alexametrics
30.4 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Tinggal Sepekan, Suwandi Optimis Capai Target 30 Emas

Pura Agung Surya Bhuana, Distrik Abepura, Kota Jayapura, kedatangan tamu spesial, Sabtu malam (9/10) waktu Jayapura. Tamu spesial tersebut adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga. Dia menyempatkan datang dan melakukan persembahyangan disela-sela kunjungan kerja ke Papua.

 

Di Pura yang sudah dibangun sejak tahun 1980an tersebut, dia bertemu langsung dengan masyarakat Hindu dan Bali di Jayapura serta jajaran pengurus KONI Bali. Pesannya pun singkat, padat, dan jelas untuk seluruh Kontingen PON Bali. “Seperti yang KONI Bali sebutkan, peringkat enam saat ini sebuah prestasi,” ucapnya.

 

“Bali yang dengan jumlah penduduk relatif kecil dengan masuk ke enam besar ini sangat luar biasa. Tetap gelorakan semangat Puputan bagi atlet, pelatih, ofisial dan seluruh kontingen Bali yang terlibat di PON kali ini,” tambah Bintang yang sempat menjabat sebagai Ketum Pengprov PTMSI Bali tersebut.

 

Sementara itu, hingga saat ini, Kontingen PON Bali sudah mengemas 16 emas. Waktu pelaksanaan PON XX/2021 Papua hanya tinggal lima hari waktu efektif. Masih ada beberapa cabor yang belum mendulang medali karena masih bertanding. Misalnya saja renang, karate, pencak silat, tinju, kempo, hingga basket 3×3.

Baca Juga:  Oka Sulaksana Tertantang Taklukan Ombak Papua

 

Ketum KONI Bali I Ketut Suwandi yang diwawancarai kemarin optimis Kontingen Bali bisa mencapai target 30 emas. “Sampai sekarang kami on the track. Semoga dengan sisa waktu yang ada, kami berhasil mencapai target 30 emas,” terangnya.

 

Apa yang diucapkan Suwandi bukanlah tanpa fakta. Beberapa cabor membuat kejutan. Seperti judo yang berhasil menjadi juara umum dengan raihan enam emas. Selain itu taekwondo membuat gebrakan dengan meraih satu emas dan menjadi emas perdana mereka sepanjang sejarah keikutsertaan Tim Taekwondo PON Bali di PON.

 

Bahkan selam kolam bisa membuat gebrakan dengan meraih medali setelah sekian lama absen. Suwandi pun berani mengatakan Bali sebenarnya berhasil meraih satu emas dari cabor selam kolam. Saat itu Ni Luh Made Citra Dewi hanya meraih perak. Padahal Citra Dewi sudah sangat yakin finish pertama di nomor 50 meter putri yang berlangsung di GOR Akuatik Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura.

Baca Juga:  Gagal ke Manchester, Nengah Widiasih Bersiap di Thailand dan Dubai

 

Akhirnya emas bersama diraih Jawa Barat dan tuan rumah Papua setelah terjadi perdebatan alot usai pertandingan. “Secara de facto, di selam kolam kami dapat emas. Secara de jure, kami tidak disahkan saat UPP. Kami akui saja dan intinya tetap konsisten dengan menjunjung tinggi sportivitas,” ungkapnya.

 

Dari data yang ada, beberapa cabor gagal mendulang medali di PON Papua. Misalnya saja wushu, binaraga, dan voli pasir. Tapi hal tersebut tidak jadi masalah karena menurut Suwandi, berjuang dalam kondisi pandemi dan bisa masuk di enam besar sudah cukup lumayan.

Pura Agung Surya Bhuana, Distrik Abepura, Kota Jayapura, kedatangan tamu spesial, Sabtu malam (9/10) waktu Jayapura. Tamu spesial tersebut adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga. Dia menyempatkan datang dan melakukan persembahyangan disela-sela kunjungan kerja ke Papua.

 

Di Pura yang sudah dibangun sejak tahun 1980an tersebut, dia bertemu langsung dengan masyarakat Hindu dan Bali di Jayapura serta jajaran pengurus KONI Bali. Pesannya pun singkat, padat, dan jelas untuk seluruh Kontingen PON Bali. “Seperti yang KONI Bali sebutkan, peringkat enam saat ini sebuah prestasi,” ucapnya.

 

“Bali yang dengan jumlah penduduk relatif kecil dengan masuk ke enam besar ini sangat luar biasa. Tetap gelorakan semangat Puputan bagi atlet, pelatih, ofisial dan seluruh kontingen Bali yang terlibat di PON kali ini,” tambah Bintang yang sempat menjabat sebagai Ketum Pengprov PTMSI Bali tersebut.

 

Sementara itu, hingga saat ini, Kontingen PON Bali sudah mengemas 16 emas. Waktu pelaksanaan PON XX/2021 Papua hanya tinggal lima hari waktu efektif. Masih ada beberapa cabor yang belum mendulang medali karena masih bertanding. Misalnya saja renang, karate, pencak silat, tinju, kempo, hingga basket 3×3.

Baca Juga:  Perkenalkan! LigaBali Arena, GOR Baru di Denpasar Dibangun Perorangan

 

Ketum KONI Bali I Ketut Suwandi yang diwawancarai kemarin optimis Kontingen Bali bisa mencapai target 30 emas. “Sampai sekarang kami on the track. Semoga dengan sisa waktu yang ada, kami berhasil mencapai target 30 emas,” terangnya.

 

Apa yang diucapkan Suwandi bukanlah tanpa fakta. Beberapa cabor membuat kejutan. Seperti judo yang berhasil menjadi juara umum dengan raihan enam emas. Selain itu taekwondo membuat gebrakan dengan meraih satu emas dan menjadi emas perdana mereka sepanjang sejarah keikutsertaan Tim Taekwondo PON Bali di PON.

 

Bahkan selam kolam bisa membuat gebrakan dengan meraih medali setelah sekian lama absen. Suwandi pun berani mengatakan Bali sebenarnya berhasil meraih satu emas dari cabor selam kolam. Saat itu Ni Luh Made Citra Dewi hanya meraih perak. Padahal Citra Dewi sudah sangat yakin finish pertama di nomor 50 meter putri yang berlangsung di GOR Akuatik Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura.

Baca Juga:  Kenangan Sang Bassist Made Indra, Navicula dan Musisi Gelar Konser

 

Akhirnya emas bersama diraih Jawa Barat dan tuan rumah Papua setelah terjadi perdebatan alot usai pertandingan. “Secara de facto, di selam kolam kami dapat emas. Secara de jure, kami tidak disahkan saat UPP. Kami akui saja dan intinya tetap konsisten dengan menjunjung tinggi sportivitas,” ungkapnya.

 

Dari data yang ada, beberapa cabor gagal mendulang medali di PON Papua. Misalnya saja wushu, binaraga, dan voli pasir. Tapi hal tersebut tidak jadi masalah karena menurut Suwandi, berjuang dalam kondisi pandemi dan bisa masuk di enam besar sudah cukup lumayan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/