alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Tiba di Bali, Widiasih Disambut Bonus Rp 50 Juta

DENPASAR– Suasana tidak biasa terlihat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kuta Badung, Sabtu siang (4/9) kemarin.

Bandara Ngurah Rai yang biasanya sepi akibat pandemi Covid-19, justru ramai.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan Kadisdikpora IKN Boy Jayawibawa tampak hadir disana.

Bukan tamu pejabat yang mereka tunggu, tetapi mereka semua menunggu Ni Nengah Widiasih, peraih medali perak Paralimpiade Tokyo 2020.

Widiasih tiba di Bali setelah menjalani masa karantina di Jakarta sekitar pukul 13.00.

Setelah keluar dari pintu kedatangan domestik, Widiasih disambut dengan tepuk tangan dan kalungan bunga yang diberikan langsung oleh Cok Ace.

Setelah itu, dia langsung dipeluk oleh ibunda tercintanya, Ni Luh Bingin.

Widiasih tidak bisa menutupi matanya yang berkaca-kaca tanda terharu dengan sambutan tersebut.

Maklum sejak Oktober 2020, dia belum pernah kembali ke Bali dan fokus menjalani pemusatan latihan di Surakarta untuk Paralimpiade Tokyo.

Kebetulan, Widiasih adalah atlet pertama Indonesia di paralimpiade yang berhasil meraih medali dari cabor angkat berat.

Ambisinya pun sudah tercapai untuk bisa memperbaiki Raihan perunggu yang didapatnya saat Paralimpiade Rio 2016.

Medali emas diraih oleh lifter asal Tiongkok Guo Lingling dengan total angkatan seberat 109 kg dan berhasil memecahkan rekor dunia atas dirinya sendiri.

Sedangkan Widiasih meraih perak setelah berhasil mengangkat beban seberat 98 kg.

Baca Juga:  Sabet Emas di World Cup Bangkok, Modal Berharga di Paralimpiade Tokyo

Dengan medali perak yang berhasil diraihnya, Widiasih selama berkarier sebagai lifter difabel Indonesia, berhasil meraih 21 medali emas di semua ajang. Mulai dari Peparnas XII/2008, Kaltim, ASEAN Paragames, Asian Paragames, hingga World Cup Para Powerlifting.

Berbagai bonus pun menanti Widiasih pasca keberhasilannya meraih perak di Paralimpiade Tokyo.

Pemerintah sendiri tidak membedakan besaran bonus peraih medali di Olimpiade maupun Paralimpiade Tokyo.

Nah lifter kelagiran Banjar Bukti, Desa Sukadana, Kecamatan Kubu, Karangasem tersebut akan mendapatkan bonus dari pemerintah sebesar Rp2,5 miliar.

Tapi jangan harap Pemprov Bali memberikan bonus besar untuknya.

Cok Ace dalam sambutannya mengungkapkan “hanya” memberikan bonus sebesar Rp50 juta kepada lifter kelahiran 12 Desember 1992 tersebut.

Penyerahan bonus sendiri dilakukan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

“Kalau apresiasi dari pemerintah, kami akan berusaha. Semua tahu pemerintah hingga masyarakat sedang mengalami masa sulit akibat pandemi Covid-19. Ini hanya sekadar uang pembinaan dan jumlahnya tidak sebesar. Hanya Rp50 juta. Jumlah yang kecil tapi besar manfaatnya,” ucap Cok Ace.

“Hari ini, adalah hari yang sangat berbahagia bagi kita semua. Putri kita kembali dari Paralimpiade dan mendapatkan hasil yang membanggakan. Apa yang sudah diraihnya, bisa menjadi inspirasi bagi kita semua,” sambung Cok Ace.

 

Langsung Kembali Berlatih untuk Pra kualifikasi Paralimpiade Paris 2024

 

Widiasih juga tidak terlalu banyak berkomentar terkait Raihan medali perak di Paralimpiade Tokyo.

Baca Juga:  Obor Asian Para Games Tiba di Bali Sabtu Besok, Rencana Selanjutnya...

Yang jelas, dia cukup senang dengan apa yang sudah dicapainya saat ini. Tapi, masih belum puas dengan apa yang dicapainya. Masih ada ambisi besar dalam diri Widiasih.

“Saya tidak punya waktu istirahat yang banyak dengan keluarga. Setelah dari Bali, saya akan kembali berlatih karena akhir November, saya ikut di World Para Powerlifting Championship di Georgia. Ini adalah ajang pra kualifikasi pertama untuk Paralimpiade Paris 2024,” ucapnya.

“Mohong dukungannya agar saya bisa meningkatkan prestasi,” tambah peraih medali emas ASEAN ParaGames dalam empat edisi terakhir itu. Kemungkinan besar pekan depan, dia baru kembali ke Jakarta. Sebab dia masih menunggu kepulangan atlet lainnya dari Tokyo pada Senin (6/9).

Keberangkatannya ke Jakarta untuk menemui Presiden Joko Widodo. “Kami yang sudah datang lebih dulu ke Indonesia, masih menunggu kepulangan teman-teman yang lain dari Tokyo. Setelah mereka menjalani masa karantina, kemungkinan besar ke Jakarta,” ucapnya.

Dibalik keberhasilan Widiasih yang melampaui capaiannya di Paralimpiade Rio, ada doa kuat dari sang Ibunda, Ni Luh Bingin. Diwawancarai terpisah kemarin, Bingin mengaku selalu berdoa untuk keberhasilan Widiasih di Tokyo.

“Saya selalu berdoa untuk dia kemarin. Semoga dia selalu sehat dan dapat juara (medali),” ucapnya. Lanjut Bingin, kemungkinan ada syukuran kecil-kecilan di kampung halaman untuk keberhasilan Widiasih. 

