alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Berkat Kornelis, Tinju Bali Pecah Telur usai 25 Tahun Menanti Emas PON

JAYAPURA – Dua setengah dekade atau 25 tahun, Tim Tinju PON Bali harus menanti untuk bisa mempersembahkan emas kepada Kontingen Bali di PON. Penantian itu akhirnya pecah telur setelah petinju andalan Bali, Kornelis Kwangu Langu mempersembahkan emas, Rabu (13/10).

 

Turun di kelas layang 49 kg putra, Kornelis berhasil merebut emas perdananya setelah menumbangkan wakil NTT Mario Kali di cabor tinju PON XX/2021, Papua di GOR Cenderawasih Jayapura, Rabu kemarin (13/10).

 

Sekadar diketahui, terakhir kali Tim Tinju PON Bali meraih emas saat PON XIV/1996, Jakarta. Kala itu Bali diperkuat petinju kakak beradik Pino dan Nemo Bahari. Sekarang, Bali meraih satu emas, dua perak, dan tiga perunggu.

Baca Juga:  DGL 2021 Digeber Minggu Besok, Pemkot Denpasar Dukung Penuh

 

Selain emas yang dipersembahkan Kornelis, dua perak lain berhasil diraih. Dua perak tersebut berhasil dipersembahkan Julio Bria yang turun di kelas bantam 56 kg setelah kalah angka dari petinju Maluku Yulius Lumoly. Selain itu Cakti Dwi Putra, yang kalah RSC dari petinju Jawa Barat yakni Maeikhel Robert

 

Pelatih kepala tim tinju PON Bali Julianus Leo Bunga yang diwawancarai usai pertandingan mengatakan jika kemenangan Kornelis memang sudah diprediksi sebelumnya. Sebab dari sisi kualitas, kemampuan Kornelis masih di atas Mario Kali.

 

“Kalau Julio Bria memang faktor usia menjadi penghambat sehingga nampak sekali saat ronde ketiga sudah mulai kelelahan. Tapi sebenarnya Julio sudah berjuang keras namun lawannya memang unggul dari sisi usia dan postur tubuh lebih tinggi,” jelas Julianus Leo Bunga.

Baca Juga:  “Jangan Terlalu Sedih Jika Sedih, Jangan Terlalu Bahagia Jika Bahagia”

 

Terkait kekalahan Cakti dengan RSC dari lawannya Maeikhel Robert disebutkannya, jika Cakti mendapat pukulan telak di dagu selama tiga kali dan sempat kemaluan Cakti terkena pukulan tapi tidak digubris oleh wasit.

 

“Kami mensyukuri satu medali emas yang menjadi pelepas dahaga raihan medali emas selama 25 tahun. Semoga emas ini akan bertambah di PON-PON selanjutnya,” tutupnya.


JAYAPURA – Dua setengah dekade atau 25 tahun, Tim Tinju PON Bali harus menanti untuk bisa mempersembahkan emas kepada Kontingen Bali di PON. Penantian itu akhirnya pecah telur setelah petinju andalan Bali, Kornelis Kwangu Langu mempersembahkan emas, Rabu (13/10).

 

Turun di kelas layang 49 kg putra, Kornelis berhasil merebut emas perdananya setelah menumbangkan wakil NTT Mario Kali di cabor tinju PON XX/2021, Papua di GOR Cenderawasih Jayapura, Rabu kemarin (13/10).

 

Sekadar diketahui, terakhir kali Tim Tinju PON Bali meraih emas saat PON XIV/1996, Jakarta. Kala itu Bali diperkuat petinju kakak beradik Pino dan Nemo Bahari. Sekarang, Bali meraih satu emas, dua perak, dan tiga perunggu.

Baca Juga:  Bali Jadi Surga Bagi Para Penyelundup Burung Liar dan Dilindungi

 

Selain emas yang dipersembahkan Kornelis, dua perak lain berhasil diraih. Dua perak tersebut berhasil dipersembahkan Julio Bria yang turun di kelas bantam 56 kg setelah kalah angka dari petinju Maluku Yulius Lumoly. Selain itu Cakti Dwi Putra, yang kalah RSC dari petinju Jawa Barat yakni Maeikhel Robert

 

Pelatih kepala tim tinju PON Bali Julianus Leo Bunga yang diwawancarai usai pertandingan mengatakan jika kemenangan Kornelis memang sudah diprediksi sebelumnya. Sebab dari sisi kualitas, kemampuan Kornelis masih di atas Mario Kali.

 

“Kalau Julio Bria memang faktor usia menjadi penghambat sehingga nampak sekali saat ronde ketiga sudah mulai kelelahan. Tapi sebenarnya Julio sudah berjuang keras namun lawannya memang unggul dari sisi usia dan postur tubuh lebih tinggi,” jelas Julianus Leo Bunga.

Baca Juga:  DGL 2021 Digeber Minggu Besok, Pemkot Denpasar Dukung Penuh

 

Terkait kekalahan Cakti dengan RSC dari lawannya Maeikhel Robert disebutkannya, jika Cakti mendapat pukulan telak di dagu selama tiga kali dan sempat kemaluan Cakti terkena pukulan tapi tidak digubris oleh wasit.

 

“Kami mensyukuri satu medali emas yang menjadi pelepas dahaga raihan medali emas selama 25 tahun. Semoga emas ini akan bertambah di PON-PON selanjutnya,” tutupnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/