alexametrics
Senin, 18 Oct 2021
radarbali
Home > Radar Buleleng
icon featured
Radar Buleleng
Dari Peluang Budidaya Bunga Krisan

Dikembangkan di Dataran Rendah, Diekspor ke Jepang

26 September 2021, 05: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Budidaya Bunga Krisan,Distan buleleng, peluang ekspor, jepang dan timor leste,

Proses penanaman bunga krisan di Desa Ringdikit. (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA– Dinas Pertanian Buleleng tengah melirik peluang budidaya bunga krisan. Bunga yang biasanya hanya tumbuh di kawasan dataran tinggi, kini dikembangkan di dataran rendah. Kini Distan tengah melakukan uji coba pengembangan bunga itu di kawasan dengan ketinggian di bawah 200 meter dari permukaan laut.

Proses uji coba itu dilakukan di Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt. Proses budidaya dilakukan dalam rumah kaca. Pengujian itu juga mendapat asistensi khusus dari Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Kementerian Pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng I Made Sumiarta mengungkapkan, bunga krisan biasanya akan tumbuh subur pada lahan yang berada di dataran tinggi. Idealnya pada ketinggian 600 meter hingga 1.200 meter di atas permukaan laut.

Baca juga: Guru Kewalahan Didik Siswa, Warga Giri Emas Usulkan Sekolah Baru

Konon bunga krisan sudah berhasil tumbuh pada dataran rendah. “Sudah ada yang berhasil dilakukan di Cianjur, Jawa Barat. Itu bisa tumbuh di ketinggian 300 meter. Sekarang Balithi melakukan uji coba dengan ketinggian di bawah 200 meter,” ungkap Sumiarta.

Untuk proses penanaman, bunga krisan harus ditanam pada bangunan khusus. Dapat berupa rumah kaca atau rumah lindung. Sebab bunga krisan sangat rentan dengan kondisi cuaca ekstrem. Baik itu sinar matahari yang terlalu tinggi, terpaan angin yang terlampau kencang, atau terpapar air hujan langsung yang memicu bunga rentan hama.

Khusus di Desa Ringdikit, Kementerian Pertanian menyuplai 5.000 bibit bunga krisan. Hasil uji coba itu baru akan terlihat dalam kurun waktu 4 bulan mendatang.

“Kalau berhasil, ini akan dikembangkan lebih intens lagi. Sehingga Buleleng bisa jadi pusat budidaya bunga krisan. Karena kalau di dataran tinggi, luas lahan yang tersedia sangat terbatas,” katanya.

Sebenarnya saat ini Buleleng telah memiliki pusat budidaya bunga krisan. Yakni di Desa Pancasari. Bunga itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan hotel di Bali, bahkan diekspor hingga ke Timor Leste. Rencananya bunga krisan juga akan diekspor ke Jepang. Namun kini masih terkendala pandemi dan penutupan perbatasan antar-negara.

(rb/eps/don/yor/JPR)

 TOP