alexametrics
Senin, 18 Oct 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Penyebar Video Porno dan Pemeras Cewek Cantik di Bali Divonis 2 Tahun

Terdaka juga Divonis Denda Rp 500 Juta

13 Oktober 2021, 19: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

kasus pornografi, penyebar video porno, Rizky Fahmi, pemeras cewek cantik, cewek bali,

Ilustrasi (Dok Radar Bali)

Share this      

NEGARA— Rizki Fahmi, terdakwa kasus penyebar video berkonten pornografi untuk memeras cewek cantik di Jembrana Bali akhirnya divonis 2 tahun penjara.

Vonis yang diputus majelis hakim Pengadilan Negeri Negara (PN) Negara hampir sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum. Atas putusan tersebut, terdakwa yang sudah mengakui perbuatanya menerima putusan.

Sidang putusan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Fakhruddin Said Ngaji, terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 4 ayat 1 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Baca juga: Ny. Putri Koster: PKK ke Depan Harus Tanggap Terhadap Bencana

Sehingga, terdakwa dipidana penjara 2 tahun, denda Rp 500 juta subsider 4 bulan kurungan.

"Hal meringankan, karena terdakwa bersikap sopan dan mengakui perbuatanya. Hal memberatkan karena merugikan orang lain," bebernya.

Putusan tersebut hanya berkurang 2 bulan pada subsider dari tuntutan jaksa penuntut umum.

Sebelumnya, jaksa menuntut pidana penjara 2 tahun, terdakwa juga dipidana denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Namun demikian, terdakwa menerima putusan tersebut. Begitu juga dengan jaksa penuntut umum. "Terdakwa menerima, kami jaksa penuntut umum juga menerima tuntutan," terangnya.

Perkara yang membuat terdakwa dipidana berawal ketika terdakwa membuat link phising melalui website atau website palsu untuk mengelabui calon korban.

Terdakwa kemudian menyebarkan website palsu melalui akun-akun media sosial.

Alamat atau link website palsu tersebut akhirnya makan korban.

Korban yang sudah diketahui sandi media sosialnya dibuka oleh terdakwa. Terdakwa berhasil mengambil video pribadi korban yang digunakan untuk meminta sejumlah uang untuk tebusan agar video pribadi tidak disebarkan.

(rb/bas/pra/JPR)

 TOP