alexametrics
Sabtu, 16 Oct 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Nyambi Jadi Pengedar Sabu, Oknum Anggota Polres Badung Divonis 8 Tahun

Terdakwa juga Diganjar Denda Rp800 Juta

14 Oktober 2021, 22: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

oknum polisi, polisi jualan sabu, oknum Polres Badung, vonis polisi narkoba, Gde made Ardhana, polisi edarkan sabu,

Terdakwa Gde Made Ardhana (kanan) didampingi penasihat hukumnya Aji Silaban. (Istimewa)

Share this      

DENPASAR— Gde Made Ardhana, 34, oknum polisi yang bertugas di Polres Badung akhirnya menjalani sidang putusan secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (14/10).

Saat sidang pembacaan amar putusan, Majelis Hakim yang diketuai Angeliky Handajani Day mengganjar Terdakwa Gde Made Ardhana dengan hukuman pidana selama 8 tahun penjara.

Putusan majelis hakim tersebut lebih ringan 2 tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Gusti Ayu Surya Yunita.

Baca juga: Kondisi Kesehatan Menurun, Keluarga ZT Kembali Ajukan Penangguhan

Saat pembacaan surat tuntutan, JPU Ayu Surya Yunita menuntut Ardhana dengan pidana penjara selama sepuluh tahun karena dinilai terbukti menjadi pengedar sabu-sabu.

Sementara dalam amar putusannya, hakim yang pernah membebaskan bos BPR Legian, Titian Wilaras, dari tuntutan 12 tahun penjara itu menyatakan Terdakwa Gde Made Ardhana terbukti melanggar Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) UU Narkotika.

Selain pidana penjara yang dikurangi, tuntutan pengganti denda atau subsider juga dikurangi hakim. Dari sebelumnya dituntut denda Rp800 juta subsider empat bulan, dalam putusan subsider dikurangi sebulan tinggal tiga bulan.

“Menjatuhkan pidana penjara selama delapan tahun dan denda Rp800 juta subsider tiga bulan penjara,” kata hakim Angeliky.

Sontak, kortingan dua tahun penjara itu langsung diterima terdakwa. “Kami menerima, Yang Mulia,” ujar Aji Silaban, pengacara yang mendampingi terdakwa.

Tak hanya terdakwa, JPU Kejari Denpasar juga ikut menerima putusan hakim.

Seperti diketahui, hingga kasus yang menjerat oknum anggota Polri ini bergulir bermula dari pengembangan terdakwa lainnya, yaitu I Made Buda Artana dan Mohamad Faris Setiawan (keduanya sidang terpisah). 

Beberapa jam sebelum ditangkap, terdakwa menghubungi Buda Artana untuk datang ke tempat kosnya di Jalan Indraprasta, Mengwi Tani, Badung.

Terdakwa memerintahkan Made Ardhana mengambil 31 paket sabu di Jalan Glogor Carik, Denpasar Selatan. 

Buda mengajak Mohammad Faris Setiawan mengambil tempelan sabu-sabu.

Tiba di lokasi yang dituju, Buda Artana dan Faris langsung diringkus polisi.Setelah penangkapan kemudian dilakukan penggeledahan terhadap Buda Artana dan Faris.

Hasilnya ditemukan 31 paket sabu seberat 3,72 gram netto yang tersimpan di dalam minuman kemasan bekas. 

Diketahui bahwa 31 paket sabu itu milik dari terdakwa Made Ardana.

Anggota Polresta Denpasar pun langsung menangkap terdakwa Made Ardana di lobi Kantor Polres Badung.

Saat dilakukan penggeledahan terhadap terdakwa dan sepeda motor yang dikendarainya. Petugas menemukan 7 paket sabu dengan berat netto 0,86 gram dan 3 butir tablet warna hijau psikotropika dengan berat keseluruhan 0,98 netto.

Barang-barang terlarang itu diakui milik dari terdakwa. 

(rb/san/pra/JPR)

 TOP