alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Siap Menuju Maroko & Prancis, Timnas Karate Indonesia Latihan di Bali

DENPASAR – Terhitung sejak 19 November 2020, Timnas Karate Indonesia sudah melakukan pemusatan latihan di Bali.

Timnas Karate sendiri dipersiapkan untuk tiga kejuaraan besar yaitu Karate1- Premier League Rabat, World Olimpic Qualification Tournament di Paris, dan SEA Games 2021 Hanoi.

Total ada 21 karateka yang tergabung dalam pemusatan latihan. Delapan diantaranya dipersiapkan untuk World Olimpic Qualification di Paris yang rencananya digelar pada Juni mendatang.

Sedangkan empat dari delapan karateka tersebut, akan bertarung di Karate1-Premier League, Rabat, Maroko yang rencananya dihelat pada 9-11 April mendatang.

Salah satu dari empat karateka yang turun di Rabat adalah Cok Agung Istri Sanistyarani. Dia adalah karateka andalan Bali yang sempat meraih medali perunggu di Asian Games 2018, Jakarta – Palembang.

Selain Coki – sapaan akrab Cok Istri Agung Sanistyarani, masih ada diantaranya Zigi Zaresta Yudha dan Ceyco Georgia.

Berdasar data yang diperoleh Jawa Pos Radar Bali, ada lima kelas putri (50kg, 55kg, +61kg, +68kg, dan -68kg) serta enam kelas putra (55kg, 60kg, 61kg, 67kg, 75kg, dan +84kg).

Selain itu masih ada nomor kata putra – putri. Mereka memiliki jadwal latihan tetap di Lapangan Tenis Indoor GOR Praja Raksaka, Kepaon.

Saat diwawancarai Jawa Pos Radar Bali usai sesi latihan kemarin, Asisten Pelatih Timnas Karate Indonesia Donny Dharmawan mengungkapkan jika kejuaraan di Rabat menjadi ajang pemanasan.

“Di Premier League nanti, menjadi ajang ujicoba kami yang terakhir sebelum kualifikasi Olimpiade Tokyo. Kebetulan hanya empat karateka saja karena syaratnya adalah minimal 100 besar,” ucapnya.

“Kami akan terus berada di Bali sampai waktu keberangkatan ke Maroko. Setelah dari Maroko, kami melakukan pemusatan latihan di Paris kurang lebih enam minggu untuk persiapan kualifikasi Olimpiade yang juga digelar disana,” tambahnya.

Menurut Donny, bukan tanpa alasan PB FORKI memilih Bali sebagai lokasi pemusatan latihan. “Awalnya PB FORKI ada tiga opsi. Selain Bali masih ada Malang dan Banjarmasin.

Akhirnya dipilihlah Bali karena kasus Covid-19 waktu itu agak sedikit melandai dibanding dua daerah lain.

Bisa sekalian refreshing untuk anak-anak. Tapi kami pilih tempatnya yang tidak terlalu ramai seperti kemarin di Pantai Melasti,” pungkasnya. 



DENPASAR – Terhitung sejak 19 November 2020, Timnas Karate Indonesia sudah melakukan pemusatan latihan di Bali.

Timnas Karate sendiri dipersiapkan untuk tiga kejuaraan besar yaitu Karate1- Premier League Rabat, World Olimpic Qualification Tournament di Paris, dan SEA Games 2021 Hanoi.

Total ada 21 karateka yang tergabung dalam pemusatan latihan. Delapan diantaranya dipersiapkan untuk World Olimpic Qualification di Paris yang rencananya digelar pada Juni mendatang.

Sedangkan empat dari delapan karateka tersebut, akan bertarung di Karate1-Premier League, Rabat, Maroko yang rencananya dihelat pada 9-11 April mendatang.

Salah satu dari empat karateka yang turun di Rabat adalah Cok Agung Istri Sanistyarani. Dia adalah karateka andalan Bali yang sempat meraih medali perunggu di Asian Games 2018, Jakarta – Palembang.

Selain Coki – sapaan akrab Cok Istri Agung Sanistyarani, masih ada diantaranya Zigi Zaresta Yudha dan Ceyco Georgia.

Berdasar data yang diperoleh Jawa Pos Radar Bali, ada lima kelas putri (50kg, 55kg, +61kg, +68kg, dan -68kg) serta enam kelas putra (55kg, 60kg, 61kg, 67kg, 75kg, dan +84kg).

Selain itu masih ada nomor kata putra – putri. Mereka memiliki jadwal latihan tetap di Lapangan Tenis Indoor GOR Praja Raksaka, Kepaon.

Saat diwawancarai Jawa Pos Radar Bali usai sesi latihan kemarin, Asisten Pelatih Timnas Karate Indonesia Donny Dharmawan mengungkapkan jika kejuaraan di Rabat menjadi ajang pemanasan.

“Di Premier League nanti, menjadi ajang ujicoba kami yang terakhir sebelum kualifikasi Olimpiade Tokyo. Kebetulan hanya empat karateka saja karena syaratnya adalah minimal 100 besar,” ucapnya.

“Kami akan terus berada di Bali sampai waktu keberangkatan ke Maroko. Setelah dari Maroko, kami melakukan pemusatan latihan di Paris kurang lebih enam minggu untuk persiapan kualifikasi Olimpiade yang juga digelar disana,” tambahnya.

Menurut Donny, bukan tanpa alasan PB FORKI memilih Bali sebagai lokasi pemusatan latihan. “Awalnya PB FORKI ada tiga opsi. Selain Bali masih ada Malang dan Banjarmasin.

Akhirnya dipilihlah Bali karena kasus Covid-19 waktu itu agak sedikit melandai dibanding dua daerah lain.

Bisa sekalian refreshing untuk anak-anak. Tapi kami pilih tempatnya yang tidak terlalu ramai seperti kemarin di Pantai Melasti,” pungkasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/