alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Peluang Fifty-Fifty, Gede Ganding Waspadai Judoka Asal Jabar dan Yogya

DENPASAR–Salah satu Judoka asal Bali Gede Ganding Kalbu Soethama, baru saja tiba dan kembali mengikuti pemusatan latihan tim Judo PON Bali.

Dia baru saja tiba dari pelatnas sejak seminggu terakhir. Kebetulan, dia mengikuti pelatnas untuk persiapan SEA Games 2021, Vietnam.

Namun SEA Games akhirnya diundur karena pandemi.

Gede Ganding terlihat ada di KONI Bali, Kamis kemarin (2/9).

Saat diwawancarai, peraih medali emas SEA Games di kelas -100 kg dan medali perunggu kelas beregu putra di SEA Games 2019, Filipina tersebut masih melakukan adaptasi terhadap udara dan cuaca di Bali.

Maklum, menurutnya, pelatnas yang dilakukan di kawasan Ciloto, Jawa Barat memiliki cuaca yang dingin.

Baca Juga:  Desak Rita Sempat Positif Covid-19 sebelum Raih Emas di PON Papua

 “Disana kan udaranya dingin. Kalau di sini (Bali) panas. Jadi harus menyesuaikan lagi. Baru setelah itu saya genjot latihan fisik dan teknik,” ujar Gede Ganding

Dia sendiri sebelumnya sudah tiba sekitar lima hari lalu.

Namun harus menjalani isolasi mandiri sebelum melakukan uji usap PCR.

Untuk saat ini, Gede Ganding mengaku tengah berusaha untuk meminimalisir cedera.

Untuk program latihan, Gede Ganding mengaku tidak banyak perbedaan dengan pelatnas.

“Kalau saya lihat, program latihan di Bali dengan pelatnas tidak jauh berbeda. Tekniknya sudah sesuai. Kebetulan SEA Games mundur, jadinya semua judokan dipulangkan,” terangnya.

Selanjutnya, di PON Papua nanti, Gede Ganding akan turun di kelas -100 kg putra.

Baca Juga:  Menarik, Ini Tantangan Kolcai untuk Para Seniman Bali

Kelas yang sama saat di SEA Games 2019. Namun jika SEA Games tahun ini jadi digelar, dia akan turun di kelas 90 kg karena kelas -100 kg tidak dipertandingkan.

Turunnya Gede Ganding di kelas yang sama saat SEA Games 2019, ia menilai peluangnya masih fifty-fifty untuk meraih medali.

Sebab kemungkinan masih bisa terjadi dan ada beberapa provinsi yang bisa mengganjal langkahnya meraih medali.

“Untuk kelas -100 kg di PON nanti, ada beberapa judoka yang jadi rival. Misalnya dari Jabar dan Yogyakarta. Mereka kebetulan sering bertemu di kejurnas maupun Pra-PON,” tutup judoka asal Denpasar ini. 

- Advertisement -

- Advertisement -

DENPASAR–Salah satu Judoka asal Bali Gede Ganding Kalbu Soethama, baru saja tiba dan kembali mengikuti pemusatan latihan tim Judo PON Bali.

Dia baru saja tiba dari pelatnas sejak seminggu terakhir. Kebetulan, dia mengikuti pelatnas untuk persiapan SEA Games 2021, Vietnam.

Namun SEA Games akhirnya diundur karena pandemi.


Gede Ganding terlihat ada di KONI Bali, Kamis kemarin (2/9).

Saat diwawancarai, peraih medali emas SEA Games di kelas -100 kg dan medali perunggu kelas beregu putra di SEA Games 2019, Filipina tersebut masih melakukan adaptasi terhadap udara dan cuaca di Bali.

Maklum, menurutnya, pelatnas yang dilakukan di kawasan Ciloto, Jawa Barat memiliki cuaca yang dingin.

Baca Juga:  Desak Rita Sempat Positif Covid-19 sebelum Raih Emas di PON Papua

 “Disana kan udaranya dingin. Kalau di sini (Bali) panas. Jadi harus menyesuaikan lagi. Baru setelah itu saya genjot latihan fisik dan teknik,” ujar Gede Ganding

Dia sendiri sebelumnya sudah tiba sekitar lima hari lalu.

Namun harus menjalani isolasi mandiri sebelum melakukan uji usap PCR.

Untuk saat ini, Gede Ganding mengaku tengah berusaha untuk meminimalisir cedera.

Untuk program latihan, Gede Ganding mengaku tidak banyak perbedaan dengan pelatnas.

“Kalau saya lihat, program latihan di Bali dengan pelatnas tidak jauh berbeda. Tekniknya sudah sesuai. Kebetulan SEA Games mundur, jadinya semua judokan dipulangkan,” terangnya.

Selanjutnya, di PON Papua nanti, Gede Ganding akan turun di kelas -100 kg putra.

Baca Juga:  Reputasi Cowok Resman vs Debutan!

Kelas yang sama saat di SEA Games 2019. Namun jika SEA Games tahun ini jadi digelar, dia akan turun di kelas 90 kg karena kelas -100 kg tidak dipertandingkan.

Turunnya Gede Ganding di kelas yang sama saat SEA Games 2019, ia menilai peluangnya masih fifty-fifty untuk meraih medali.

Sebab kemungkinan masih bisa terjadi dan ada beberapa provinsi yang bisa mengganjal langkahnya meraih medali.

“Untuk kelas -100 kg di PON nanti, ada beberapa judoka yang jadi rival. Misalnya dari Jabar dan Yogyakarta. Mereka kebetulan sering bertemu di kejurnas maupun Pra-PON,” tutup judoka asal Denpasar ini. 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/