alexametrics
Senin, 18 Oct 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Tewasnya Kadek Sepi Diduga Dianiaya Ayah

Saat Kadek Sepi Lemas usai Dibekap dan Dipukuli, Ayah Cari Paranormal

14 Oktober 2021, 12: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

I Kadek Sepi, bocah tewas, Karangasem, I Nengah Kicen, cari paranormal,

Kapolres Karangasem AKBP Ricko Andillah Andang Taruna di Mapolres Karangasem saat memberikan keterangan pers kasus kematian Kadek Sepi. (ZULFIKA RAHMAN/ RADAR BALI)

Share this      

AMLAPURA - Kasus kematian I Kadek Sepi, bocah 13 tahun di Banjar Dinas Babakan, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang, Karangasem sudah menetapkan sang ayah, I Nengah Kicen.

Dari keterangan pers yang diadakan Polres Karangasem, terungkap bahwa saat Kadek Sepi lemas usai dipukuli dan dibekap mulut dan hidungnya, sang ayah pergi ke wilayah Abang untuk mencari paranormal.

Kisah itu diungkapkan Kapolres Karangasem AKBP Ricko Abdillah Andang Taruna didampingi Wakapolres Kompol Dewa Anom dan Kasat Reskrim AKP Aris Setyanto memberikan keterangan pers di Mapolres Karangasem, Rabu (13/10).

Baca juga: Desa Pramana Swan Siap Sambut Tamu Internasional

Ricko mengungkapkan, peristiwa nahas yang dialami bocah malang itu terjadi pada Selasa (21/9) lalu di rumahnya sendiri di Banjar Dinas Babakan, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang.

Sekitar Pukul 14.00 Wita, Sepi pulang dari main layang-layang bersama adiknya bernama IKH, 6. Kemudian Sepi disuruh menjaga adiknya. Sepi pun bermain di teras rumah dengan sang adik.

“Korban KS (Kadek Sepi) ini sebelumnya sempat bermain layangan. Setelah pulang, diminta menjaga adik-adiknya oleh bapaknya yakni NK (Nengah Kicen),” ujarnya kepada awak media.

Selang beberapa saat, ayahnya yakni I Nengah Kicen, 33, berada di dapur usai mencari rumput untuk pakan ternak. Ibu korban Ni Nyoman Sutini tengah mejaitan (merangkai) canang (sesajen).

Nah, Kicen pun mendapati sang anak sedang bermain air. Dia mencoba mengingatkan agar tidak bermain air.

Dengan alasan tak menghiraukan peringatannya, Kicen pun menjadi emosi. Secara spontan Kicen melakukan pemukulan terhadap Sepi pada bagian kepala dengan menggunakan tangan kosong.

Tak sampai di situ, Kicen langsung mengambil mainan pedang-pedangan yang terbuat dari kayu untuk digunakan memukul  kepala dan leher Sepi.

“Setelah itu kembali dipukul menggunakan tongkat bambu pada bagian leher dan dan kepala yang menyebakan korban ini jatuh ke lantai hingga kejang-kejang,” terang Ricko.

Di tengah kondisi tak berdaya akibat pemukulan, Kicen beserta sang istri mengangkat tubuh Sepi untuk dibawa menuju kamar rumah. Mulut dan hidup Sepi dibekap.

“Kurang lebih lima menit dibekap hingga korban lemas. Alasannya agar tidak berteriak lagi. Setelah itu korban ditinggal di kamar dalam kondisi muntah dan mencret,” terangnya.

Hingga akhirnya sekitar pukul 17.00, Kicen berusaha mencari pertolongan paranormal di wilayah Abang. Namun, sejam kemudian, sekitar pukul 18.00, Sepi meninggal.

Dua hari berselang, Eka Putra, 20, menemukan kejanggalan pada tubuh Sepi. Tubuh bocah itu terlihat ada sejumlah luka memar dan patah tulang . itu diketahui saat prosesi memandikan jenazah pada Kamis (23/9) lalu.

Kasus ini dilaporkan ke Mapolsek Abang. Polisi pun melakukan penyelidikan. Memeriksa saksi, mengumpulkan bukti, dan membongkar Kembali kuburan Sepi serta mengotopsi jenazahnya.

“Dari hasil otopsi kami cocokan dengan bukti lain, termasuk keterangan saksi mulai dari pelapor, keluarga yang ada di lokasi kejadian hingga tetangga yang datang setelah kejadian sesaat sebelum KS ini meninggal kami mintai keterangan. Dari keterangan saksi dan bukti, NK kami tetapkan tersangka,” tegas Ricko.

Atas perbuatannya itu, Kicen dijerat dengan pasal 80 ayat (4) jo pasal 76C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak subsider Pasal 44 ayat (3) nomor 23 tahun 2004 tentang Perlakuan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT).

“Ancaman hukumannya 15 tahun penjara, tapi karena dilakukan orang terdekat maka ancaman hukuman ditambah sepertiga menjadi menjadi 20 tahun penjara,” tukasnya.

(rb/zul/yor/JPR)

 TOP