alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, July 6, 2022

Menarik, Ini Tantangan Kolcai untuk Para Seniman Bali

DENPASAR – Komunitas Lukis Cat Air (Kolcai) Bali kembali melakukan aksi melukis on the spot. Kali ini area sekitar Plaza Renon dipilih sebagai lokasi yang tepat.

Dalam aksinya, Minggu (2/9) petang, komunitas seniman lukis cat air ini melibatkan kurang lebih 20 orang anggotanya.

Sutana, selaku Ketua Kolcai Bali mengatakan, dalam aktifitas melukis on the spot tersebut, para seniman ditantang memindahkan bentuk detail area seputaran Plaza Renon.

Mulai dari jalan raya di sekitarnya, hingga aktifitas para pengendara yang melintas dan juga tampak luar Plaza Renon, Denpasar.

“Tantangannya, seniman harus bisa memindahkan obyek ke atas kertas dengan jangka waktu sekitar dua jam,” katanya ditemui di lokasi.

Setelah para seniman menyelesaikan hasilnya, karya-karya tersebut langsung diberi bingkai lalu dipamerkan di Kolony Plaza Renon untuk beberapa waktu ke depan.

“Ada 10 karya dari para angota yang langsung dipamerkan,” tambhanya. Dijelaskannya, di Bali sendiri, komunitas seni yang konsen menggunakan cat air belum terlalu banyak.

Bahkan, Kolcai sendiri baru terbentuk lima tahun lalu. Melukis dengan menggunakan cat air sendiri menurut dia memiliki kelebihan tersendiri.

Lukisan menggunakan cat air menurut dia lebih tahan lama. Namun sayangnya, di Indonesia dan Bali, melukis cat air belum terlaku populer dibandingkan dengan di negara-negara lain di luar Indonesia.

“Misi kami mengedukasi masyarakat melalui cat air,” tandasnya. 



DENPASAR – Komunitas Lukis Cat Air (Kolcai) Bali kembali melakukan aksi melukis on the spot. Kali ini area sekitar Plaza Renon dipilih sebagai lokasi yang tepat.

Dalam aksinya, Minggu (2/9) petang, komunitas seniman lukis cat air ini melibatkan kurang lebih 20 orang anggotanya.

Sutana, selaku Ketua Kolcai Bali mengatakan, dalam aktifitas melukis on the spot tersebut, para seniman ditantang memindahkan bentuk detail area seputaran Plaza Renon.

Mulai dari jalan raya di sekitarnya, hingga aktifitas para pengendara yang melintas dan juga tampak luar Plaza Renon, Denpasar.

“Tantangannya, seniman harus bisa memindahkan obyek ke atas kertas dengan jangka waktu sekitar dua jam,” katanya ditemui di lokasi.

Setelah para seniman menyelesaikan hasilnya, karya-karya tersebut langsung diberi bingkai lalu dipamerkan di Kolony Plaza Renon untuk beberapa waktu ke depan.

“Ada 10 karya dari para angota yang langsung dipamerkan,” tambhanya. Dijelaskannya, di Bali sendiri, komunitas seni yang konsen menggunakan cat air belum terlalu banyak.

Bahkan, Kolcai sendiri baru terbentuk lima tahun lalu. Melukis dengan menggunakan cat air sendiri menurut dia memiliki kelebihan tersendiri.

Lukisan menggunakan cat air menurut dia lebih tahan lama. Namun sayangnya, di Indonesia dan Bali, melukis cat air belum terlaku populer dibandingkan dengan di negara-negara lain di luar Indonesia.

“Misi kami mengedukasi masyarakat melalui cat air,” tandasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/