alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

DGL 2021 Digeber Minggu Besok, Pemkot Denpasar Dukung Penuh

DENPASAR – Mulai Minggu besok (25/4), puluhan tim E-Sport terbaik di Kota Denpasar siap bertarung untuk menjadi yang terbaik di ajang Denpasar Gaming League (DGL) 2021.

Kompetisi ini dilaksanakan di Dharma Negara Alaya (DNA). Ada empat kategori yang dipertandingkan yaitu Mobile Legend, PUBG Mobile, PES 2021, dan FIFA 2021 dengan sistem offline.
Total ada 16 tim dari kategori PUBG Mobile, delapan tim Mobile Legend, delapan Tim FIFA 2021, dan 16 tim untuk kategori Pro Evolution Soccer (PES) 2021.

Ketua Panpel DGL 2021 Nyoman Adikarya Nugraha Jumat kemarin (23/4) menjelaskan bahwa sistem Liga akan diterapkan untuk DGL 2021.

“Tim yang terlibat itu adalah hasil dari seleksi ratusan tim. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, lewat kompetisi ini karir atlet

bisa ke jenjang lebih tinggi sebagai atlet E-Sprot profesional,” beber Adikarya Nugraha yang juga menjabat sebagai Ketua Pengkot ESI Denpasar.

Baca Juga:  Dari Total Kerugian Rp 1,022 M, Masih Ada Rp125 Juta yang Belum Ketemu

Jika tidak ada halangan, DGL akan digelar tiap tahun. Lanjut Adikarya, selain memberi wadah bagi atlet, lewat kompetisi ini diharapkan tim yang terlibat bisa memanage tim lebih tertata ke arah semi-pro.

Sehingga, dampaknya bisa memberikan keuntungan bagi tim itu sendiri ke depannya, seperti branding tim dengan datangnya sponsor.

- Advertisement -

Kompetisi ini didukung penuh oleh Pemkot Denpasar dan KONI Denpasar. Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengaku sempat menyangsikan permainan gawai ini.

“Awalnya saya bantah permainan ini. Tapi, setelah pihak panitia mengajak diskusi, pemahaman saya terbuka terkait E-Sport ini,” ujar Arya Wibawa.

Dari diskusi tersebut, Arya Wibawa mengatakan dengan wadah E-Sport bisa meningkatkan dan mengembangkan  potensi dari anak-anak atau yang terlibat dengan game ini untuk bisa diarahkan.

Dan yang ditegaskan Arya Wibawa, E-Sport ini bisa jadi satu-satunya olahraga yang saat ini tidak ada rasa Covid-19, karena dalam prosesnya tidak bersentuhan langsung dan berkompetisi lewat jaringan internet.
“Ternyata bisa menghadirkan nilai ekonomis juga. Tentunya harus diwadahi untuk dibina jadi atlet, bukan lokal dan nasional saja,

Baca Juga:  Demi Poin Penuh, Sama-sama Ngotot di Stadion Ngurah Rai Denpasar

tapi internasional juga. Yang jelas, kami Pemkot Denpasar mendukung penuh kompetisi ini,” tegas Arya Wibawa.
Disisi lain, Ketua KONI Denpasar Ida Bagus Tony Astawa menjelaskan bahwa Pengkot ESI Denpasar belum resmi masuk menjadi cabor dibawah naungan KONI Denpasar meski kepengurusan pusat dan Bali sudah ada secara legal.

“Nanti dalam raker KONI Denpasar, saya harapkan pengurus ESI Denpasar ini bisa memaparkan seperti apa cabor ini sesuai dengan AD/ART.

Tapi, saya rasa peluang menjadi cabor resmi sangat terbuka lebar. Apalagi dilihat dengan potensi yang ada sekarang ini,” tutupnya.

- Advertisement -

DENPASAR – Mulai Minggu besok (25/4), puluhan tim E-Sport terbaik di Kota Denpasar siap bertarung untuk menjadi yang terbaik di ajang Denpasar Gaming League (DGL) 2021.

Kompetisi ini dilaksanakan di Dharma Negara Alaya (DNA). Ada empat kategori yang dipertandingkan yaitu Mobile Legend, PUBG Mobile, PES 2021, dan FIFA 2021 dengan sistem offline.
Total ada 16 tim dari kategori PUBG Mobile, delapan tim Mobile Legend, delapan Tim FIFA 2021, dan 16 tim untuk kategori Pro Evolution Soccer (PES) 2021.

Ketua Panpel DGL 2021 Nyoman Adikarya Nugraha Jumat kemarin (23/4) menjelaskan bahwa sistem Liga akan diterapkan untuk DGL 2021.

“Tim yang terlibat itu adalah hasil dari seleksi ratusan tim. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, lewat kompetisi ini karir atlet

bisa ke jenjang lebih tinggi sebagai atlet E-Sprot profesional,” beber Adikarya Nugraha yang juga menjabat sebagai Ketua Pengkot ESI Denpasar.

Baca Juga:  Delapan Bulan Akasaka Club Tutup, Pemkot Kehilangan Potensi Pajak

Jika tidak ada halangan, DGL akan digelar tiap tahun. Lanjut Adikarya, selain memberi wadah bagi atlet, lewat kompetisi ini diharapkan tim yang terlibat bisa memanage tim lebih tertata ke arah semi-pro.

Sehingga, dampaknya bisa memberikan keuntungan bagi tim itu sendiri ke depannya, seperti branding tim dengan datangnya sponsor.

Kompetisi ini didukung penuh oleh Pemkot Denpasar dan KONI Denpasar. Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengaku sempat menyangsikan permainan gawai ini.

“Awalnya saya bantah permainan ini. Tapi, setelah pihak panitia mengajak diskusi, pemahaman saya terbuka terkait E-Sport ini,” ujar Arya Wibawa.

Dari diskusi tersebut, Arya Wibawa mengatakan dengan wadah E-Sport bisa meningkatkan dan mengembangkan  potensi dari anak-anak atau yang terlibat dengan game ini untuk bisa diarahkan.

Dan yang ditegaskan Arya Wibawa, E-Sport ini bisa jadi satu-satunya olahraga yang saat ini tidak ada rasa Covid-19, karena dalam prosesnya tidak bersentuhan langsung dan berkompetisi lewat jaringan internet.
“Ternyata bisa menghadirkan nilai ekonomis juga. Tentunya harus diwadahi untuk dibina jadi atlet, bukan lokal dan nasional saja,

Baca Juga:  Dari Total Kerugian Rp 1,022 M, Masih Ada Rp125 Juta yang Belum Ketemu

tapi internasional juga. Yang jelas, kami Pemkot Denpasar mendukung penuh kompetisi ini,” tegas Arya Wibawa.
Disisi lain, Ketua KONI Denpasar Ida Bagus Tony Astawa menjelaskan bahwa Pengkot ESI Denpasar belum resmi masuk menjadi cabor dibawah naungan KONI Denpasar meski kepengurusan pusat dan Bali sudah ada secara legal.

“Nanti dalam raker KONI Denpasar, saya harapkan pengurus ESI Denpasar ini bisa memaparkan seperti apa cabor ini sesuai dengan AD/ART.

Tapi, saya rasa peluang menjadi cabor resmi sangat terbuka lebar. Apalagi dilihat dengan potensi yang ada sekarang ini,” tutupnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/