alexametrics
Senin, 18 Oct 2021
radarbali
Home > Features
icon featured
Features
Kadek Wahyu, Pesilat Bali Peraih Emas PON

Pesilat Kadek Wahyu Ingin Belikan Rumah untuk Ortu dari Bonus Emas PON

13 Oktober 2021, 16: 30: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Pesilat Bali, I Kadek Wahyu Rihartana Giri, emas, beli rumah, untuk orang tua,

Pesilat PON Bali I Kadek Wahyu Rihartana Giri saat difoto usai memenangkan partai final kelas G putra kontra pesilat Jawa Barat IGI Rangga Barani di GOR Toware, Selasa (12/10). (ALIT BINAWAN/RADAR BALI)

Share this      

I Kadek Wahyu benar-benar semringah. Pertama kali turun membela Bali dalam ajang PON di Papua, dia berhasil merebut emas. Bonus emas pun menanti. Ia ingin mewujudkan angan-angannya membelikan rumah untuk orang tua.  

ALIT BINAWAN, Sentani-Papua

WAJAH Tim Pencak Silat PON Bali dan Pengprov IPSI Bali di PON XX/2021, Papua, terselamatkan. Sebelumnya ada rasa waswas karena dari nomor seni TGR (tunggal, ganda, regu), Bali hanya mampu mengemas satu perak dan tiga perunggu.

Baca juga: Sebelum Ditangkap Mahasiswa Ini Ngaku ke Bali Mau Cari Kerja

Belum lagi pesilat andalan Bali yang merupakan juara dunia 2018 dan pemegang medali emas Asian Games 2018, Jakarta-Palembang, Komang Harik Adi Putra harus kalah angka dari pesilat Jawa Barat Paksi Ghifari Nurgana di partai final Selasa (12/10).

Beruntung, pesilat Bali yang turun di kelas G putra, I Kadek Wahyu Rihartana Giri berhasil merebut emas setelah menumbangkan pesilat Jawa Barat IGI Rangga Barani dengan skor 5-0 di GOR Toware, Kabupaten Jayapura, Selasa sore.

Ini adalah emas perdana bagi pesilat berusia 24 tahun tersebut di PON. Kebetulan juga di final kemarin adalah pertemuan kedua antara Kadek Wahyu dan Rangga Barani di semua ajang.

“Saya di pertemuan pertama kalah. Sekarang saya bisa menang dan langsung dapat emas. Tapi waktu di pertemuan pertama dengan dia, saya sempat cedera lutut,” ucapnya.

Setelah dua tahun dari Pra-PON 2019, dia fokus berbenah. Terutama dia ingin membalas kekalahannya dua tahun lalu.

“Saya benar-benar baca tekniknya dia seperti apa. Saya memang ingin balas dendam disini (PON Papua),” terang pesilat asal Marga, Tabanan tersebut.

Sebenarnya sebelum final kemarin, ada sedikit rasa takut terjadi kecurangan seperti yang menimpa Komang Harik di kelas E putra. Untungnya, Kadek Wahyu bisa membuang jauh-jauh pikiran negatif tersebut.

“Ada sih ketakutan poin-poin terpotong. Tapi saya tidak pikirkan itu. Saya hanya fokus dengan lawan saya dan wasit juri yang menentukan hasil akhir,” bebernya.

Jalannya menuju emas perdana di PON Papua, sebetulnya tidaklah mudah bagi Kadek Wahyu.

Dia mengaku masih mengalami cedera. Bahkan saat PON digelar, rasa nyeri masih muncul. Tapi dia tidak mau menjadikan cedera sebagai alasannya untuk kalah di PON perdananya.

“Saya tidak mau larut dalam cedera. Saya harus buang jauh-jauh pikiran dan rasa takut. Pelatih juga memotivasi saya. Dia bilang kalau kaki kanan yang sakit, masih ada kaki kiri untuk bertarung,” tutupnya. 

Emas sudah berada di tangannya dengan mengalahkan Rangga Barani. Sekarang dia begitu senang karena bisa membahagiakan kedua orang tuanya di Bali. Dengan emas yang berhasil diraihnya, cita-cita mulianya pun bisa terwujud.

“Memang cita-cita saya kalau dapat emas dan bonus, saya mau membelikan kedua orang tua saya rumah. Jadi itulah motivasi terbesar saya untuk bisa merebut emas di PON kali ini,” ungkapnya.

Soal bonus, Gubernur Bali Wayan Koster memang sudah menjanjikan akan memberikan bonus kejutan. Namun, mengenai angkanya belum diungkap. Sebagai gambaran dalam PON Jabar, atlet Bali peraih emas mendapat bonus Rp165 juta. 

(rb/lit/yor/JPR)

 TOP