alexametrics
25.4 C
Denpasar
Sunday, August 7, 2022

Gagal Nyaleg, Dek Ulik Rilis Single Jangan Disesali, Ini yang Menarik…

DENPASAR – Penyanyi tembang Bali, Dek Ulik mengaku tengah mempersiapkan banyak proyek untuk karir bermusiknya ke depan.

Setelah sebelumnya sibuk dengan agenda kampanye, penyanyi yang sempat mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI ini akan mengeluarkan single terbarunya berjudul Jangan Disesali.

Lagu tersebut memiliki lirik berbahasa Indonesia, dan menjadi karya pertama pemilik nama asli Ni Made Suastini selama perjalanan karirnya sebagai musisi.

Dek ulik menuturkan, single ciptaan Andi Duarsa ini ditargetkan keluar pada bulan Mei ini. Untuk saat ini sendiri, prosesnya sedang dalam penggarapan klip.

“Ini pertama kalinya saya menyanyikan lagu berbahasa Indonesia,” ujar Dek Ulik. Pelantun tembang Bedak Uling Bangli ini menuturkan kemampuan dirinya dalam membawakan lagu berbahasa Indonesia belum bagus.

Tantangan dari para penggemarnya yang membuat ia menjajal lagu berbahasa Indonesia ini, terlebih tawaran dari Andi Duarsa yang menyodorkan materi lagu dirasa cocok dan menarik.

Baca Juga:  Berkat Kornelis, Tinju Bali Pecah Telur usai 25 Tahun Menanti Emas PON

“Dari fansku (penggemar) terlebih ada juga yang dari luar Bali kan, selama ini mereka selalu mendengarkan lagu berbahasa Bali meski tidak mengerti. Makanya diminta, agar mereka mengerti juga,” bebernya.

Pengalaman pertama yang ia rasakan di single ini lebih banyak tantangan. Karakter sebagai penembang lagu Bali sangat kuat di diri istri I Kadek Arimbawa atau Lolak ini.

Usaha untuk keluar dari zona yang selama ini ia geluti diakui cukup sulit. “Agak susah ya, karena medok Bali untuk dihilangkan itu cukup sulit, termasuk cengkok Bali juga.

Awalnya kan agak aneh aja, ketika mendapat lagu dengan karakter vokal datar,” jelas perempuan asal Desa Kamasan Klungkung ini.

Namun, setelah berusaha mempelajari materi lagu selama tiga minggu, akhirnya hasilnya diakui cukup memuaskan.

Meski diakui, untuk karakternya dalam pembawaan lagu-lagu Bali selama ini tidak bisa hilang 100 persen.

Baca Juga:  Dek Ulik: Saya Diminta Menghibur di Pura, Bukan untuk Kampanye

“Setelah saya tanya teman-teman musisi, jawaban mereka sudah hilang antara cengkok dan medok Bali nya. Tapi kalaupun tidak bisa 100 persen,

saya ingin masih mempertahankan karakter saya. Dan justru bangga karena bisa menjadi identitas saya sebagai orang Bali,” jelasnya.

ia pun berharap, single ini nantinya bisa diterima dan mendapat respon positif dari pendengar. Dari proyek ini, ia ingin melihat respon dari hasil lagu ini ketika nanti di launching.

“Kalau positif mungkin akan membawakan lagi (lagu berbahasa Indonesia). Tapi saya ingin sekali menggarap lagu-lagu berbahasa Bali sesuai karakter saya dan ingin kembali seperti Dek Ulik zaman dulu,” harap dia.

Selain harapan tersebut, ia juga berharap agar single ini bisa booming yang membawanya dikenal lebih luas. “Namanya harapan kan boleh ya,” kelakarnya. 



DENPASAR – Penyanyi tembang Bali, Dek Ulik mengaku tengah mempersiapkan banyak proyek untuk karir bermusiknya ke depan.

Setelah sebelumnya sibuk dengan agenda kampanye, penyanyi yang sempat mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI ini akan mengeluarkan single terbarunya berjudul Jangan Disesali.

Lagu tersebut memiliki lirik berbahasa Indonesia, dan menjadi karya pertama pemilik nama asli Ni Made Suastini selama perjalanan karirnya sebagai musisi.

Dek ulik menuturkan, single ciptaan Andi Duarsa ini ditargetkan keluar pada bulan Mei ini. Untuk saat ini sendiri, prosesnya sedang dalam penggarapan klip.

“Ini pertama kalinya saya menyanyikan lagu berbahasa Indonesia,” ujar Dek Ulik. Pelantun tembang Bedak Uling Bangli ini menuturkan kemampuan dirinya dalam membawakan lagu berbahasa Indonesia belum bagus.

Tantangan dari para penggemarnya yang membuat ia menjajal lagu berbahasa Indonesia ini, terlebih tawaran dari Andi Duarsa yang menyodorkan materi lagu dirasa cocok dan menarik.

Baca Juga:  Jateng Lawan Berat Bali, Peluang Emas PON Papua ada 3 x 3 Putri

“Dari fansku (penggemar) terlebih ada juga yang dari luar Bali kan, selama ini mereka selalu mendengarkan lagu berbahasa Bali meski tidak mengerti. Makanya diminta, agar mereka mengerti juga,” bebernya.

Pengalaman pertama yang ia rasakan di single ini lebih banyak tantangan. Karakter sebagai penembang lagu Bali sangat kuat di diri istri I Kadek Arimbawa atau Lolak ini.

Usaha untuk keluar dari zona yang selama ini ia geluti diakui cukup sulit. “Agak susah ya, karena medok Bali untuk dihilangkan itu cukup sulit, termasuk cengkok Bali juga.

Awalnya kan agak aneh aja, ketika mendapat lagu dengan karakter vokal datar,” jelas perempuan asal Desa Kamasan Klungkung ini.

Namun, setelah berusaha mempelajari materi lagu selama tiga minggu, akhirnya hasilnya diakui cukup memuaskan.

Meski diakui, untuk karakternya dalam pembawaan lagu-lagu Bali selama ini tidak bisa hilang 100 persen.

Baca Juga:  Lanjutan Liga 1 Di Bali Bisa Ada Penonton

“Setelah saya tanya teman-teman musisi, jawaban mereka sudah hilang antara cengkok dan medok Bali nya. Tapi kalaupun tidak bisa 100 persen,

saya ingin masih mempertahankan karakter saya. Dan justru bangga karena bisa menjadi identitas saya sebagai orang Bali,” jelasnya.

ia pun berharap, single ini nantinya bisa diterima dan mendapat respon positif dari pendengar. Dari proyek ini, ia ingin melihat respon dari hasil lagu ini ketika nanti di launching.

“Kalau positif mungkin akan membawakan lagi (lagu berbahasa Indonesia). Tapi saya ingin sekali menggarap lagu-lagu berbahasa Bali sesuai karakter saya dan ingin kembali seperti Dek Ulik zaman dulu,” harap dia.

Selain harapan tersebut, ia juga berharap agar single ini bisa booming yang membawanya dikenal lebih luas. “Namanya harapan kan boleh ya,” kelakarnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/