alexametrics
Senin, 18 Oct 2021
radarbali
Home > Features
icon featured
Features
Menilik Aktivitas Pesantren Digital Indonesia

Niatnya Tak Hanya Cetak Wirausahawan Tangguh, Tapi juga Kuat Spiritual

12 Oktober 2021, 23: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

YPDI, Pesantren Digital Indonesia PDA batcth 2, wirausahawan, generasi muda, ICMI Bali, MUI Bali,

Para mentor dan peserta Pesantren Digital Academy (PDA) bacth 2 di meeting room Wistara Family Cafe & Resto, Jl Mahendradatta no 9, Denpasar. (Istimewa)

Share this      

BERAWAL dari visi dan misi yang sama untuk berbagi pengalaman dan menularkan ilmu berbisnis secara jitu kepada para generasi muda atau milenial secara gratis.

Sekelompok wisausahawan handal dan memiliki jam terbang tinggi, ini rela meluangkan waktu, materi, dan lainnya dengan membentuk Yayasan Pesantren Digital Indonesia (YPDI)

Melalui yayasan ini, mereka punya niatan dan cita-cita mulia. Mulia karena selain ingin mencetak wirausahawan tangguh secara ekonominya, juga kuat secara spiritual bagi generasi muda Indonesia.

Baca juga: Selama Perjalanan Mata Hendra Kurniawan Ditutup, Tangan Dirantai

Harapan besar lainnya, semakin banyak pengusaha di Indonesia akan memicu terbukanya lapangan pekerjaan dan ekonomi bertumbuh. Seperti apa?

DIDIK D. PRAPTONO, Denpasar

JUMAT (8/10/2021) lalu, YPDI memulai pelaksanaan program Pesantren Digital Academy (PDA).

Program PDA ini, yakni pelatihan wirausaha intensif selama 3 bulan dan pendampingan selamanya untuk 16 orang generasi muda dengan silabus bisnis hasil dari ilmu dan pengalaman para mentor yang juga pengurus YPDI. Program ini gratis dan sudah memasuki batch ke 2.

Kick-off program PDA sendiri terlaksana pada hari Senin, (4/10/2021) yang dihadiri oleh pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali, pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Bali, pengurus YPDI, peserta PDA bacth 2, dan alumni PDA batch 1 berlangsung di meeting room Wistara Family Cafe & Resto, Jl Mahendradatta no 9, Denpasar.

Presiden YPDI Anton Kurniawan menjelaskan, program PDA memberikan pelatihan wirausaha untuk menciptakan strategi bisnis yang sehat dan menguntungkan.

"Selain itu ada silabus penguatan sisi spiritual dalam berbisnis dan menumbuhkan jiwa sosial berbagi," ungkapnya dihadapan para undangan.

Sedangkan Pengurus MUI Bali Ismoyo S. Soemarlan dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap keberadaan program PDA.

"Generasi muda harus punya pola pikir menjadi pengusaha agar mendapatkan nilai keberkahan hidup lebih tinggi.

Jangan terus-menerus berniat menjadi ASN atau karyawan selamanya. Para mentor YPDI sudah punya pengalaman dan jam terbang tinggi dalam bisnis, jadi program ini tepat untuk meningkatkan nilai Sumber Daya Manusia generasi muda," tandas Ismoyo dihadapan para peserta PDA batch 2.

Pengurus ICMI Bali Farida Hanum mempunyai pemikiran senada dengan Ismoyo S. Soemarlan.

"Saya sudah mengetahui sepak terjang para mentor dan pengurus YPDI dalam berbisnis dan berorganisasi, tak usah ragu lagi untuk serap ilmu dan pengalamannya," tambah Farida.

Salah satu alumni PDA Batch 1 Rafif yang didaulat memberikan testimonial dan semangat kepada peserta batch 2.

"Setelah mengikuti pelatihan PDA 3 bulan kemarin, saya merasa langkah usaha menjadi rasional, karena semua keputusan bisnis bisa direncanakan dan terukur. Jadi tahu cara memenangkan pasar untuk produk kopi saya," ungkap Rafif.

Arul sebagai sesama alumni batch 1 menambahkan, "Saya tidak habis pikir ada kumpulan manusia-manusia 'gila' mau membuat pelatihan wirausaha gratis 3 bulan dan pendampingan tanpa batas."ujar Arul

Program PDA ini berlangsung tiap hari senin dan jum'at selama 3 bulan. Peserta mendapatkan semua fasilitas program secara gratis.

YPDI menanggung secara swadaya untuk materi pelatihan, tempat meeting ber AC, konsumsi, koneksi internet, baju seragam, dan sertifikat, praktek bisnis, dan grup alumni.

Semoga menjadi kegiatan positif dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia generasi Indonesia.

(rb/pra/pra/JPR)

 TOP