alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Bonus PON Atlet Bali Lebih Kecil dari NTB dan NTT

DENPASAR – Bonus kecil bagi atlet Bali peraih medali dalam PON Papua 2021 sudah mendapat keluhan dari sejumlah atlet. Mereka yang sudah berjuang untuk mengharumkan nama Bali, namun penghargaan yang mereka terima belum setimpal. Bahkan, disebut-sebut jauh di bawah yang diterima atlet NTB dan NTT.

Seperti disampaikan Maria Londa, dia menyebutkan bonus atlet peraih medali emas PON Papua dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai Rp300 juta. Begitu pula Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bonus yang diterima atlet peraih medali emas mencapai Rp250 juta. Bahkan, itu tanpa dipotong pajak.

 

“Yang saya terima kabar dari provinsi tetangga, untuk peraih emas bonus yang diberikan NTB Rp300 juta tanpa dipotong pajak dan NTT bonus emas Rp250 juta,” ungkap Maria yang meraih emas di PON Papua tahun 2021 lalu, Senin (7/2).

 

Petinju Bali Julio Bria juga kesal dengan kecilnya bonus bagi atlet yang telah mengharumkan nama Bali dalam PON di Bumi Cenderawasih. Dia juga membandingkan dengan NTB dan NTT, sebagai provinsi tetangga, yang notabene secara ekonomi masih di bawah Provinsi Bali.

 

“Bali kalah saing dengan NTB dan NTT,” terang Julio yang mendapat perak dalam ajang olah raga terakbar se-Indonesia yang digelar setiap empat tahun sekali tersebut.

 

Memang pantas bila para atlet Bali peraih medali PON Papua kecewa atas kecilnya bonus yang diterima mereka. Selain angkanya masih di bawah NTB dan NTT, misalnya, bonus itu juga dipotong pajak.

 

Kekecewaan atlet Bali ini ditambah dengan ekspektasi mereka yang membumbung soal bonus lantaran Gubernur Bali Wayan Koster sebelumnya berujar akan memberikan kejutan bagi atlet yang menggondol medali PON Papua.

 

“Saya akan memberikan penghargaan kepada para atlet yang berhasil menyumbangkan medali emas dan juga medali yang lain. Mengenai berapa nominalnya, nanti itu kejutan. Berikan dulu saya medali,” ujar Gubernur Bali, Wayan Koster, saat melepas keberangkatan kontingen Bali menuju arena PON XX Papua di halaman Kantor Gubernur Bali, 17 September 2021 pagi.

 

Diketahui, Senin kemarin (7/2), seluruh atlet peraih medali diminta untuk berkumpul di Ruang Rapat bidang Pora Disdikpora Provinsi Bali untuk menyerahkan berbagai dokumen terkait pemberian bonus.

 

Sejumlah atlet keberatan dan kecewa dengan bonus yang akan diterima oleh mereka. Dari informasi yang didapat radarbali.id, peraih medali perorangan mendapatkan Rp200 juta untuk emas, Rp100 juta untuk perak, dan Rp50 juta untuk peraih perunggu.

 

Jumlah itu belum dipotong pajak. Besaran bonus sebesar hingga Rp65juta akan dikenai pajak lima persen. Kemudian, bonus Rp65 juta – Rp150 juta akan dikenai pajak sebesar 15 persen. Sedangkan bonus sebesar Rp150-350 juta akan dikenakan pajak sebsar 25 persen. Besaran pajak tersebut untuk atlet yang sudah memiliki NPWP.

 

Sedangkan yang belum memiliki NPWP, pajaknya lebih besar lagi. Pajaknya bisa mencapai 30 persen. Salah satu cabor beregu peraih perak di PON Papua hanya mendapat Rp36,943 juta per orang setelah dipotong pajak.



DENPASAR – Bonus kecil bagi atlet Bali peraih medali dalam PON Papua 2021 sudah mendapat keluhan dari sejumlah atlet. Mereka yang sudah berjuang untuk mengharumkan nama Bali, namun penghargaan yang mereka terima belum setimpal. Bahkan, disebut-sebut jauh di bawah yang diterima atlet NTB dan NTT.

Seperti disampaikan Maria Londa, dia menyebutkan bonus atlet peraih medali emas PON Papua dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai Rp300 juta. Begitu pula Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bonus yang diterima atlet peraih medali emas mencapai Rp250 juta. Bahkan, itu tanpa dipotong pajak.

 

“Yang saya terima kabar dari provinsi tetangga, untuk peraih emas bonus yang diberikan NTB Rp300 juta tanpa dipotong pajak dan NTT bonus emas Rp250 juta,” ungkap Maria yang meraih emas di PON Papua tahun 2021 lalu, Senin (7/2).

 

Petinju Bali Julio Bria juga kesal dengan kecilnya bonus bagi atlet yang telah mengharumkan nama Bali dalam PON di Bumi Cenderawasih. Dia juga membandingkan dengan NTB dan NTT, sebagai provinsi tetangga, yang notabene secara ekonomi masih di bawah Provinsi Bali.

 

“Bali kalah saing dengan NTB dan NTT,” terang Julio yang mendapat perak dalam ajang olah raga terakbar se-Indonesia yang digelar setiap empat tahun sekali tersebut.

 

Memang pantas bila para atlet Bali peraih medali PON Papua kecewa atas kecilnya bonus yang diterima mereka. Selain angkanya masih di bawah NTB dan NTT, misalnya, bonus itu juga dipotong pajak.

 

Kekecewaan atlet Bali ini ditambah dengan ekspektasi mereka yang membumbung soal bonus lantaran Gubernur Bali Wayan Koster sebelumnya berujar akan memberikan kejutan bagi atlet yang menggondol medali PON Papua.

 

“Saya akan memberikan penghargaan kepada para atlet yang berhasil menyumbangkan medali emas dan juga medali yang lain. Mengenai berapa nominalnya, nanti itu kejutan. Berikan dulu saya medali,” ujar Gubernur Bali, Wayan Koster, saat melepas keberangkatan kontingen Bali menuju arena PON XX Papua di halaman Kantor Gubernur Bali, 17 September 2021 pagi.

 

Diketahui, Senin kemarin (7/2), seluruh atlet peraih medali diminta untuk berkumpul di Ruang Rapat bidang Pora Disdikpora Provinsi Bali untuk menyerahkan berbagai dokumen terkait pemberian bonus.

 

Sejumlah atlet keberatan dan kecewa dengan bonus yang akan diterima oleh mereka. Dari informasi yang didapat radarbali.id, peraih medali perorangan mendapatkan Rp200 juta untuk emas, Rp100 juta untuk perak, dan Rp50 juta untuk peraih perunggu.

 

Jumlah itu belum dipotong pajak. Besaran bonus sebesar hingga Rp65juta akan dikenai pajak lima persen. Kemudian, bonus Rp65 juta – Rp150 juta akan dikenai pajak sebesar 15 persen. Sedangkan bonus sebesar Rp150-350 juta akan dikenakan pajak sebsar 25 persen. Besaran pajak tersebut untuk atlet yang sudah memiliki NPWP.

 

Sedangkan yang belum memiliki NPWP, pajaknya lebih besar lagi. Pajaknya bisa mencapai 30 persen. Salah satu cabor beregu peraih perak di PON Papua hanya mendapat Rp36,943 juta per orang setelah dipotong pajak.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/