alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Soal Bonus Atlet PON asal Badung Belum Pasti

BADUNG – DI PON XX/2021, Papua, Bali berhasil meraih 106 medali. Dengan perincian 28 emas, 25 perak, dan 53 perunggu. Jumlah medali yang diraih ini berhasil mengantarkan Kontingen PON Bali bertengger di peringkat lima klasemen akhir perolehan medali.

 

Peringkat lima menjadi sejarah baru karena pertama kalinya dalam sejarah dan juga berhasil menggeser Jawa Tengah. Khusus untuk atlet asal Badung, mereka berhasil mempersembahkan 12 emas, 13 perak, dan 14 perunggu untuk Bali.

 

Sekarang yang ditunggu atlet mungkin adalah bonus. Selain bonus dari Pemprov Bali, pemerintah daerah juga akan memberikan bonus. Misalnya saja Pemkab Tabanan dan Pemkab Buleleng sudah memberikan bonus untuk atlet.

Baca Juga:  Pemancing Temukan Bayi Laki-Laki di Aliran Sungai di Badung

 

Lalu kapan Pemkab Badung akan memberikan bonus tambahan?

- Advertisement -

 

“Bonus sendiri masih dirancang oleh bagian Kesra dan Sekda. Jumlahnya belum pasti,” terang Ketua KONI Badung Made Nariana saat dikonfirmasi Selasa siang (2/11).

 

Terkait kapan pencairan bonus tersebut, Nariana berharap jika tahun ini bonus bisa cair. Tapi keinginan hanyalah keinginan. Yang menentukan adalah Pemkab Badung sendiri.

 

“Kalau tahun ini masih belum pasti. Tapi kalau tahun depan cair bonusnya, kemungkinan pasti. Sementara masih dihitung besaran bonusnya. Tidak bisa asal-asalan menentukan bonus,” ungkapnya.

 

Dia tidak ingin berkejaran dengan daerah lain seperti Tabanan dan Buleleng yang sudah memberikan bonus. Dia juga enggan untuk membandingkan jumlah atlet yang meraih medali di dua kabupaten tersebut.

Baca Juga:  Kebut Bangun Stadion Bertaraf Internasional, Mendadak Muncul Penolakan

 

“Tidak boleh sembarangan menganggarkan bonus,” jelasnya.

 

Setidaknya, bonus yang akan didapat oleh peraih emas, perak, dan perunggu PON dari Badung tidak jauh berbeda dari jumlah bonus yang diberikan saat PON XIX/2016, Jabar.

 

Saat itu menurut Naryana, bonus untuk peraih emas kurang lebih sebesar Rp60 juta. Tahun ini apakah lebih tinggi? “Mirip-miriplah. Yang jelas bonus tahun ini masih dalam suasana Covid-19. Semua sudah tahulah. Anggaran olahraga saja merosot,” tutupnya.

 

- Advertisement -

BADUNG – DI PON XX/2021, Papua, Bali berhasil meraih 106 medali. Dengan perincian 28 emas, 25 perak, dan 53 perunggu. Jumlah medali yang diraih ini berhasil mengantarkan Kontingen PON Bali bertengger di peringkat lima klasemen akhir perolehan medali.

 

Peringkat lima menjadi sejarah baru karena pertama kalinya dalam sejarah dan juga berhasil menggeser Jawa Tengah. Khusus untuk atlet asal Badung, mereka berhasil mempersembahkan 12 emas, 13 perak, dan 14 perunggu untuk Bali.

 

Sekarang yang ditunggu atlet mungkin adalah bonus. Selain bonus dari Pemprov Bali, pemerintah daerah juga akan memberikan bonus. Misalnya saja Pemkab Tabanan dan Pemkab Buleleng sudah memberikan bonus untuk atlet.

Baca Juga:  Tidak Bisa di Jakarta, 32 Petarung Berlaga di Bali Fight League 2020

 

Lalu kapan Pemkab Badung akan memberikan bonus tambahan?

 

“Bonus sendiri masih dirancang oleh bagian Kesra dan Sekda. Jumlahnya belum pasti,” terang Ketua KONI Badung Made Nariana saat dikonfirmasi Selasa siang (2/11).

 

Terkait kapan pencairan bonus tersebut, Nariana berharap jika tahun ini bonus bisa cair. Tapi keinginan hanyalah keinginan. Yang menentukan adalah Pemkab Badung sendiri.

 

“Kalau tahun ini masih belum pasti. Tapi kalau tahun depan cair bonusnya, kemungkinan pasti. Sementara masih dihitung besaran bonusnya. Tidak bisa asal-asalan menentukan bonus,” ungkapnya.

 

Dia tidak ingin berkejaran dengan daerah lain seperti Tabanan dan Buleleng yang sudah memberikan bonus. Dia juga enggan untuk membandingkan jumlah atlet yang meraih medali di dua kabupaten tersebut.

Baca Juga:  355 Taekwondoin Se Kota Denpasar Siap Bertarung Jadi yang Terbaik

 

“Tidak boleh sembarangan menganggarkan bonus,” jelasnya.

 

Setidaknya, bonus yang akan didapat oleh peraih emas, perak, dan perunggu PON dari Badung tidak jauh berbeda dari jumlah bonus yang diberikan saat PON XIX/2016, Jabar.

 

Saat itu menurut Naryana, bonus untuk peraih emas kurang lebih sebesar Rp60 juta. Tahun ini apakah lebih tinggi? “Mirip-miriplah. Yang jelas bonus tahun ini masih dalam suasana Covid-19. Semua sudah tahulah. Anggaran olahraga saja merosot,” tutupnya.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/