alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Pertama Kali, Pemkab Gianyar Beri Uang Saku Atlet PON asal Gianyar

DENPASAR – Para atlet Gianyar di PON XX/2020 Papua, mendapatkan suntikan motivasi tambahan. KONI Gianyar akhirnya memberikan uang saku kepada 31 atlet mereka. Besarannya adalah Rp3,5 juta per atlet.

 

Pemberian uang saku tersebut diberikan langsung oleh Ketua KONI Gianyar Pande Made Purwata di tempat TC sentralisasi PON Bali di Neo Hotel Denpasar.

 

“Jadi ini adalah perhatian dari Pemkab Gianyar. Besaran uang sakunya senilai Rp3,5 juta,” terang Pande Purwata saat diwawancarai Selasa (24/8).

 

Sebanyak 31 atlet tersebut berasal dari 14 cabor. Antara lain judo, binaraga, basket, tarung derajat, pencak silat, kriket, dan rugby.

 

Lanjutnya, uang saku tersebut menjadi pertama kali yang diberikan kepada atlet PON Bali asal Gianyar. Sebelumnya dia mengaku belum ada pemberian uang saku seperti ini.

Baca Juga:  Gubernur Koster Dukung Indonesian Youth Championship 2021 di Bali

 

“Kami lakukan di Hotel Neo dulu. Setelah itu kami keliling di lokasi sentralisasi seperti Hotel Batukaru dan Jimbaran,” jelasnya.

 

Tapi, ada sesuatu yang mengganjal. Tujuh pelatih dan satu ofisial justru tidak mendapatkan uang saku tersebut. Sebelumnya ada beberapa pelatih yang sempat berkeluh kesah karena masalah tersebut. Tujuh pelatih tersebut berasal dari binaraga, angkat besi, basket putri, judo, pencak silat, renang perairan terbuka, dan tarung derajat.

 

Terkait permasalahan ini, Pande Purwata memberikan penjelasan. Menurutnya, pemberian uang saku kepada pelatih dan ofisial ke depannya akan diusahakan.

 

“Kami tidak lupa, tapi data terakhir yang kami peroleh, ternyata ada pelatih dan ofisial dari Gianyar,” bebernya.

Baca Juga:  Target Perseden Denpasar Bertahan Tercapai, Jamu PSG di 16 Besar

 

“Nanti pasti mereka akan mendapatkannya. Namun nominalnya mungkin tidak sama dengan uang saku yang diterima atlet,” tambahnya.

 

Lepas dari permasalahan uang saku untuk pelatih dan ofisial yang belum diterima, Pande Purwata memprediksi jika atlet asal Gumi Seni di PON Papua bisa mendulang empat sampai lima emas.

 

Cabor-cabor potensial tersebut berasal dari binaraga, judo, pencak silat, dan basket putri. “Peluang itu masih ada. Kami coba kalkulasi dan prediksi dulu. Saya hara pada empat atau lima emas berhasil diraih oleh atlet asal Gianyar,” tutupnya.

DENPASAR – Para atlet Gianyar di PON XX/2020 Papua, mendapatkan suntikan motivasi tambahan. KONI Gianyar akhirnya memberikan uang saku kepada 31 atlet mereka. Besarannya adalah Rp3,5 juta per atlet.

 

Pemberian uang saku tersebut diberikan langsung oleh Ketua KONI Gianyar Pande Made Purwata di tempat TC sentralisasi PON Bali di Neo Hotel Denpasar.

 

“Jadi ini adalah perhatian dari Pemkab Gianyar. Besaran uang sakunya senilai Rp3,5 juta,” terang Pande Purwata saat diwawancarai Selasa (24/8).

 

Sebanyak 31 atlet tersebut berasal dari 14 cabor. Antara lain judo, binaraga, basket, tarung derajat, pencak silat, kriket, dan rugby.

 

Lanjutnya, uang saku tersebut menjadi pertama kali yang diberikan kepada atlet PON Bali asal Gianyar. Sebelumnya dia mengaku belum ada pemberian uang saku seperti ini.

Baca Juga:  ESI Bali Lolos Verifikasi Administrasi Sebagai Cabor di KONI Bali

 

“Kami lakukan di Hotel Neo dulu. Setelah itu kami keliling di lokasi sentralisasi seperti Hotel Batukaru dan Jimbaran,” jelasnya.

 

Tapi, ada sesuatu yang mengganjal. Tujuh pelatih dan satu ofisial justru tidak mendapatkan uang saku tersebut. Sebelumnya ada beberapa pelatih yang sempat berkeluh kesah karena masalah tersebut. Tujuh pelatih tersebut berasal dari binaraga, angkat besi, basket putri, judo, pencak silat, renang perairan terbuka, dan tarung derajat.

 

Terkait permasalahan ini, Pande Purwata memberikan penjelasan. Menurutnya, pemberian uang saku kepada pelatih dan ofisial ke depannya akan diusahakan.

 

“Kami tidak lupa, tapi data terakhir yang kami peroleh, ternyata ada pelatih dan ofisial dari Gianyar,” bebernya.

Baca Juga:  Nyaplir, Rilis Perdana, Buku Bupati Bharata Salah Data, Ini Contohnya

 

“Nanti pasti mereka akan mendapatkannya. Namun nominalnya mungkin tidak sama dengan uang saku yang diterima atlet,” tambahnya.

 

Lepas dari permasalahan uang saku untuk pelatih dan ofisial yang belum diterima, Pande Purwata memprediksi jika atlet asal Gumi Seni di PON Papua bisa mendulang empat sampai lima emas.

 

Cabor-cabor potensial tersebut berasal dari binaraga, judo, pencak silat, dan basket putri. “Peluang itu masih ada. Kami coba kalkulasi dan prediksi dulu. Saya hara pada empat atau lima emas berhasil diraih oleh atlet asal Gianyar,” tutupnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/