alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Filosofi Kopi 2, Bicara Film, Bisnis, dan Kopi Indonesia

RadarBali.com – Film Filosofi Kopi 2 resmi mulai tayang di berbagai bioskop di Indonesia sejak pertama kali dirilis pada 13 Juli 2017 lalu.

Sejak dirilis resmi tersebut, film ini kian menjadi buah bibir para pencinta film, dan tentunya juga para pencinta kopi.

Ngetopnya Filosofi Kopi 2, tentu tak bisa lepas dari sosok Chicco Jerikho dan Rio Dewantoro. Peran ciamik dalam film garapan Angga Dwimas Sasongko, so pasti.

Lainnya? Mereka terus memperkenalkan bisnis baru dalam coffee shop yang mengangkat citra kopi nusantara.

Tidak hanya di satu kota saja, bisnis kedai kopi mereka pun kini mulai merambah ke berbagai kota besar di Indonesia, salah satunya di Bali. Di Bali, untuk pertamakalinya Rio dan Chicco menjalin kerjasama dengan Arthotel Sanur, Denpasar.

Baca Juga:  Gandeng Trie Utami, Ope Rilis Indonesia Kuat di Tengah Pandemi Corona

Chicco Jerikho mengatakan sebenarnya misi dari film Filosofi Kopi ini tidak hanya untuk memajukan industri kopi atau memperkenalkan kopi asli Indonesia saja.

Lebih dari itu, film yang mengeksplore lima kota besar di Indonesia ini juga bertujuan untuk memajukan ekosistem produk pangan lainnya juga.

“Berbicara Indonesia yang negara agraris, tentu banyak banget produk pangannya. Bukan hanya kopi saja. Kalau bisa, ya spirit (Mengembangkan produk Indonesia) ini juga bisa menyebar ke yang lain,” katanya kepada awak media saat ditemui di launching Filosofi Kopi dan juga Meet and Greet bersama Ceo Artotel Indonesia di Artotel Sanur.

Di samping misi tersebut, misi lain yang ingin dicapai oleh Rio dan Chicco adalah ingin bisa mengembangkan bisnis mereka hingga luar negeri. Hal ini diakui oleh Rio Dewantoro.

Baca Juga:  Nadhia Curi Perhatian Agnez Mo, Ini Harapan Gek Na…

 Pria kelahiran 28 Agustus 1987 ini bisa mengembangkan usaha ke luar negeri ini diakuinya menjadi salah satu impian besar mereka.

Jika suatu saat impian ini terwujud, Rio mengatakan akan tetap memakai kopi asli Indonesia. “Kami hanya akan mengambil kopi dari Indonesia saja. Karena memang dari awal, spiritnya itu hanya untuk meperkenalkan kopi Indonesia,”janji dia.

Diungkap pria kelahiran Jakarta ini, selama ini memang sudah ada tawaran dari beberapa pihak di luar negeri untuk mengembangkan usaha. 



RadarBali.com – Film Filosofi Kopi 2 resmi mulai tayang di berbagai bioskop di Indonesia sejak pertama kali dirilis pada 13 Juli 2017 lalu.

Sejak dirilis resmi tersebut, film ini kian menjadi buah bibir para pencinta film, dan tentunya juga para pencinta kopi.

Ngetopnya Filosofi Kopi 2, tentu tak bisa lepas dari sosok Chicco Jerikho dan Rio Dewantoro. Peran ciamik dalam film garapan Angga Dwimas Sasongko, so pasti.

Lainnya? Mereka terus memperkenalkan bisnis baru dalam coffee shop yang mengangkat citra kopi nusantara.

Tidak hanya di satu kota saja, bisnis kedai kopi mereka pun kini mulai merambah ke berbagai kota besar di Indonesia, salah satunya di Bali. Di Bali, untuk pertamakalinya Rio dan Chicco menjalin kerjasama dengan Arthotel Sanur, Denpasar.

Baca Juga:  Ditinggal Pas Sayang-Sayangnya, Gek Mirah akan Rilis Kilangan Tresna

Chicco Jerikho mengatakan sebenarnya misi dari film Filosofi Kopi ini tidak hanya untuk memajukan industri kopi atau memperkenalkan kopi asli Indonesia saja.

Lebih dari itu, film yang mengeksplore lima kota besar di Indonesia ini juga bertujuan untuk memajukan ekosistem produk pangan lainnya juga.

“Berbicara Indonesia yang negara agraris, tentu banyak banget produk pangannya. Bukan hanya kopi saja. Kalau bisa, ya spirit (Mengembangkan produk Indonesia) ini juga bisa menyebar ke yang lain,” katanya kepada awak media saat ditemui di launching Filosofi Kopi dan juga Meet and Greet bersama Ceo Artotel Indonesia di Artotel Sanur.

Di samping misi tersebut, misi lain yang ingin dicapai oleh Rio dan Chicco adalah ingin bisa mengembangkan bisnis mereka hingga luar negeri. Hal ini diakui oleh Rio Dewantoro.

Baca Juga:  Gandeng Trie Utami, Ope Rilis Indonesia Kuat di Tengah Pandemi Corona

 Pria kelahiran 28 Agustus 1987 ini bisa mengembangkan usaha ke luar negeri ini diakuinya menjadi salah satu impian besar mereka.

Jika suatu saat impian ini terwujud, Rio mengatakan akan tetap memakai kopi asli Indonesia. “Kami hanya akan mengambil kopi dari Indonesia saja. Karena memang dari awal, spiritnya itu hanya untuk meperkenalkan kopi Indonesia,”janji dia.

Diungkap pria kelahiran Jakarta ini, selama ini memang sudah ada tawaran dari beberapa pihak di luar negeri untuk mengembangkan usaha. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/