alexametrics
Senin, 18 Oct 2021
radarbali
Home > Politika
icon featured
Politika

Golkar Siap Wujudkan Keseimbangan Politik di Bali

Pro Rakyat, Jamin SDM untuk Persaingan Sehat

04 Oktober 2021, 08: 00: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

dpd partai golkar bali, sugawa korry, kta golkar, airlangga hartarto, politik bali,

TERUS BERGERAK: Ketua DPD 1 Golkar Bali Dr. Nyoman Sugawa Korry saat memberikan sambutan pada acara sosialisasi percetakan kartu anggota Minggu (3/10). (Istimewa)

Share this      

DENPASAR, Radar Bali - Sebagai partai besar, Golkar Bali ingin sungguh-sungguh mewujudkan keseimbangan sekala dan niskala di Bali.

Untuk itu, DPD 1 Golkar Bali memfasilitasi para kader untuk memudahkan dalam pencetakan kartu tanda anggota (KTA) berupa fasilitas dan alat yang canggih. Tak tanggung-tanggung, Golkar Bali menggelontorkan Rp 100 juta untuk investasi pencetakan KTA.

"Sehingga dengan demikian berupa KTA sudah disetor bisa dicetak dengan cepat. Yang ingin dicapai yang realitas mampu menciptakan kekuatan partai sosial politik di Bali. Itulah konsep dasar harmonisasi," ungkap Ketua DPD 1 Partai Golkar Bali, Dr. Nyoman Sugawa Korry saat sosialisasi pencetakan kartu anggota di Wantilan Gedung DPD Golkar Bali, Minggu (3/10).

Baca juga: Sejumlah Menteri Respons Positif Usulan Gubernur Bali

Sugawa Korry mengatakan, Bali mengenal konsep harmonisasi yang bertujuan untuk  meningkatkan kapasitas kemampuan dan menjaga harmonisasi kualitas demokratisasi.

Dalam membangun Bali secara sehat, perpolitikan di Bali tidak bisa berjalan secara sepihak.

"Tugas itu ada di kita. Anggota fraksi ada yang lebih dari tiga periode tidak boleh hanya puas hanya sebagai anggota fraksi, tetapi kita harus puas dan bangga anggota fraksi di kabupaten atau provinsi jika berbuat nyata di masyarakat. Itu kepuasan hakiki seorang politikus. Maka dari itu lakukanlah langkah-langkah yang terukur," ucap Sugawa Korry membara.

Imbuhnya, ukuran tercapainya kualitas sebuah partai ada pada lembaga yang tertata dan diisi oleh anggota yang mumpuni dan berkualitas.

Terlebih musyawarah dari tingkat daerah sampai desa sudah berjalan dengan baik melalui musyawarah dan mufakat.

Tapi, menurutnya sebagai sebuah wadah tidak cukup menata kelembagaan semata, tetapi organisasi di provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa harus diperbaiki dan dititata dan diisi anggota partai Golkar yang riil.

“Apa alat ukurnya? Salah satunya mereka ber-KTA Partai Golkar karena anggota organisasi aktif. Di sana letak tanggung jawab semua membuktikan Golkar memang didukung oleh masyarakat dan anggota. Untuk itulah memperkuat konsolidasi anggota ini kami tidak ragu-ragu investasi hampir Rp 100 juta untuk bagaimana  bisa mencetak KTA di DPD Provinsi Bali. Ini bermanfaat. Apabila kita semua kuat dan berkolaborasi untuk itu dipraktekan sistem sosialisasi seperti sekarang," terangnya.

Walaupun belum menang  sepenuhnya dalam kontestasi politik, Sugawa Korry menegaskan yang terpenting adalah kualitas, khususnya dalam memberikan gagasan politik dalam pembangunan di Bali.

Golkar mengharapkan  kader tak cepat puas misalkan bisa meningkatkan jenjang pendidikan formal yang juga harus diikuti kemampuan mendalami budaya di Bali sehingga bisa menyama braya.

"Kalau program tidak  pro rakyat atau tidak menyentuh, maka itu tidak akan maksimal. Oleh karena itu, program harus  pro rakyat melengkapi program pemerintah yang belum maksimal. Contohnya, kita tahu hari ini pemerintah belum maksimal menyentuh sektor pertanian.

Kita pun harus bergerak, pembinaan desa adat LPD. Kita harus bergerak. Kita tahu tahu belum maksimal pemberdayaan ekonomi rakyat dan kapasitas memperbaiki ekonomi rakyat saat pandemi di sana kita  bergerak.

Program kita canangkan dalam program kerja. Maka dari itu harus berada dalam konteks harmonisasi pembangunan sekala dan niskala," pungkasnya. (rba)

(rb/feb/ken/pra/JPR)

 TOP