alexametrics
Senin, 18 Oct 2021
radarbali
Home > Politika
icon featured
Politika

Kubu Moeldoko Disebut Sudah Terpecah Belah

04 Oktober 2021, 05: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

partai demokrat, ahy, Nazarudin,Tim KSP Moeldoko,

Moeldoko. (dok.jawapos.com)

Share this      

Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Herzaky Mahendra Putra mengungkapkan bahwa kubu Moeldoko yang hendak mengkudeta mulai terpecah.

Nazarudin selaku pemberi modal gerakan tersebut pun mundur dari kubu Moeldoko.

“Bukankah saat ini Tim KSP Moeldoko pun sudah cerai-berai. Max Sopacua mundur teratur. Cornel Simbolon mundur. Nazarudin pun sebagai salah satu investor keluar dari koalisi,” kata Zaky dalam telekonferensi pers, Minggu (3/10).

Baca juga: Identitas Oknum Itu Pasti Terungkap!

Kemunduran sejumlah tokoh tersebut diduga akibat ulah Rusdiansyah, kuasa hukum kubu Moeldoko yang memalsukan tanda tangan Kader Partai Demokrat untuk menggugat Ketum AHY. Di mana para kader tersebut juga telah melaporkan Rusdiansyah ke Polisi pada April lalu.

“Kami (juga) meminta agar pihak Polda Metro Jaya memprosesnya segera,” tutur dia.

Dia pun membeberkan kondisi kubu Moeldoko, di mana posisi Nazarudin digantikan oleh Muhamad Azhari, mantan kader yang sudah menjadi anggota partai lain.

Kondisi keuangan pun sudah membludak karena belum ada hasil yang menjanjikan.

Untuk itu, ia pun merekomendasikan kepada Moeldoko dua hal. Pertama adalah berhenti mengkudeta. Karena saat ini, semua kembali ke KSP Moeldoko.

“Beliau punya dua pilihan. Pertama, menghentikan semua ambisinya untuk mengambilalih Partai Demokrat. Mengakui kesalahannya. Meminta maaf kepada seluruh kader Partai Demokrat. Kami yakin, masih ada ruang perbaikan bagi siapapun manusia di muka bumi ini yang telah berbuat khilaf atau salah,” ujarnya.

Pilihan kedua, Moeldoko melanjutkan ambisinya dan siap-siap kehilangan, bukan saja uangnya, tetapi juga nama baik dan kehormatannya. Bukan saja kehormatan pribadi, tetapi juga kehormatan keluarganya.

“Kami yakin, InsyaAllah, bersama Tuhan dan dukungan rakyat Indonesia, kami dapat memenangkan proses hukum ini. Akhirnya, kami mengingatkan kepada KSP Moeldoko, tempuhlah cara-cara yang demokratis dan beradab. Jika memang ada ambisi jadi Presiden, dirikanlah partai sendiri,” tegas dia.

(rb/jpc/don/yor/JPR)

 TOP