alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Mencuat Pindah Venue & Kompetisi Ditunda, Coach Teco: Kami Tak Setuju!

DENPASAR–Sejumlah pemain dari klub-klub Liga 1 2021/2022 terpapar covid-19. Pun hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait berapa banyak pemain yang terpapar.

 

Mencuat pro kontra. Ada yang menginginkan liga sebaiknya dihentikan dan dipindahkan ke daerah lain. Disatu sisi ada juga yang menginginkan liga tetap berjalan seperti biasa di Pulau Dewata.

 

PT LIB tak bergeming. Liga 1 akan dilanjutkan sampai selesai di Pulau Dewata. Yang menarik, saat laga antara Madura United kontra Persela Lamongan pada Sabtu malam (5/2), pemain Madura United hanya menyisakan tiga pemain di bangku cadangan.

 

Sedangkan Persela hanya dua pemain. Di bangku cadangan Madura, hanya ada dua penjaga gawang dan Zulfiandi. Entah apa, PT LIB memaksakan beberapa pertandingan yang terkesan tidak adil untuk klub-klub tersebut.

Baca Juga:  Buru Kemenangan, Widodo Ubah Strategi Setelah Keok dari Bhayangkara FC

 

Contoh nyata lainnya adalah Persikabo 1973 menghadapi Bali United pekan lalu. Sangat timpang karena Bali United bermain full team sedangkan Persikabo pincang karena Covid-19 dan badai cedera pemainnya. Setelah banyak usulan Liga 1 dipindahkan ke Pulau Jawa, PT LIB tetap ngotot bermain di Bali.

 

Beberapa klub termasuk Bali United juga tidak setuju Liga 1 dipindah di tengah jalan. “Tidak setuju. Covid-19 ada dimana-mana. Brasil, Eropa, Indonesia ada Covid. Terpenting adalah menjaga protokol kesehatan,” terang Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra.

 

Seharusnya PT LIB bisa berkaca dari IBL yang lebih profesional dalam mengatur jadwal pertandingan. Tapi tetap ada saja pro dan kontra karena IBL melibatkan orang lebih sedikit dibanding sepak bola. Balik lagi ke Teco, dia tidak ingin Liga 1 dihentikan atau tertunda.

Baca Juga:  Kontra Persik di Laga Perdana Liga 1, Coach Toyo: Kami Respek Lawan

 

Dia khawatir kasus yang sama menimpa saat Liga 1 2020 yang berhenti di pekan ketiga akibat pandemi Covid-19. Atau seperti IBL seri kedua di Bandung yang dihentikan sementara akibat melonjaknya kasus Covid-19.

 

“Kami dari sepak bola sudah berhenti hampir dua tahun. Siapa tim juara 2020? Siapa tim juara 2021? Tidak ada yang juara karena tidak ada kompetisi. Mau sama lagi di tahun 2022? Semua punya regulasi di dalam kompetisi. Liga jalan sesuai regulasi. Indonesia harus sama tetap main sesuai dengan regulasi kompetisi,” tutupnya.

 



DENPASAR–Sejumlah pemain dari klub-klub Liga 1 2021/2022 terpapar covid-19. Pun hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait berapa banyak pemain yang terpapar.

 

Mencuat pro kontra. Ada yang menginginkan liga sebaiknya dihentikan dan dipindahkan ke daerah lain. Disatu sisi ada juga yang menginginkan liga tetap berjalan seperti biasa di Pulau Dewata.

 

PT LIB tak bergeming. Liga 1 akan dilanjutkan sampai selesai di Pulau Dewata. Yang menarik, saat laga antara Madura United kontra Persela Lamongan pada Sabtu malam (5/2), pemain Madura United hanya menyisakan tiga pemain di bangku cadangan.

 

Sedangkan Persela hanya dua pemain. Di bangku cadangan Madura, hanya ada dua penjaga gawang dan Zulfiandi. Entah apa, PT LIB memaksakan beberapa pertandingan yang terkesan tidak adil untuk klub-klub tersebut.

Baca Juga:  Jajaran Pengurus Dapuk Danlanal Denpasar Jadi Penasehat Taekwondo Bali

 

Contoh nyata lainnya adalah Persikabo 1973 menghadapi Bali United pekan lalu. Sangat timpang karena Bali United bermain full team sedangkan Persikabo pincang karena Covid-19 dan badai cedera pemainnya. Setelah banyak usulan Liga 1 dipindahkan ke Pulau Jawa, PT LIB tetap ngotot bermain di Bali.

 

Beberapa klub termasuk Bali United juga tidak setuju Liga 1 dipindah di tengah jalan. “Tidak setuju. Covid-19 ada dimana-mana. Brasil, Eropa, Indonesia ada Covid. Terpenting adalah menjaga protokol kesehatan,” terang Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra.

 

Seharusnya PT LIB bisa berkaca dari IBL yang lebih profesional dalam mengatur jadwal pertandingan. Tapi tetap ada saja pro dan kontra karena IBL melibatkan orang lebih sedikit dibanding sepak bola. Balik lagi ke Teco, dia tidak ingin Liga 1 dihentikan atau tertunda.

Baca Juga:  Prediksi Svay Rieng vs Bali United: Pantang Anggap Remeh Lawan

 

Dia khawatir kasus yang sama menimpa saat Liga 1 2020 yang berhenti di pekan ketiga akibat pandemi Covid-19. Atau seperti IBL seri kedua di Bandung yang dihentikan sementara akibat melonjaknya kasus Covid-19.

 

“Kami dari sepak bola sudah berhenti hampir dua tahun. Siapa tim juara 2020? Siapa tim juara 2021? Tidak ada yang juara karena tidak ada kompetisi. Mau sama lagi di tahun 2022? Semua punya regulasi di dalam kompetisi. Liga jalan sesuai regulasi. Indonesia harus sama tetap main sesuai dengan regulasi kompetisi,” tutupnya.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/