alexametrics
23.7 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Kecewa Liga Ditunda, Gavin Bali United; Saya Tidak Mau Ada Prank Lagi!

GELARAN kompetisi sepak bola Tanah Air Liga 1 dan liga 2 yang rencananya dihelat 9 Juli mendatang resmi ditunda hingga akhir Juli 2021 mendatang.

 

Kepastian penundaan gelaran kompetisi Liga I dan 2, ini setelah PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator Liga 1 dan Liga 2 2021 memutuskan untuk melakukan penundaan.

 

Dampak penundaan kompetisi membuat sejumlah pemain kecewa.

 

Salah satunya pemain skuad Bali United Gavin Kwan Adsit. Gavin sangat berharap Liga 1 bisa bergulir kembali. “Saya berharap liga berjalan secepatnya dan tidak tertunda lagi. Saya tidak mau ada PHP atau prank lagi,” ucap Gavin, Kamis (1/7).

- Advertisement -

 

Menurut pemain serba bisa tersebut, penundaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 yang terus berulang membuat dirinya dan bahkan pemain lain frustasi.

 

Bahkan dia sedikit melontarkan pernyataan sarkas terkait carut marutnya persepakbolaan Tanah Air.

 

Baca Juga:  Sugawa Korry: Atlet-Pelatih PON Bali Wajib Diganjar Bonus

“Kami jujur frustasi dan kecewa. Seharusnya (Liga 1) sudah mulai lagi. Tapi sekarang belum ada kepastian dimulai lagi. Kalau tidak ada kejelasan, bisa-bisa satu tahun lagi baru ada kompetisi. Dunia sepak bola Indonesia sangat buruk. Disini yang paling terlambat dan tertinggal diantara negara-negara lain,” tegas Gavin.

 

Selain itu, akibat penundaan yang terus berulang, membuat semangat pemain diakuinya menjadi berkurang.

 

Menurut mantan pemain Mitra Kukar dan Barito Putera ini, penundaan liga bisa membuat masa depan pemain menjadi tidak jelas.

 

“Semangat kami yang kena. Secara mental jelas sangat tidak bagus. Kami tidak tahu masa depan seperti apa. Kami sudah melakukan persiapan begitu lama dan tidak ada tujuan sama sekali dari persiapan yang kami lakukan,” terangnya.

 

Selama belum ada kejelasan kompetisi, Gavin setuju tim-tim yang menjadi kontestan di Liga 1 dan Liga 2, tidak meliburkan skuadnya.

Baca Juga:  Serka Dewa Astawa Keliling Bali Sejauh 374 Km, Ini Pesan Jendral Benny

 

Terutama untuk Bali United. Serdadu Tridatu selain menunggui kabar kapan dimulainya Liga 1, skuad asuhan Stefano Teco Cugurra tersebut juga menunggu kapan AFC Cup 2021 digelar.

 

Seharusnya, Serdadu Tridatu bertarung di laga perdana grup G Rabu kemarin (30/6) menghadapi wakil Kamboja Boeung Ket FC. Namun federasi sepak bola Asia atau AFC membuat kompetisi sepak bola antar klub di Asia di zona Asia Tenggara mengambang.

 

Tidak ada kejelasan dari; AFC kapan dan dimana AFC digelar.

“Minimal selama menunggu kompetisi, kami masih bisa latihan. Tapi ya ada kompetisi lebih bagus. Kalau latihan saja, situasi pertandingan tidak dapat. Bisa berkurang sentuhan bolanya.

Semoga dalam waktu dekat sudah ada kejelasan terkait kompetisi yang dijalani Bali United,” terang jebolan Borneo FC U-21 tersebut. 

- Advertisement -

GELARAN kompetisi sepak bola Tanah Air Liga 1 dan liga 2 yang rencananya dihelat 9 Juli mendatang resmi ditunda hingga akhir Juli 2021 mendatang.

 

Kepastian penundaan gelaran kompetisi Liga I dan 2, ini setelah PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator Liga 1 dan Liga 2 2021 memutuskan untuk melakukan penundaan.

 

Dampak penundaan kompetisi membuat sejumlah pemain kecewa.

 

Salah satunya pemain skuad Bali United Gavin Kwan Adsit. Gavin sangat berharap Liga 1 bisa bergulir kembali. “Saya berharap liga berjalan secepatnya dan tidak tertunda lagi. Saya tidak mau ada PHP atau prank lagi,” ucap Gavin, Kamis (1/7).

 

Menurut pemain serba bisa tersebut, penundaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 yang terus berulang membuat dirinya dan bahkan pemain lain frustasi.

 

Bahkan dia sedikit melontarkan pernyataan sarkas terkait carut marutnya persepakbolaan Tanah Air.

 

Baca Juga:  Tari Gabor Berkumis Viral, Respons Disbud Bali Keras, PDAM Minta Maaf

“Kami jujur frustasi dan kecewa. Seharusnya (Liga 1) sudah mulai lagi. Tapi sekarang belum ada kepastian dimulai lagi. Kalau tidak ada kejelasan, bisa-bisa satu tahun lagi baru ada kompetisi. Dunia sepak bola Indonesia sangat buruk. Disini yang paling terlambat dan tertinggal diantara negara-negara lain,” tegas Gavin.

 

Selain itu, akibat penundaan yang terus berulang, membuat semangat pemain diakuinya menjadi berkurang.

 

Menurut mantan pemain Mitra Kukar dan Barito Putera ini, penundaan liga bisa membuat masa depan pemain menjadi tidak jelas.

 

“Semangat kami yang kena. Secara mental jelas sangat tidak bagus. Kami tidak tahu masa depan seperti apa. Kami sudah melakukan persiapan begitu lama dan tidak ada tujuan sama sekali dari persiapan yang kami lakukan,” terangnya.

 

Selama belum ada kejelasan kompetisi, Gavin setuju tim-tim yang menjadi kontestan di Liga 1 dan Liga 2, tidak meliburkan skuadnya.

Baca Juga:  Respek dengan Jan Saragih, Enggan Komentari Kekuatan Badak Lampung

 

Terutama untuk Bali United. Serdadu Tridatu selain menunggui kabar kapan dimulainya Liga 1, skuad asuhan Stefano Teco Cugurra tersebut juga menunggu kapan AFC Cup 2021 digelar.

 

Seharusnya, Serdadu Tridatu bertarung di laga perdana grup G Rabu kemarin (30/6) menghadapi wakil Kamboja Boeung Ket FC. Namun federasi sepak bola Asia atau AFC membuat kompetisi sepak bola antar klub di Asia di zona Asia Tenggara mengambang.

 

Tidak ada kejelasan dari; AFC kapan dan dimana AFC digelar.

“Minimal selama menunggu kompetisi, kami masih bisa latihan. Tapi ya ada kompetisi lebih bagus. Kalau latihan saja, situasi pertandingan tidak dapat. Bisa berkurang sentuhan bolanya.

Semoga dalam waktu dekat sudah ada kejelasan terkait kompetisi yang dijalani Bali United,” terang jebolan Borneo FC U-21 tersebut. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/