alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

TERHARU! PON Papua Jadi PON Terakhir, Ini Janji Lifter Andalan Bali

DENPASAR – PON XX/2021, Papua bisa disebut sebagai PON terakhir dari lifter PON Bali I Ketut Ariana. Lifter yang akrab disapa Banat tersebut mengaku tahun ini bisa saja menjadi PON terakhirnya.

Itu sebabnya dia akan berjuang mati-matian untuk bisa meraih medali emas. “Kalau sekarang, target pribadi saya emas di PON nanti.

Sekarang kebetulan saya masuk di usia emas untuk berprestasi. Kesempatan ini tidak datang dua kali dan kemungkinan di PON tahun ini, jadi PON penutup untuk saya,” terang lifter yang sempat membela Indonesia di Olimpiade Rio 2016 tersebut.

Terhitung sejak Februari, Banat sudah mulai berlatih intens. Sepekan dia bisa berlatih selama lima kali. “Sekarang program latihan sudah 80 persen dari target,” ucapnya.

Baca Juga:  Bali United Butuh 4 Kemenangan Beruntun untuk Kunci Gelar Liga 1

Itu artinya, total angkatan clean and jerk Banat masih belum mencapai target yang ditetapkan untuk bisa meraih emas di PON nanti.

Disinggung berapa total target angkatan, Banat masih merahasiakannya. Termasuk di kelas mana dia akan bertarung nanti. “Ini masalah strategi,” terangnya singkat.

Untuk bisa mencapai total angkatan yang ditargetkan, dia harus bisa membenahi beberapa aspek seperti fisik dan kekuatan.

- Advertisement -

Maklum dia cukup lama tidak berlatih seperti saat ini karena cedera bahu yang dialaminya saat Asian Games 2018, Jakarta – Palembang.

“Yang perlu dibenahi itu fisik dan power. Dua hal ini yang belum kembali sepenuhnya. Tinggal benahi itu, kedepannya sudah tidak ada masalah. Sekarang saya juga masih program penguatan bahu dan recovery,” terangnya.

Baca Juga:  Untuk Fans, Ganjar Mukti Siap Berikan Jersey ke Penonton

Dengan cedera yang sempat dialaminya, Banat mengaku tidak ada rasa trauma sama sekali. Peraih medali perak di PON XIX/2016, Jabar itu mengaku tidak memiliki beban berat untuk bisa merebut emas di PON nanti.

“Saya itu orangnya sudah terbiasa dengan trauma. Namanya olahraga, tidak mungkin jalannya mulus terus. Pasti ada tanjakan yang harus dilewati. Saya juga sudah terbiasa dengan target besar.

Apalagi saya salah satu lifter senior. Mental dan fisik semakin lama semakin mengikuti. Bawa santai dan nikmati saja,” tutup lifter asal Jembrana tersebut. 

- Advertisement -

DENPASAR – PON XX/2021, Papua bisa disebut sebagai PON terakhir dari lifter PON Bali I Ketut Ariana. Lifter yang akrab disapa Banat tersebut mengaku tahun ini bisa saja menjadi PON terakhirnya.

Itu sebabnya dia akan berjuang mati-matian untuk bisa meraih medali emas. “Kalau sekarang, target pribadi saya emas di PON nanti.

Sekarang kebetulan saya masuk di usia emas untuk berprestasi. Kesempatan ini tidak datang dua kali dan kemungkinan di PON tahun ini, jadi PON penutup untuk saya,” terang lifter yang sempat membela Indonesia di Olimpiade Rio 2016 tersebut.

Terhitung sejak Februari, Banat sudah mulai berlatih intens. Sepekan dia bisa berlatih selama lima kali. “Sekarang program latihan sudah 80 persen dari target,” ucapnya.

Baca Juga:  Target 30 Emas Sudah Dapat 7 Emas, Ini Pesan Ketua KONI Bali

Itu artinya, total angkatan clean and jerk Banat masih belum mencapai target yang ditetapkan untuk bisa meraih emas di PON nanti.

Disinggung berapa total target angkatan, Banat masih merahasiakannya. Termasuk di kelas mana dia akan bertarung nanti. “Ini masalah strategi,” terangnya singkat.

Untuk bisa mencapai total angkatan yang ditargetkan, dia harus bisa membenahi beberapa aspek seperti fisik dan kekuatan.

Maklum dia cukup lama tidak berlatih seperti saat ini karena cedera bahu yang dialaminya saat Asian Games 2018, Jakarta – Palembang.

“Yang perlu dibenahi itu fisik dan power. Dua hal ini yang belum kembali sepenuhnya. Tinggal benahi itu, kedepannya sudah tidak ada masalah. Sekarang saya juga masih program penguatan bahu dan recovery,” terangnya.

Baca Juga:  FIX! Kapten Fadil & Gelandang Hariono Masih Bersama Bali United

Dengan cedera yang sempat dialaminya, Banat mengaku tidak ada rasa trauma sama sekali. Peraih medali perak di PON XIX/2016, Jabar itu mengaku tidak memiliki beban berat untuk bisa merebut emas di PON nanti.

“Saya itu orangnya sudah terbiasa dengan trauma. Namanya olahraga, tidak mungkin jalannya mulus terus. Pasti ada tanjakan yang harus dilewati. Saya juga sudah terbiasa dengan target besar.

Apalagi saya salah satu lifter senior. Mental dan fisik semakin lama semakin mengikuti. Bawa santai dan nikmati saja,” tutup lifter asal Jembrana tersebut. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/