah dimanfaatkan sebagai pasar yang dikelola desa adat. Sementara sebagian lahan lainnya telah dihibahkan pada Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Solusinya, pemerintah akan mengoptimalkan sekolah-sekolah di desa tetangga. Seperti SDN 1 Sangsit dan SDN 3 Bungkulan. Menurutnya kedua sekolah itu masih mampu menampung siswa-siswa dari Giri Emas yang tak kebagian kursi di SDN 5 Sangsit.

“Ada dua sekolah penyangga di sana. Jaraknya juga hanya 3 kilometer dari pusat Desa Giri Emas. Jadi tidak terlalu jauh. Sementara kami akan optimalkan dulu di sana. Sambil mencari solusi lain, sesuai dengan harapan yang diinginkan masyarakat,” kata Astika.

(rb/don/eps/yor/JPR)

 TOP