alexametrics
Senin, 18 Oct 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dari Kematian Kadek Sepi yang Diduga Dianiaya

Saat TSK Sumpal Mulut Mendiang Sepi Pakai Baju Dipergoki Sang Adik

13 Oktober 2021, 23: 00: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

kadek sepi, dugaan penganiayaan, bocah tewas dianiaya, polres karangasem, ayah bunuh anak, mulut disumpal baju, aksi sadis, aksi biadab,

KI-KA: Tersangka I Nengah Kicen, Korban Kadek Sepi, dan Ibu korban (Dok Radar Bali)

Share this      

FAKTA di balik kasus penganiayaan sadis dan biadab yang dilakukan I Nengah Kicen terhadap anak kandungnya (Korban I Kadek Sepi) diungkap kepolisian.

Setelah mengungkap bagaimana korban dianiaya tersangka dengan dipukul menggunakan tangan kosong, tongkat bambu dan kemudian disumpal menggunakan baju hingga lemas saat teriak kesakitan.

Kini alibi tersangka dan istri yang membantah melakukan penganiayaan juga akhirnya terpatahkan.

Baca juga: Biadab, Saat Kesakitan, Mulut Mendiang Sepi Masih Dibekap Hingga Lemas

ZULFIKA RAHMAN, Amlapura

TAK ada kejahatan yang sempurna.

Meski Tersangka I Nengah Kicen dan istrinya (Saksi Ni Nyoman Sutini) kukuh bahwa tak ada penganiayaan dari tewasnya I Kadek Sepi, namun fakta lain akhirnya yang bicara.

Fakta itu yakni justru muncul dari keterangan adik korban yang juga anak tersangka berinisial IKH, 6.

IKH yang sebelumnya sempat bermain dengan mendiang ini ternyata mengetahui secara persis bagaimana sang kakak dianiaya oleh ayah kandungnya.

Seperti diungkap Kapolres Karangasem AKBP Ricko Abdillah Andang Taruna saat memberikan keterangan pers di Mako Polres Karangasem, Rabu (13/10).

Didampingi Waka Polres Karangasem Kompol Dewa Anom dan Kasat Reskrim AKP Aris Setyanto, ia menyatakan saat bocah kelas VI SD Negeri Purwakerthi itu jatuh dan tumbang serta kejang usai dihantam pakai tongkat bamboo di kepala dan leher, korban langsung dibawa ke dibopong ayah dan ibunya ke kamar.

Selanjutnya, saat di kamar, sang adik yakni Saksi IKH melihat sang ayah megambil baju yang sebelumnya digunakan Sepi untuk digunakan membekap mulut serta hidung karena saat itu korban berteriak dan menangis kesakitan usai mendapat pemukulan bertubi-tubi.

“Kurang lebih lima menit dibekap hingga korban lemas. Alasanya agar tidak berteriak lagi.

Imbuh Kapolres, aksi biadab yang dilakukan tersangka dilakukan karena tersangka emosi dan marah saat melihat korban bermain air.

Akibat main air itulah, tersangka spontan naik pitam dan menganiaya korban hingga sampai menjemput ajal.

(rb/zul/pra/JPR)

 TOP