alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Buru Trophy Liga, Pertandingan Persebon-Amartha Berakhir Ricuh

SINGARAJA – Pertandingan Liga 1 PSSI Buleleng yang mempertemukan kesebelasan Persebon Bondalem dengan Amartha FC berakhir ricuh.

Pertandingan terpaksa dihentikan pada masa injury time, karena terjadi aksi saling dorong di tengah lapangan.

Partai lanjutan Liga 1 yang dilangsungkan di Stadion Mayor Metra Singaraja, Kamis (4/10) sore memang berlangsung sangat ketat.

Kedua tim sama-sama bernafsu mengejar kemenangan. Sebab keduanya sama-sama ingin lolos ke babak knock out. Bila lolos, tim berhak berkompetisi mengejar trophy liga.

Pada babak pertama, Persebon Bondalem sebenarnya unggul atas Amartha. Penyerang Persebon, Gede Joni Wiatmaja membuka keunggulan lewat tendangan keras ke arah gawang pada menit ke-14.

Memasuki menit ke-33, Joni melipatgandakan keunggulan. Gol kedua Persebon berawal dari sepakan pojok yang dieksekusi Kadek Wira Dipa yang kemudian disambut sundulan oleh Gede Joni.

Kesebelasan Amartha berupaya mengejar ketertinggalan. Pada menit ke-37, Agus Juniawan berhasil membangkitkan semangat rekan-rekannya.

Kemelut di mulut gawang Persebon dimanfaatkan dengan baik oleh Agus yang melepas tendangan ke arah gawang. Skor 2-1 tersaji saat wasit Komang Suardana tiup peluit tanda turun minum.

Baca Juga:  Psycho Melody, Band Anak Pencinta Tembang Rock Lawas, Ini Uniknya...

Pada babak kedua, Amartha FC berhasil menyamakan kedudukan lewat kontribusi Ketut Suarsana di menit ke-72. Suarsana melepas tendangan spekulasi dari luar kotak penalti.

Tendangan itu gagal dihalau penjaga gawang Persebon Kadek Indrawan. Pertandingan pun berlangsung makin ketat di sisa pertandingan, karena kedua klub sama-sama memasang target poin penuh.

Saat masa injury time, tiba-tiba kericuhan pecah. Masalah bermula saat salah seorang pemain Amartha tergeletak di tengah lapangan.

Kemudian salah seorang pemain Persebon berusaha membangunkan pemain tersebut, agar waktu tak terbuang sia-sia. Entah mengapa akhirnya terjadi aksi saling dorong antar kedua pemain.

Tak pelak pemain lain pun mengerubungi kedua pemain tersebut. Sementara pemain Persebon yang duduk di bangku cadangan pun langsung berlari ke tengah lapangan yang memperparah aksi saling dorong.

Wasit dan panitia pun berusaha melerai kedua pemain. Pertandingan pun terpaksa dihentikan pada masa injury time dengan skor akhir 2-2.

Baca Juga:  Tim Renang Bali Sabet Tiga Perunggu, Berpeluang dapat Emas

Salah seorang ofisial Persebon kemudian mengajukan protes pada panitia. “Sejak awal kami sudah protes dengan kinerja wasit.

Kenapa selalu wasit ini yang memimpin pertandingan kami. Kami selalu merasa dirugikan,” ujar ofisial tersebut.

Bukan hanya pihak Persebon, ofisial Amartha FC juga mengajukan protes ke panitia. “Pemain kami kena pukul di sana. Pemain lain ikut masuk. Mana keamanan dari panitia?” keluh ofisial Amartha.

Setelah mendengar protes kedua belah pihak, panitia berusaha meredam situasi tegang tersebut. Akhirnya pemain dari kedua tim bersalaman dan keluar dari lapangan dengan pengawalan polisi.

Ketua Panitia Liga PSSI Buleleng Wayan Tingkes Yasa menyatakan, permasalahan di lapangan sudah selesai.

“Permasalahan sudah selesai. Pemain dari kedua tim juga sudah bersalaman. Untuk pertandingan mendatang, kami akan tingkatkan pengamanan di sekitar lapangan sehingga permasalahan serupa tak terjadi lagi,” kata Tingkes.

