alexametrics
Senin, 18 Oct 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Fix! PTM di Tabanan 1 Oktober, Guru Belum Divaksin Dilarang Mengajar

26 September 2021, 12: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

PTM, Tabanan, 1 Oktober 2021, vaksinasi guru, guru belum vaksin, dilarang mengajar,

Ilustrasi, simulasi pembelajaran tatap muka di Tabanan. (DOK RADAR BALI)

Share this      

TABANAN – Bupati Tabanan mengingatkan kepada Dinas Pendidikan Tabanan untuk mengutamakan kehati-hatian dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) yang digelar secara terbatas dalam waktu dekat.

Itu terungkap ketika Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan I Nyoman Putra yang membahas terkait kesiapan PTM terbatas yang direncanakan untuk diterapkan di Tabanan pada awal bulan Oktober 2021.

Sesuai dengan Surat Edaran Bupati Tabanan, menyusul SKB 4 Menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 dan Surat Edaran Gubernur bali tentang Pelaksanaan Pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 di Provinsi Bali.

Baca juga: Ditangkap, Pria Nigeria Penganiaya Mantan Pacar di Bali Menangis

Bupati Tabanan mengatakan aturan pola pembelajaran yang diberlakukan hanya sebanyak 50 persen dari kapasitas jumlah siswa dan penerapan waktu belajar dengan sistem shifting atau bergantian, dengan perhitungan 1 shiftnya akan berlangsung selama 90 menit.

Simulasi PTM di Tabanan sejatinya sudah pernah dilakukan sejak bulan Juli 2021 lalu. Namun penyempurnaan kesiapan, terhadap Satgas Covid-19 maupun protokol kesehatan ketat di setiap jenjang satuan pendidikan harus dipastikan bisa dipenuhi terlebih dahulu. 

Bupati Sanjaya mengimbau untuk seluruh tenaga pengajar/ guru wajib seluruhnya divaksin. Apabila ada yang belum divaksin dengan alasan tertentu, maka tidak diizinkan untuk mengajar.

“Jika seluruh kabupaten/kota di Bali serempak keputusannya, akhir bulan ini atau awal oktober nanti akan segera kita laksanakan” ujar Sanjaya.

Ia juga menegaskan, pemberlakuan PTM Terbatas ini agar tidak menjadi cluster baru dalam perkembangan virus Covid 19.

“Kita harus hati-hati sekali karena cluster ini yang harus kita waspadai” ucapnya. “Astungkara, di Tabanan Covid sudah mulai menurun, dari level juga sudah di level 3, tapi kita tetap harus hati-hati sedikit lagi, Intinya, tunggu beberapa hari lagi untuk persiapan yang lebih matang,” pungkasnya.

Kepala Disdik Tabanan, I Nyoman Putra, mengaku akan terus melakukan tinjau ulang terkait persiapan, satgas dan pelaksanaan protokol kesehatan.

Ia juga meminta agar hendaknya para orang tua menyediakan waktu untuk mengantar anak ke sekolah dan langsung menjemput sampai ke rumah usai belajar, agar anak langsung pulang ke rumah dan potensi anak-anak terpapar bisa ditekan. 

“Jika sekolah lalai dalam pokes dan ada penularan Covid-19 ada konsekuensi pemberlakuan PTM Terbatas tidak digelar dan  penutupan sekolah tersebut,” tandasnya. 

(rb/jul/yor/JPR)

 TOP