alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

The Eastbay Band Lepas Single dan Klip “Manusia Mesin”

RadarBali.com – Terbentuk sejak November 2016, unit ska punk Bali bernama The Eastbay kian bertransformasi.

Meski tergolong band baru, sejatinya para personil The Eastbay diisi oleh para dedengkot musik yang telah malang melintang di skena musik Bali maupun di luar Bali.

Untuk membuktikan eksistensinya, band yang digawangi Gapz (vokal/gitar), Gung D (keyboard/vokal), Metal (drum), Gung Aax (bass/vokal), dan Wis (gitar) akan melepas single baru berjudul “Manusia Mesin”.

Single ini pun dilepas sekaligus video klipnya, yang digarap Saksi Bisu Film. Pesta peluncuran “Manusia Mesin” ini dirayakan, Jumat (13/10) malam ini di Gimme Shelter, Canggu, Bandung.

Pesta peluncuran ini akan diramaikan band-band indie Bali seperti Devildice, The Dissland, Punks Reformasi, Superstar Superfuck, juga Bobbers.

Di malam perayaan ini, band yang getol menyuarakan isu sosial dan lingkungan, ini akan mengisi konsernya dengan aksi peduli mengumpulkan donasi bagi para pengungsi Gunung Agung.

 “Kami tidak mau bereuforia tanpa memikirkan atau menutup mata, dan tidak melakukan sesuatu. Perayaan ini kami manfaatkan untuk menggalang bantuan bagi saudara-saudara kita yang mengungsi akibat aktivitas Gunung Agung.

Siapapun yang hadir di acara ini, kami harap bisa menyisihkan sedikit uangnya untuk membantu saudara kita yang tengah kesusahan dan diselimuti rasa cemas,” ujar Gapz, vokalis sekaligus gitaris The Eastband.

Single “Manusia Mesin” ini, menceritakan tentang ini banyak factor serta kondisi sebagian manusia khususnya masyarakat yang hidup di perkotaan yang cenderung individual.

Hal ini menjadi latar lahirnya lagu ini. tergerusnya rasa kepedulian terhadap sesama maupun semesta menjadi pemandangan sehari-hari yang dirasakan, dialami para personil The Eastbay.

“Muak” adalah kata yang tepat menyiratkan makna dalam lagu “Manusia Mesin”.  “Lagu ini terinspirasi dari rutinitas perkotaan yang makin sesak dengan pelbagai kompleksitas masalahnya, membuat kita berubah menjadi mesin.

Orang kehilangan empati, simpati, individualis, dan ketika menyikapi sesuatu cenderung menghakimi, bahkan sangat kejam. Mungkin setelah mendengarkan lagu ini kita sadar kalau semua sangat egois,” tambah Gapz.

Selain single “Manusia Mesin” ini ke depannya, The Eastbay pun telah menyiapkan deretan “amunisi baru” sebelum mengeluarkan album penuh baik fisik maupun digital.

Menurut Gapz, amunisi baru yang disiapkan, nantinya menjadi pondasi The Eastbay dalam menelorkan album penuh.

“Sementara kami mengeluarkan single-single yang materi sudah di persiapkan, mungkin setelah materinya cukup, kami akan mengeluarkan album penuh. 

Yang jelas kami berharap single “Manusia Mesin” bisa memperkenalkan warna dan karya kami ke publik. Mudah-mudahan bisa diterima dan dinikmati.

Dan pesan sosial dari lagu “Manusia Mesin” ini bisa ditangkap dan di mengerti,” tandasnya.



RadarBali.com – Terbentuk sejak November 2016, unit ska punk Bali bernama The Eastbay kian bertransformasi.

Meski tergolong band baru, sejatinya para personil The Eastbay diisi oleh para dedengkot musik yang telah malang melintang di skena musik Bali maupun di luar Bali.

Untuk membuktikan eksistensinya, band yang digawangi Gapz (vokal/gitar), Gung D (keyboard/vokal), Metal (drum), Gung Aax (bass/vokal), dan Wis (gitar) akan melepas single baru berjudul “Manusia Mesin”.

Single ini pun dilepas sekaligus video klipnya, yang digarap Saksi Bisu Film. Pesta peluncuran “Manusia Mesin” ini dirayakan, Jumat (13/10) malam ini di Gimme Shelter, Canggu, Bandung.

Pesta peluncuran ini akan diramaikan band-band indie Bali seperti Devildice, The Dissland, Punks Reformasi, Superstar Superfuck, juga Bobbers.

Di malam perayaan ini, band yang getol menyuarakan isu sosial dan lingkungan, ini akan mengisi konsernya dengan aksi peduli mengumpulkan donasi bagi para pengungsi Gunung Agung.

 “Kami tidak mau bereuforia tanpa memikirkan atau menutup mata, dan tidak melakukan sesuatu. Perayaan ini kami manfaatkan untuk menggalang bantuan bagi saudara-saudara kita yang mengungsi akibat aktivitas Gunung Agung.

Siapapun yang hadir di acara ini, kami harap bisa menyisihkan sedikit uangnya untuk membantu saudara kita yang tengah kesusahan dan diselimuti rasa cemas,” ujar Gapz, vokalis sekaligus gitaris The Eastband.

Single “Manusia Mesin” ini, menceritakan tentang ini banyak factor serta kondisi sebagian manusia khususnya masyarakat yang hidup di perkotaan yang cenderung individual.

Hal ini menjadi latar lahirnya lagu ini. tergerusnya rasa kepedulian terhadap sesama maupun semesta menjadi pemandangan sehari-hari yang dirasakan, dialami para personil The Eastbay.

“Muak” adalah kata yang tepat menyiratkan makna dalam lagu “Manusia Mesin”.  “Lagu ini terinspirasi dari rutinitas perkotaan yang makin sesak dengan pelbagai kompleksitas masalahnya, membuat kita berubah menjadi mesin.

Orang kehilangan empati, simpati, individualis, dan ketika menyikapi sesuatu cenderung menghakimi, bahkan sangat kejam. Mungkin setelah mendengarkan lagu ini kita sadar kalau semua sangat egois,” tambah Gapz.

Selain single “Manusia Mesin” ini ke depannya, The Eastbay pun telah menyiapkan deretan “amunisi baru” sebelum mengeluarkan album penuh baik fisik maupun digital.

Menurut Gapz, amunisi baru yang disiapkan, nantinya menjadi pondasi The Eastbay dalam menelorkan album penuh.

“Sementara kami mengeluarkan single-single yang materi sudah di persiapkan, mungkin setelah materinya cukup, kami akan mengeluarkan album penuh. 

Yang jelas kami berharap single “Manusia Mesin” bisa memperkenalkan warna dan karya kami ke publik. Mudah-mudahan bisa diterima dan dinikmati.

Dan pesan sosial dari lagu “Manusia Mesin” ini bisa ditangkap dan di mengerti,” tandasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/