alexametrics
Senin, 18 Oct 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dari Tes Urine PNS RSUD Buleleng

Ternyata Oknum PNS di RS itu Sempat Pesta Sabu Bareng Tenaga Kontrak

14 Oktober 2021, 07: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

pns rs nyabu, nyabu bareng tenaga kontrak,rs buleleng, bnn, polres buleleng,

Ilustrasi (dok.jawapos.com)

Share this      

OKNUM PNS di RSUD Buleleng yang positif narkotika jenis sabu itu ternyata acap menggunakan sabu. Celakanya, dia tak sendiri. Ada tenaga kontrak yang diajak nyabu bareng. Alamak!!!!

Yang menarik, PNS tersebut akhirnya kini dirujuk ke RS Jiwa Bangli guna menjalani rehabilitasi dengan skema rawat inap.

 “Jadi hasilnya positif. Jadi dia (oknum pns) ini tahun 2019 sempat kena tes urine juga dengan hasil positif. Waktu itu kami arahkan rawat jalan di RSUD Buleleng. Itu berarti proses rehabilitasinya belum maksimal,” kata Kepala BNNK Buleleng AKBP Gede Astawa, saat ditemui Rabu (13/1).

Baca juga: Warga Menduga, Kuburan Bayi Baru Dua Hari

Saat dilakukan interogasi, oknum PNS itu mengaku sempat mengonsumsi narkotika dengan dua orang pegawai lain di RSUD Buleleng. Kedua pegawai itu berstatus kontrak. BNN juga telah melakukan tes urine terhadap dua orang pegawai kontrak itu. Hasilnya dinyatakan negative.

“Jadi PNS ini yang mengajak mereka konsumsi narkotika. Setelah kami tes urine, dua orang ini negative. Meski begitu, sudah ada pengakuan, kami tetap lakukan rehabilitasi rawat jalan pada dua orang ini,” katanya.

Sementara itu, Dirut RSUD Buleleng dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD mengatakan dirinya memang mendorong BNN melakukan tes urine secara rutin. “Karena tes urine itu tujuannya kan menolong mereka. Kalau tidak ketahuan, mereka akan terus ketergantungan. Mala merusakan kehidupan pribadi, keluarga, termasuk lingkungan kerja mereka,” kata Arya.

Terkait sanksi kepegawaian, Arya mengaku akan berkoordinasi dengan BKPSDM buleleng. “Karena ini hanya rehab, kami akan konsultasi dulu. Seperti apa sanksi kepegawaiannya. Kalau pidana, kan sudah jelas ada sanksi kepegawawian,” tegasnya.

Asal tahu saja, pada tahun ini tercatat ada 229 orang yang direhab oleh BNN Kabupaten Buleleng. Dari ratusan orang itu, sebanyak 41 orang dirujuk menjalani rehab di RS Jiwa Bangli. BNN menjamin warga yang menjalani rehab tak dikenakan sanksi pidana. Selain itu BNN juga tak memungut biaya dalam program rehabilitasi.

(rb/don/eps/yor/JPR)

 TOP