alexametrics
Senin, 18 Oct 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

APBD Seret, Bupati Buka Kran Investasi Kelola Sampah 

26 September 2021, 16: 24: 10 WIB | editor : Yoyo Raharyo

pengelolaan sampah, TPA Peh, kran investasi, Nengah Tamba, Jembrana,

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba (kiri) saat mengecek kondisi TPA Peh, Minggu (26/9) (IST)

Share this      

NEGARA – Sampah menjadi masalah serius yang masih belum ada solusi optimal mengatasi. Selain sampah masih banyak dibuang ke lingkungan, kondisi tempat pengelolaan sampah (TPA) sudah melebihi kapasitas karena puluhan ton setiap hari sampah masuk.

Seperti TPA Peh, Desa Kaliakah, puluhan ton sampah dibuang ke TPA hingga menjadi gunung sampah.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, sebenarnya upaya dalam mengatasi sampah sudah dilakukan. Mulai dari menggencarkan pengelolaan sampah berbasis sumber seperti yang dicanangkan Gubernur Bali Wayan Koster. 

Baca juga: Airlangga Dinilai Tepat Mulai Jalin Komunikasi Politik

Serta pengelolaan sampah berbasis desa dan kelurahan dengan TPS3R yang saat ini masih ada di delapan desa dan kelurahan. Bila dikelola sampah berbasis sumber, residu yang dibuang di Peh harapannya bisa berkurang.  

“TPS3R ini kita galakkan,” ujarnya, usai meninjau TPA Peh, Desa Kaliakah, kemarin (26/9).

Pengelolaan sampah di Jembrana, sejak awal tahun 2021 sudah ada pihak swasta yang mengelola di TPA Peh. Dia mengatakan, tidak menutup kemungkinan ada pihak ketiga untuk penanganan sampah.

Karena untuk menangani sampah menggunakan APBD, memerlukan anggaran besar. Sedangkan APBD Jembrana saat ini masih seret alias kecil.

“Menangani dengan APBD kita, payah sekali dan butuh biaya yang banyak,” terangnya, didampingi owner PT Reciki Mantap Jaya, Putu Ivan Yunatana, yang bergerak dalam pengelolaan sampah.

Menurut bupati, TPA Peh menampung seluruh sampah di Jembrana, sehingga kondisinya sudah melebihi kapasitas. Terlihat dari kondisi sampah TPA yang sudah menggunung.

Sehingga, selain memaksimalkan TPS3R di masing-masing desa atau kelurahan, dengan menggandeng pihak ketiga atau pihak swasta diharapkan meringankan beban APBD dalam penanganan sampah.

Dalam menangani sampah, butuh kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke lingkungan dan mengelola sampahnya sendiri, terutama sampah rumah tangga dengan memilih sampahnya. Karena jika tidak ada kesadaran masyarakat, sampah menumpuk ini berbahaya ke depan.

”Persoalan sampah ini dialami dari tahun ke tahun dan di seluruh daerah.  Dimana-mana, sudah bertumpuk tingginya. Selama pemerintahan yang ada, lupa mengurus sampah. Ketika sudah seperti ini (menumpuk), kita kehilangan solusi,” ungkapnya.

Bupati menegaskan untuk penanganan sampah ke depan, memberikan peluang investor masuk dan berani mengelola sampah di Jembrana.

“Silakan bagaimana dalam pengelolaan, lahan sudah ada, kita suport pendampingan anggaran. Tidak besar, harapan kita seperti itu, legalitas kita siapkan,” tandasnya.

(rb/bas/yor/JPR)

 TOP