alexametrics
Senin, 18 Oct 2021
radarbali
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

TOP! Tim Kriket Bali Kawinkan Emas Nomor T20

05 Oktober 2021, 16: 00: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

kriket bali, emas, kawinkan emas, PON, Bali, Papua,

Tim Kriket Putri PON Bali melakukan selebrasi sambil berlari usai mengalahkan Kaltim dan merebut emas nomor T20 di Lapangan Kriket Doyo Baru, Kabupaten Jayapura Senin (4/10).. (ALIT BINAWAN/ RADAR BALI)

Share this      

SENTANI - Cabor kriket sudah menyelesaikan pertandingan. Akhir manis pun terjadi. Tim Kriket PON Bali berhasil mengawinkan emas di nomor T20 sehingga akhirnya tim putra-putri berhasil mengemas tiga emas, dua perak, dan satu perunggu.

Menghadapi Tim Kriket Putri PON Kalimantan Timur dalam partai final nomor T20 yang berlangsung di Lapangan Kriket Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, mereka berhasil menang dengan skor 99-97. Ini adalah emas perdana mereka sejak cabor kriket di pertandingan secara resmi di PON XIX/2016, Jabar.

Di satu sisi, Tim Kriket Putra PON Bali berhasil menumbangkan tuan rumah Papua di partai final dengan skor 79-78. Raihan emas ini membuat Dewa Gde Putra Kisawa dkk berhasil mengemas dua emas dan satu perunggu di PON XX/2021, Papua.

Baca juga: Menko Airlangga: Covid-19 Turun, PPKM Lanjut dengan Penyesuaian PTM

kriket bali, emas, kawinkan emas, PON, Bali, Papua,

Para pemain Tim Kriket Putra PON Bali menggendong Manajer Tim Kriket PON Bali sekaligus Ketum Pengprov PCI Bali usai berhasil mengalahkan Papua di final yang berlangsung, Senin (4/10). (ALIT BINAWAN/ RADAR BALI)

Hujan sempat menghentikan pertandingan beberapa saat ketika tim putra giliran melakukan pukulan. Saat mendung hingga hujan, penampilan mereka sedikit kendur.

Tapi setelah hujan reda, mereka mengamuk dan tidak memberikan peluang Papua untuk menahan perolehan Bali yang terus meningkat.

“Waktu hujan, anak-anak sedikit tidak sabaran. Disatu sisi, Papua punya penurunan performa. Tadi (kemarin), mereka hanya dapat 78 poin. Akhirnya kami langsung all out. Saya pikir, kami tidak boleh meremehkan Papua,” ungkapnya.

Tapi yang spesial tentu saja tim putri yang akhirnya pecah telur sejak PON 2016. Saat itu, mereka hanya mampu mengemas satu perak dan satu perunggu. keberhasilan ini langsung disambut sukacita oleh seluruh pemain, pelatih, ofisial, hingga pengurus KONI Bali yang menyaksikan pertandingan secara langsung kemarin.

Setelah memastikan emas, seluruh pemain langsung berlari ke tengah lapangan untuk menghampiri Batsman mereka.

“Kami waktu di (PON) Jawa Barat, kalah di nomor T20. Ini target kami. bagaimanapun prestasi kriket Bali harus dipertahankan,” terang Manajer Tim Kriket PON Bali Agung bagus Tri Candra Arka saat ditemui usai pertandingan kemarin.

Langkah Bali sebenarnya sedikit lebih mudah di final. Sebab menurutnya, DKI Jakarta yang bertemu mereka di semifinal adalah lawan terberat mereka selama ini. Pria yang akrab disapa Gung Cok tersebut mengungkapkan jika menghadapi Jakarta, adalah final sesungguhnya. Namun dia tidak mau meremehkan Kaltim.

“Sebenarnya final sejati dan seimbang kami itu waktu lawan DKI. Kami harus kerjas 127 poin. Saya pikir, peta kekuatan Kaltim dibawah DKI. Tapi kami tidak boleh meremehkan mereka,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Ketum Pengprov PCI Bali tersebut.

Apa yang diucapkan Gung Cok ada benarnya. Selama ini, DKI Jakarta adalah momok menakutkan Bali. Di PON XIX/2016, jabar, mereka kalah di final twenty-twenty melawan mereka. Sedangkan untuk Kaltim, peta kekuatannya sudah terbaca dengan jelas karena sering bertemu di Kejurnas maupun Pra-PON.

Tapi dengan raihan tiga emas, Bali dipastikan gagal mencapai target. Sebab target mereka adalah enam emas. Gung Cok pun memakluminya dan berdalih jika emas memang menjadi target di setiap nomor agar para pemain semakin termotivasi.

“Saya pikir kekuatan kriket di Indonesia mulai merata. Suatu target kami wacanakan agar motivasi mereka meningkat. Target memang sapu bersih dan jangan pernah dijadikan beban. Kami ke sini (Papua) untuk mencari emas. Bukan perak atau perunggu,” ucapnya.

“Sekarang di PON Papua, ada pemerataan kekuatan di kriket. Seperti NTT yang tidak dianggap berta, tapi mampu berbicara sekarang. Saya ingin terus berusaha agar kriket Bali tetap menjadi yang terbaik di Indonesia,” tutup Gung Cok.

(rb/lit/yor/JPR)

 TOP