alexametrics
Senin, 18 Oct 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Tangkapan Nigeria Penganiaya Mantan Pacar

Ditangkap, Pria Nigeria Penganiaya Mantan Pacar di Bali Menangis

26 September 2021, 10: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Koffe Christian Tao, Harry, Nigeria, penganiaya mantan pacar, Berlian Maharani Sahertian, ditangkap, menangis,

Koffe Christian Tao alias Harry (kiri) , warga Nigeria penganiaya mantan pacar, Berlian Maharani Sahertian (kanan) (IST)

Share this      

BADUNG - Berlian Maharani Sahertian, 40, mengetahui bahwa polisi telah menangkap mantan pacarnya, Koffe Christian Tao alias Harry, 26. Yakni pria asal Nigeria yang menganiaya dan merampas uang dan harta benda miliknya.

Hal itu diketahui Berlian Maharani Sahertian saat menghadiri panggilan Polsek Kuta Utara, Sabtu (25/9).

Berlian sempat melihat Harry saat digiring dari ruangan pemeriksaan menuju ke ruangan tahanan.

Baca juga: Pria Nigeria Penganiaya Mantan Pacar Bersembunyi di Sebuah Rumah

Dia pun menyebut, Harry diketahui menangis bahkan memohon minta maaf atas perbuataannya.

Namun, menurut Berlian, pintu maaf sudah tertutup untuknya sehingga wanita tersebut menyatakan bahwa masalah ini wajib diproses secara hukum yang berlaku.

Sebelumnya Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara Iptu Made Purwantara mengakui penangkapan Harry.

Dia menjelaskan, sejumlah barang bukti itu sudah disita pihaknya. Selain sejumlah barang berharga, polisi juga menyita sebuah baju kaus warna krem yang diduga dipakai saat dia menganiaya korban bernama Berlian Maharani Sahertian.

"Kami masih terus dalami keterangan pelaku untuk diketahui motif penganiayaan itu," jelas Iptu Purwanata.

Diketahui, Harry ditangkap polisi di Kuta Selatan, Jumat (24/9). Dia bersembunyi di sebuah rumah di Ungasan.

Diketahui, Berlian yang asal Bandung nyaris saja menjadi korban pembunuhan. Pelakunya hal lain adalah mantan pacarnya sendiri yang merupakan WNA asal Nigeria bernama Koffe Christian Yao alias Harry. 

Kejadian itu terjadi pada Jumat (27/8/2021) siang di Elev8 Residence Canggu, Kuta Utara, Badung. Kejadian itu bermula saat korban dihubungi oleh terduga pelaku untuk datang ke tempat tinggalnya di salah satu kamar di Elev8 Residence Canggu, Kuta Utara, Badung.

"Pelaku menghubungi korban dengan alasan ada sesuatu yang ingin dibicarakan," terang Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara, Iptu I Made Purwantara, Minggu (29/8/2021).

Setibanya di tempat itu, lanjut Purwantara, tiba-tiba terduga pelaku langsung merampas tas dan dompet milik korban.  Dia juga mengambil uang tunai sebesar Rp2 juta.

Di sana, korban juga dianiaya dengan cara dipukuli. Pelaku juga sempat mengancam akan menusuk korban menggunakan pisau. 

Nahasnya, tak cukup sampai di situ, pelaku malah memeras korban. Dia meminta korban menyerahkan uang Rp200 juta. Dan jika korban tidak memberikannya, maka pelaku akan membawa korban ke Ubud, Gianyar untuk dibunuh.

Dari hotel tersebut, korban yang berada di bawah ancaman pekaku lalu dibawa oleh pelaku ke mobil. Mereka berkendara hendak menuju Ubud.

Di tengah perjalanan, tepatnya di Kerobokan, Kuta Utara, Badung pelaku Harry menghentikan mobilnya di depan sebuah mesin ATM. Di sana dia menguras isi ATM korban belasan juta rupiah. Sehingga total uang yang diambil pelaku sudah sebanyak Rp20 juta. 

Setelah mengambil uang di ATM itu, mobil yang dipakai pelaku membawa korban ternyata mogok.

"Saat itu lah korban mendapatkan kesempatan untuk kabur. Dia diselamatkan oleh warga yang ada di tempat tersebut," beber Purwantara. 

Malam harinya, korban lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Kuta Utara, Badung.

(rb/dre/yor/JPR)

 TOP