alexametrics
Senin, 18 Oct 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Bupati: Tenganan Tak Boleh Tergerus Budaya Lain

26 September 2021, 03: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

pariwisata bali, Desa Tenganan, Salahudin Uno, desa Bali Aga ,

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno mengunjungi desa Bali Aga yang berada di Kecamatan Manggis (Istimewa)

Share this      

AMLAPURA- Desa Tenganan baru-baru ini dinyatakan sebagai salah satu dari 50 desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Karena prestasi itu, memantik keinginan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno mengunjungi desa Bali Aga yang berada di Kecamatan Manggis pada Jumat (24/9) lalu.

Masuknya Desa Tenganan Pegringsingan ke dalam 50 besar desa wisata terbaik Indonesia, membuat Bupati Karangasem I Gede Dana mengaku bangga dan berharap untuk ke depannya Desa Tenganan Pegringsingan terus tercatat sebagai salah satu desa wisata terbaik di Indonesia. “Untuk dapat mempertahankan Desa Tenganan Pegringsingan sebagai salah satu desa wisata terbaik di Indonesia, yang pertama adat dan budayanya harus tetap dijaga, jangan sampai terpengaruh dan disusupi oleh budaya luar,” kata Gede Dana.

Dia menyebut, selama ini Desa Tenganan Pegringsingan dikenal di seluruh dunia karena adat dan budayanya yang masih kental dan asri. Gede Dana menambahkan, Desa yang dihuni 400 KK ini masih perlu dilakukan penataan yang lebih baik lagi.

Baca juga: Pendakian ke Gunung Agung Sepi

 “Seperti kebersihan agar tidak ada sampah sembarangan, biar lebih rapi dan yang lainnya, sehingga ke depan Desa Tenganan Pegringsingan tetap menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia,” ucapnya.

Bupati asal Desa Datah Kecamatan Abang ini menambahkan, di Karangasem terdapat sekitar 32 desa wisata. Namun sejauh ini baru Desa Tenganan Pegringsingan yang sangat menonjol.

“Karena di sini (Tenganan) punya identitas khusus dan sudah memiliki branding desa tua yang punya ciri khas tersendiri. Kekayaan alam, adat dan budayanya bukan hanya milik masyarakat Desa Tenganan saja, tapi juga merupakan kekayaan Karangasem bahkan Bali secara keseluruhan dan Indonesia,” tandasnya. 

(rb/zul/don/yor/JPR)

 TOP