 



SINGARAJA – Pertandingan Liga 1 PSSI Buleleng yang mempertemukan kesebelasan Persebon Bondalem dengan Amartha FC berakhir ricuh.

Pertandingan terpaksa dihentikan pada masa injury time, karena terjadi aksi saling dorong di tengah lapangan.

Partai lanjutan Liga 1 yang dilangsungkan di Stadion Mayor Metra Singaraja, Kamis (4/10) sore memang berlangsung sangat ketat.

Kedua tim sama-sama bernafsu mengejar kemenangan. Sebab keduanya sama-sama ingin lolos ke babak knock out. Bila lolos, tim berhak berkompetisi mengejar trophy liga.

Pada babak pertama, Persebon Bondalem sebenarnya unggul atas Amartha. Penyerang Persebon, Gede Joni Wiatmaja membuka keunggulan lewat tendangan keras ke arah gawang pada menit ke-14.

Memasuki menit ke-33, Joni melipatgandakan keunggulan. Gol kedua Persebon berawal dari sepakan pojok yang dieksekusi Kadek Wira Dipa yang kemudian disambut sundulan oleh Gede Joni.

Kesebelasan Amartha berupaya mengejar ketertinggalan. Pada menit ke-37, Agus Juniawan berhasil membangkitkan semangat rekan-rekannya.

Kemelut di mulut gawang Persebon dimanfaatkan dengan baik oleh Agus yang melepas tendangan ke arah gawang. Skor 2-1 tersaji saat wasit Komang Suardana tiup peluit tanda turun minum.

Baca Juga:  DRAMATIS! Jelang Finish Maybank Bali Marathon, Satu Pelari Meninggal

Pada babak kedua, Amartha FC berhasil menyamakan kedudukan lewat kontribusi Ketut Suarsana di menit ke-72. Suarsana melepas tendangan spekulasi dari luar kotak penalti.

Tendangan itu gagal dihalau penjaga gawang Persebon Kadek Indrawan. Pertandingan pun berlangsung makin ketat di sisa pertandingan, karena kedua klub sama-sama memasang target poin penuh.

Saat masa injury time, tiba-tiba kericuhan pecah. Masalah bermula saat salah seorang pemain Amartha tergeletak di tengah lapangan.

Kemudian salah seorang pemain Persebon berusaha membangunkan pemain tersebut, agar waktu tak terbuang sia-sia. Entah mengapa akhirnya terjadi aksi saling dorong antar kedua pemain.

Tak pelak pemain lain pun mengerubungi kedua pemain tersebut. Sementara pemain Persebon yang duduk di bangku cadangan pun langsung berlari ke tengah lapangan yang memperparah aksi saling dorong.

Wasit dan panitia pun berusaha melerai kedua pemain. Pertandingan pun terpaksa dihentikan pada masa injury time dengan skor akhir 2-2.

Baca Juga:  Cak Dag, Cara Unik Suarakan Bahaya Narkoba ke Generasi Muda

Salah seorang ofisial Persebon kemudian mengajukan protes pada panitia. “Sejak awal kami sudah protes dengan kinerja wasit.

Kenapa selalu wasit ini yang memimpin pertandingan kami. Kami selalu merasa dirugikan,” ujar ofisial tersebut.

Bukan hanya pihak Persebon, ofisial Amartha FC juga mengajukan protes ke panitia. “Pemain kami kena pukul di sana. Pemain lain ikut masuk. Mana keamanan dari panitia?” keluh ofisial Amartha.

Setelah mendengar protes kedua belah pihak, panitia berusaha meredam situasi tegang tersebut. Akhirnya pemain dari kedua tim bersalaman dan keluar dari lapangan dengan pengawalan polisi.

Ketua Panitia Liga PSSI Buleleng Wayan Tingkes Yasa menyatakan, permasalahan di lapangan sudah selesai.

“Permasalahan sudah selesai. Pemain dari kedua tim juga sudah bersalaman. Untuk pertandingan mendatang, kami akan tingkatkan pengamanan di sekitar lapangan sehingga permasalahan serupa tak terjadi lagi,” kata Tingkes.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/