alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

PON XX PAPUA 2021

SEANDAINYA kroser PON Bali I Gusti Ngurah Diva Ismayana tidak terjatuh saat race kelas 250cc putra di Sirkuit Freegebb Waninggap Sai Cau Tak, Kabupaten Merauke, bisa saja dia berhasil meraih emas. Karena terjatuh, dia hanya mampu menyumbangkan perak untuk Kontingen PON Bali.

 

Tidak menyia-nyiakan kesempatan, kroser DKI Jakarta M. Delvintor Alfarizi yang merupakan rival berat Diva, berhasil meraih emas. Sedangkan perunggu diraih kroser Papua, Yosua Pattipi. Sedangkan di nomor beregu kelas 250cc putra, Diva yang berduet dengan I Putu Aditya Permana gagal menyumbang medali.

 

Mereka hanya mampu menempati peringkat keempat. Diva yang dihubungi mengakui jika dia sempat terjatuh di menit ke-15 atau 17 dalam sistem balapan 30 menit plus dua lap saat menikung. Namun, Diva tidak mengingat di tikungan keberapa dia terjatuh.

Baca Juga:  Welcome Eber Bessa! Selamat Bergabung di Bali United

 

“Untungnya jarak dengan kroser lain dibelakang saya cukup jauh. Di belakang saya itu ada kroser sekitar 20 orang. Tapi hanya Yosua dari Papua saja yang hampir melewati saya tadi (kemarin),” ucapnya. Untuk Delvintor lanjut Diva, dia sudah cukup sering bertemu di lintasan tanah.

 

Dia menuturkan, saat hendak melewati Delvintor, tiba-tiba roda depan tunggangannya menancap di pasir sehingga terpeleset dan jatuh. Untungnya kroser asal Badung tersebut sigap dan langsung berdiri.

 

‘’Konsekuensinya ya jarak dengan Delvintor semakin jauh. Kami kebetulan hampir selalu bergantian juara di kejuaraan nasional,” ucapnya.

 

“Kekalahan saya ini hanya karena faktor keberuntungan saja,” tambah Diva.

Baca Juga:  Toyota Avanza Masih Merajai

 

Meskipun kecewa, Diva mengaku tetap bersyukur dengan perak yang diraihnya. “Semoga PON selanjutnya saya bisa menebus kesalahan saya dan bisa meraih emas,” tutupnya.

- Advertisement -

- Advertisement -

SEANDAINYA kroser PON Bali I Gusti Ngurah Diva Ismayana tidak terjatuh saat race kelas 250cc putra di Sirkuit Freegebb Waninggap Sai Cau Tak, Kabupaten Merauke, bisa saja dia berhasil meraih emas. Karena terjatuh, dia hanya mampu menyumbangkan perak untuk Kontingen PON Bali.

 

Tidak menyia-nyiakan kesempatan, kroser DKI Jakarta M. Delvintor Alfarizi yang merupakan rival berat Diva, berhasil meraih emas. Sedangkan perunggu diraih kroser Papua, Yosua Pattipi. Sedangkan di nomor beregu kelas 250cc putra, Diva yang berduet dengan I Putu Aditya Permana gagal menyumbang medali.


 

Mereka hanya mampu menempati peringkat keempat. Diva yang dihubungi mengakui jika dia sempat terjatuh di menit ke-15 atau 17 dalam sistem balapan 30 menit plus dua lap saat menikung. Namun, Diva tidak mengingat di tikungan keberapa dia terjatuh.

Baca Juga:  Menang Dua Kali Berturut, Teco: Terlalu Awal Bahas Kandidat Juara

 

“Untungnya jarak dengan kroser lain dibelakang saya cukup jauh. Di belakang saya itu ada kroser sekitar 20 orang. Tapi hanya Yosua dari Papua saja yang hampir melewati saya tadi (kemarin),” ucapnya. Untuk Delvintor lanjut Diva, dia sudah cukup sering bertemu di lintasan tanah.

 

Dia menuturkan, saat hendak melewati Delvintor, tiba-tiba roda depan tunggangannya menancap di pasir sehingga terpeleset dan jatuh. Untungnya kroser asal Badung tersebut sigap dan langsung berdiri.

 

‘’Konsekuensinya ya jarak dengan Delvintor semakin jauh. Kami kebetulan hampir selalu bergantian juara di kejuaraan nasional,” ucapnya.

 

“Kekalahan saya ini hanya karena faktor keberuntungan saja,” tambah Diva.

Baca Juga:  ESI Bali Gelar Rapat Konsolidasi dengan KONI Bali

 

Meskipun kecewa, Diva mengaku tetap bersyukur dengan perak yang diraihnya. “Semoga PON selanjutnya saya bisa menebus kesalahan saya dan bisa meraih emas,” tutupnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/