alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Karateka Bali Cok Istri Agung Sanityarani Tutup 2021 Dengan Perunggu

DENPASAR– Karateka Bali Cok Istri Agung Sanistyarani berhasil menutup akhhir 2021 dengan indah.

Di Oktober lalu, dia berhasil mempertahankan emas PON. Kali ini karateka yang akrab disapa Coky tersebut berhasil membawa pulang perunggu di 17th AKF Senior World Championship 2021 yang berlangsung di Almaty, Kazakhstan.

 

Di final perebutan perunggu di kelas kumite -55 kg putri yang berlangsung pada Selasa malam (21/12) waktu Indonesia, Coky berhasil unggul tipis 1-0 atas karateka Uzbekistan Rakhimova Sevinch.

Sebelumnya, di babak ketiga, karateka asal Gumi Serombotan, Klungkung tersebut harus puas kalah dengan skor 3-5 menghadapi wakil Taiwan Ping Tsui Ku.

 

Bagi Choky, perunggu adalah hasil yang cukup baik. Saat dihubungi Rabu dinihari (22/12), Coky mengaku tidak ada kendala berarti dari segi teknis. Hanya faktor non teknis yang perlu diperhatikan selama berada di Almaty.

Baca Juga:  Rebut Perunggu AG, Coky Terbang ke Berlin, Ini Ajang yang Diikuti...

 

“Kendalanya sebenarnya masih sama. Kami harus bertanding dengan situasi Covid-19 seperti ini. Apalagi ada varian baru (Omicron). Jadi saya harus lebih berhati-hati sekali saat mau berinteraksi dengan orang disini,” bebernya.

“Terus di sini sudah masuk musim dingin. Suhu sekitar -4 sampai -6 derajat celcius. Jadi perlu adaptasi juga,” tambahnya.

 

Tapi untungnya Coky dan Tim Karate Indonesia sudah tiba di Almaty pada 15 Desember lalu dan di kelas senior, baru memulai pertandingan dari Senin kemarin (20/12).

“Jadi kami di sini punya waktu aklimatisasi disini,” bebernya.

Kembali lagi ke pertandingan untuk memperebutkan perunggu, Choky mengungkapkan jika dia sudah bertemu dengan Rakhimova sebanyak tiga kali.

Baca Juga:  Mau Sehat saat Pandemi Covid-19? Ini Protokolnya untuk Berolahraga

Beruntung, dalam tiga pertemuan Choky selalu meraih kemenangan. Setelah dari Kazakhstan, Coky dkk akan bertolak kembali ke Indonesia sebelum menatap berbagai kejuaraan di tahun 2022.

 

“Setelah ini kami kembali dulu ke Indonesia dan wajib karantina. Kalau untuk tahun depan, belum tahu agendanya ya.

Kalau merujuk kalender WKF, tahun depan banyak sekali kejuaraan yang diselenggarakan. Sekarang tergantung pengurus (PB FORKI) mau ambil bagian di kejuaraan yang mana,” ucapnya.

Dengan perunggu yang diraihnya, bukan tidak mungkin peringkatnya di WKF meningkat. Sekarang, peringkatnya turun ke posisi 27 dari sebelumnya menghuni peringkat ke-24.

“Turun karena ada pemotongan dari kejuaraan-kejuaraan tahun lalu dan hasil WKF Championship bulan kemarin,” tutupnya. 


DENPASAR– Karateka Bali Cok Istri Agung Sanistyarani berhasil menutup akhhir 2021 dengan indah.

Di Oktober lalu, dia berhasil mempertahankan emas PON. Kali ini karateka yang akrab disapa Coky tersebut berhasil membawa pulang perunggu di 17th AKF Senior World Championship 2021 yang berlangsung di Almaty, Kazakhstan.

 

Di final perebutan perunggu di kelas kumite -55 kg putri yang berlangsung pada Selasa malam (21/12) waktu Indonesia, Coky berhasil unggul tipis 1-0 atas karateka Uzbekistan Rakhimova Sevinch.

Sebelumnya, di babak ketiga, karateka asal Gumi Serombotan, Klungkung tersebut harus puas kalah dengan skor 3-5 menghadapi wakil Taiwan Ping Tsui Ku.

 

Bagi Choky, perunggu adalah hasil yang cukup baik. Saat dihubungi Rabu dinihari (22/12), Coky mengaku tidak ada kendala berarti dari segi teknis. Hanya faktor non teknis yang perlu diperhatikan selama berada di Almaty.

Baca Juga:  Positif Covid-19, Enam Atlet Bali di PON Papua Diisolasi di Kapal Laut

 

“Kendalanya sebenarnya masih sama. Kami harus bertanding dengan situasi Covid-19 seperti ini. Apalagi ada varian baru (Omicron). Jadi saya harus lebih berhati-hati sekali saat mau berinteraksi dengan orang disini,” bebernya.

“Terus di sini sudah masuk musim dingin. Suhu sekitar -4 sampai -6 derajat celcius. Jadi perlu adaptasi juga,” tambahnya.

 

Tapi untungnya Coky dan Tim Karate Indonesia sudah tiba di Almaty pada 15 Desember lalu dan di kelas senior, baru memulai pertandingan dari Senin kemarin (20/12).

“Jadi kami di sini punya waktu aklimatisasi disini,” bebernya.

Kembali lagi ke pertandingan untuk memperebutkan perunggu, Choky mengungkapkan jika dia sudah bertemu dengan Rakhimova sebanyak tiga kali.

Baca Juga:  Target Ikut Olimpiade Tokyo, Karateka Coki Wajib Masuk 10 Besar

Beruntung, dalam tiga pertemuan Choky selalu meraih kemenangan. Setelah dari Kazakhstan, Coky dkk akan bertolak kembali ke Indonesia sebelum menatap berbagai kejuaraan di tahun 2022.

 

“Setelah ini kami kembali dulu ke Indonesia dan wajib karantina. Kalau untuk tahun depan, belum tahu agendanya ya.

Kalau merujuk kalender WKF, tahun depan banyak sekali kejuaraan yang diselenggarakan. Sekarang tergantung pengurus (PB FORKI) mau ambil bagian di kejuaraan yang mana,” ucapnya.

Dengan perunggu yang diraihnya, bukan tidak mungkin peringkatnya di WKF meningkat. Sekarang, peringkatnya turun ke posisi 27 dari sebelumnya menghuni peringkat ke-24.

“Turun karena ada pemotongan dari kejuaraan-kejuaraan tahun lalu dan hasil WKF Championship bulan kemarin,” tutupnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/