alexametrics
Senin, 18 Oct 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dari Penangkapan Mahasiswa dengan BB 1 Kg SS

Sebelum Ditangkap Mahasiswa Ini Ngaku ke Bali Mau Cari Kerja

13 Oktober 2021, 15: 45: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Medi Sanjaya, Komo, mahasiswa, narkoba, Kota Metro, Lampung, cari kerja, Bali,

Medi Sanjaya alias Komo, mahasiswa asal Lampung ini ditangkap BNNP Bali karena menyimpan sabu-sabu seberat 1 kilogram. (MARCELL PAMPUR/ RADAR BALI)

Share this      

Medi Sanjaya alias Komo datang jauh-jauh dari Kota Metro, Lampung. Dia mengaku ke Bali untuk mencari kerja. Bukannya bekerja, dia malah menjadi bagian dari komplotan bisnis narkoba.

MARCELL PAMPUR, Denpasar

PENANGKAPAN Medi Sanjaya alias Komo, mahasiswa semester 7 karena menyimpang sabu-sabu oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali terungkap fakta unik.

Baca juga: Teater Tiga Runner Up Operet This Week 2021

Pemuda berusia 21 tahun itu ditangkap karena kepemilikan sabu-sabu seberat 1 kilogram, yakni 1.000, 15 gram bruto.

Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol Gede Sugianyar Putra menuturkan, penangkapan Komo ini bermula dari adanya informasi yang diterima petugas tentang adanya transaksi narkotika di kawasan Renon, Denpasar. 

"Pada Rabu (6/10/2021) sekitar pukul 13.00 WITA anggota kami melakukan pengamatan. Lalu pelaku ini terlihat dari dalam kamar homestay, pelaku langsung diamankan di parkiran," katanya kepada wartawan di BNNP Bali, Denpasar, Rabu (13/10/2021).

Petugas kemudian membawa Komo ke dalam kamarnya. Dari penggeledahan kamar homestay yang ditemppati Komo, ditemukan paket sabu-sabu tersebut. Petugas BNNP Bali juga menemukan plastik bendel dan timbangan elektrik.

Sugianyar pun menjelaskan, pelaku berasal dari Kota Metro, Provinsi Lampung. Jauh-jauh dari Pulau Sumatra, Komo beralasan ingin mencari kerja di Bali.

"Pelaku ini datang dari Kota Metro, Lampung ke Bali. Sekitar satu bulan. Dia mengakunya untuk cari kerja," jelas Sugianyar.

Bukannya mencari kerja, mahasiswa ini malah terlibat dalam jaringan narkoba. Saat diinterogasi, pelaku mengaku bahwa barang haram itu milik seorang bernama Ayah. 

"Kami masih kembangkan jaringannya. Dugaan awal jaringan Jakarta," tandasnya.

Menurut Sugianyar, barang bukti yang diamankan bernilai kurang lebih Rp2 miliar. 

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya minimal 6 tahun penjara.

(rb/mar/yor/JPR)

 TOP