alexametrics
Senin, 18 Oct 2021
radarbali
Home > Features
icon featured
Features
Cerita Yatim Piatu karena Covid di Klungklung

Rawat Tiga Anak usai Suami Meninggal Covid, Dwi Berniat Cari Pekerjaan

05 Oktober 2021, 07: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

anak, yatim, piatu, karena covid, klungkung,

Puluhan anak di Klungkung menadi yatim, piatu, atau keduanya karena orang tua meninggal dunia terpapar Covid-19. (DEWA AYU PITRI ARISANTI/ RADAR BALI)

Share this      

Betapa, pandemi Covid-19 telah membuat puluhan anak di Klungkung menjadi yatim atau piatu atau keduanya. Begitu juga, tak sedikit suami kehilangan istri, atau sebaliknya. Ini cerita sebagian dari mereka yang ditinggalkan karena Covid.

Baca juga: Gadis 16 Tahun Diduga Dihamili Paman Sendiri

DEWA AYU PITRI ARISANTI, Semarapura 

PANDEMI Covid-19 telah merenggut banyak nyawa. Di Bali, sampai 4 Oktober 2021, sebanyak 3.966 orang meninggal dunia. Khusus di Kabupaten Klungkung sebanyak 170orang meninggal dunia dengan diagnosis Covid-19.

Yang memprihatinkan, kematian beberapa orang itu mengakibatkan puluhan anak (usia 0-18 tahun) menjadi yatim dan atau piatu. Ada yang kehilangan ayah, dengan demikian menjadi yatim, atau kehilangan kedua orang tuanya maka yatim piatu, atau kehilangan ibu atau piatu.

Di antara mereka yang ditinggal ayah. Seperti dialami anak-anak dari Anak Agung Gede Ngurah Putra, warga Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, yang meninggal dunia lantaran terpapar Covid-19.

AA Gede Ngurah Putra meninggalkan seorang istri bernama Agung Istri Dwi Wulanniati dan tiga anak yang masih kecil-kecil.

Kini, Dwi Wulanniati pun harus membesarkan ketiga anaknya, tanpa suami. Kepada radarbali.id, ia mengaku hanya bisa pasrah menerima nasib sepeninggal suaminya.

Hidup dengan tiga orang anak yang masih kecil, yakni usia satu tahun, 7 tahun dan 14 tahun, ia kini menjalani hidup dari belas kasih keluarga dan pemerintah. Mengingat suaminya yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.

“Saya hanya ibu rumah tangga. Saya tidak bekerja. Untuk sehari-hari, saya dibantu keluarga dan pemerintah. Kalau nanti dapat pekerjaan, saya akan bekerja,” tutur Dwi saat Dinas Sosial, Pemerdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung datang memberikan bantuan.

Lain lagi dengan anak-anak Ni Made Restiani yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Ia meninggalkan dua anak yang kini masih balita.

Kedua anaknya itu kini dirawat oleh ibu mertua, Ni Wayan Suryani. Suryani pun sehari-harinya digunakan untuk membantu merawat dua orang cucunya yang berusia 1 bulan dan 3 tahun.

Diungkapkan Suryani, sang menantu, Ni Made Restiani, saat terpapar Covid-19 sedang mengandung dengan usia kandungannya sekitar 7 bulan. Lantaran kondisi menantu yang terus melemah, sang cucu pun dilahirkan dengan proses operasi caesar.

Namun naas, beberapa hari setelah melahirkan dengan proses operasi itu, Restiani meninggal dunia. 

Kepala Dinas Sosial, Pemerdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, Senin (4/10) mengungkapkan ada lebih dari 20 anak di Kabupaten Klungkung yang kehilangan orang tua, baik ayah ataupun ibu lantaran terpapar Covid-19.

Meski mereka yang ditinggalkan orang tua tampak berasal dari ekonomi kelas menengah, menurutnya anak-anak itu butuh perlindungan masa depan terutamanya berkaitan dengan keberlangsungan pendidikan.

“Sebab ada beberapa anak kehilangan orang tua yang merupakan tulang punggung keluarga. Sehingga bila tidak dibantu, tidak menutup kemungkinan masa depannya terancam,” ungkapnya.

Terkait hal itu, diungkapkannya Kementerian Sosial berupaya agar anak-anak itu bisa mendapat beasiswa. Sementara dari Dinas Sosial, Pemerdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung berupaya agar anak itu bisa masuk Program Keluarga Harapan (PKH).

“Kami masih masukan formulasi karena semuanya belum tentu masuk DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial),” ujarnya.

Untuk bantuan saat ini, diungkapkannya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui Dinas Sosial, Pemerdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung telah menyalurkan sembako, kebutuhan bayi, alat tulis sekolah, dan lain-lain untuk anak-anak yang orang tuanya meninggal akibat terpapar Covid-19.

(rb/ayu/yor/JPR)

 TOP