- Advertisement -

- Advertisement -

DENPASAR– Suasana tidak biasa terlihat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kuta Badung, Sabtu siang (4/9) kemarin.

Bandara Ngurah Rai yang biasanya sepi akibat pandemi Covid-19, justru ramai.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan Kadisdikpora IKN Boy Jayawibawa tampak hadir disana.


Bukan tamu pejabat yang mereka tunggu, tetapi mereka semua menunggu Ni Nengah Widiasih, peraih medali perak Paralimpiade Tokyo 2020.

Widiasih tiba di Bali setelah menjalani masa karantina di Jakarta sekitar pukul 13.00.

Setelah keluar dari pintu kedatangan domestik, Widiasih disambut dengan tepuk tangan dan kalungan bunga yang diberikan langsung oleh Cok Ace.

Setelah itu, dia langsung dipeluk oleh ibunda tercintanya, Ni Luh Bingin.

Widiasih tidak bisa menutupi matanya yang berkaca-kaca tanda terharu dengan sambutan tersebut.

Maklum sejak Oktober 2020, dia belum pernah kembali ke Bali dan fokus menjalani pemusatan latihan di Surakarta untuk Paralimpiade Tokyo.

Kebetulan, Widiasih adalah atlet pertama Indonesia di paralimpiade yang berhasil meraih medali dari cabor angkat berat.

Ambisinya pun sudah tercapai untuk bisa memperbaiki Raihan perunggu yang didapatnya saat Paralimpiade Rio 2016.

Medali emas diraih oleh lifter asal Tiongkok Guo Lingling dengan total angkatan seberat 109 kg dan berhasil memecahkan rekor dunia atas dirinya sendiri.

Sedangkan Widiasih meraih perak setelah berhasil mengangkat beban seberat 98 kg.

Baca Juga:  Berharap Bisa Pertahankan Emas, Targetkan Medali di Sea Games Vietnam

Dengan medali perak yang berhasil diraihnya, Widiasih selama berkarier sebagai lifter difabel Indonesia, berhasil meraih 21 medali emas di semua ajang. Mulai dari Peparnas XII/2008, Kaltim, ASEAN Paragames, Asian Paragames, hingga World Cup Para Powerlifting.

Berbagai bonus pun menanti Widiasih pasca keberhasilannya meraih perak di Paralimpiade Tokyo.

Pemerintah sendiri tidak membedakan besaran bonus peraih medali di Olimpiade maupun Paralimpiade Tokyo.

Nah lifter kelagiran Banjar Bukti, Desa Sukadana, Kecamatan Kubu, Karangasem tersebut akan mendapatkan bonus dari pemerintah sebesar Rp2,5 miliar.

Tapi jangan harap Pemprov Bali memberikan bonus besar untuknya.

Cok Ace dalam sambutannya mengungkapkan “hanya” memberikan bonus sebesar Rp50 juta kepada lifter kelahiran 12 Desember 1992 tersebut.

Penyerahan bonus sendiri dilakukan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

“Kalau apresiasi dari pemerintah, kami akan berusaha. Semua tahu pemerintah hingga masyarakat sedang mengalami masa sulit akibat pandemi Covid-19. Ini hanya sekadar uang pembinaan dan jumlahnya tidak sebesar. Hanya Rp50 juta. Jumlah yang kecil tapi besar manfaatnya,” ucap Cok Ace.

“Hari ini, adalah hari yang sangat berbahagia bagi kita semua. Putri kita kembali dari Paralimpiade dan mendapatkan hasil yang membanggakan. Apa yang sudah diraihnya, bisa menjadi inspirasi bagi kita semua,” sambung Cok Ace.

 

Langsung Kembali Berlatih untuk Pra kualifikasi Paralimpiade Paris 2024

 

Widiasih juga tidak terlalu banyak berkomentar terkait Raihan medali perak di Paralimpiade Tokyo.

Baca Juga:  Sabet Emas di World Cup Bangkok, Modal Berharga di Paralimpiade Tokyo

Yang jelas, dia cukup senang dengan apa yang sudah dicapainya saat ini. Tapi, masih belum puas dengan apa yang dicapainya. Masih ada ambisi besar dalam diri Widiasih.

“Saya tidak punya waktu istirahat yang banyak dengan keluarga. Setelah dari Bali, saya akan kembali berlatih karena akhir November, saya ikut di World Para Powerlifting Championship di Georgia. Ini adalah ajang pra kualifikasi pertama untuk Paralimpiade Paris 2024,” ucapnya.

“Mohong dukungannya agar saya bisa meningkatkan prestasi,” tambah peraih medali emas ASEAN ParaGames dalam empat edisi terakhir itu. Kemungkinan besar pekan depan, dia baru kembali ke Jakarta. Sebab dia masih menunggu kepulangan atlet lainnya dari Tokyo pada Senin (6/9).

Keberangkatannya ke Jakarta untuk menemui Presiden Joko Widodo. “Kami yang sudah datang lebih dulu ke Indonesia, masih menunggu kepulangan teman-teman yang lain dari Tokyo. Setelah mereka menjalani masa karantina, kemungkinan besar ke Jakarta,” ucapnya.

Dibalik keberhasilan Widiasih yang melampaui capaiannya di Paralimpiade Rio, ada doa kuat dari sang Ibunda, Ni Luh Bingin. Diwawancarai terpisah kemarin, Bingin mengaku selalu berdoa untuk keberhasilan Widiasih di Tokyo.

“Saya selalu berdoa untuk dia kemarin. Semoga dia selalu sehat dan dapat juara (medali),” ucapnya. Lanjut Bingin, kemungkinan ada syukuran kecil-kecilan di kampung halaman untuk keberhasilan Widiasih. 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/